Awas kau pria gila". Grutu Naina dalam hati
Naina duduk kembali dikasur sambil terus memikirkan cara agar bisa balas dendam pada Michele, saat Naina sedang berpikir sambil memainkan jarinya tiba-tiba pintu kamar terbuka Naina sedikit terkejut lalu menoleh kearah pintu
Ternyata salah satu pelayan datang membawa beberapa tas dengan merek-merek ternama, pelayan itu mengahampiri Naina lalu menyimpan semua tas itu di dekat Naina
"Nona ini semua baju dari tuan anda disuruh cepat mandi dan bersiap karna tuan dan nona akan segera pergi,pilih lah salah satu lalu kenakan. Saya permisi". Setelah berkata begitu pelayan itu pun keluar kamar Naina sempat heran tapi akhirnya dia membuka semua isi tas itu lalu menjajarkannya di kasur
Naina mengambil salah satunya dan pergi mandi
Setegah jam kemuadian,Naina sudah siap dengan baju rapihnya lalu dia keluar kamar berjalan kearah pelayan yang sedang membersihkan salah satu meja
Pelayan itu melihat Naina lalu tersenyum "silahkan ke taman belakang nona tuan sudah menunggu". Kata si pelayan sambil masih tersenyum pada Naina
Naina tersenyum tipis lalu pergi ke taman belakang yang disana sudah ada Michele dengan balutan jas lengkapnya, Naina berhenti setelah jarak mereka sudah 2 meter
"Saya sudah katakan kalo saya tidak mau pergi". Ucap Naina sambil mengepalkan tangannya
Michele membalikkan badannya menatap Naina dari atas sampai bawah lalu tersenyum
"Jika memang tidak mau, mengapa kau bersiap nona pembangkang?". Balas Michele dengan sedikit nada mengejek
"Sa-saya hanya tidak suka kotor tuan gila". Naina agak gugup karna memang benar apa yang di bilang Michele kalo tidak mau pergi lalu untuk apa bersiap
"Sudah lah tidak usah mengelak anda memang ingin ikut dengan saya kan kita tidak akan pergi lama hanya 3 hari lalu kembali kesini". Kata Michele sambil berjalan kearah pintu keluar
Naina mengikuti Michele dibelakang dengan tatapan malas juga dingin pada Michele
"Pesawat sudah siap tuan apa kita akan ke bandara sekarang?". Tanya salah satu pria yang juga memakai jas
Michele menganggukkan kepalanya lalu masuk ke dalam mobil
Naina pun masuk kedalam mobil mengikuti Michele lalu duduk dan langsung melihat jendela
Tiba-tiba Michele menaro sebuah kotak hp bermerek di pangkuan Naina
Naina pun menoleh pada Michele dengan tatapan seolah-olah menanyakan apa maksud dari benda ini
"Gunakan itu disitu hanya ada nomor saya jika anda menelfon ke nomor selain nomor saya maka benda itu akan meledak dalam waktu 10 detik". Michele memakai sabuk pengamannya lalu mobil pun bergerak
Naina tersenyum pahit lalu melempar kan benda itu pada pangkuan Michele
"Saya tidak butuh, untuk apa menghubungi anda sangat tidak butuh". Ucap Naina dan langsung membuang muka kearah jendela
2 Jam kemudian
Mereka sudah ada di pesawat pribadinya Michele dengan posisi duduk berdampingan
"Apakah anda lapar? Anda mau makan apa? Setidaknya jika menahan seseorang itu saya harus membuatnya tetap sehat dan hidup". Setelah mengatakan itu Michele menoleh pada Naina
"Apa anda peduli?". Tanya Naina balik pada Michele sambil menatapnya sinis
"Tentu saja karna anda ada di dalam tahanan saya nona". Jawab Michele
