Happy HifuDo day!
Harusnya hari ini saya update UKIYO, tapi karena UKIYO masih dalam proses ditulis (dan belum yakin selesai hari ini, saya bakal update 2 chapter sekaligus di Withering. ^^
Selamat membaca dan jangan lupa dengerin musiknya, ya!
.
.
Hari ini adalah hari pertama dalam hidupmu.
Adalah kata-kata yang selalu Hifumi ucapkan berkali-kali di masa lalu, sekaligus menjadi kalimat favorit para gadis di bar.
Tapi bagai ironi, kata-kata itu sekarang justru balik menyerangnya.
Apanya yang hari pertama dalam hidupmu—ia ingin tertawa. Sejak Doppo-chin tiada, setiap hari adalah hari yang sama. Seperti siklus yang tidak ada akhirnya, Hifumi bangun dan tidur dengan kepala penuh dengan Doppo-chin.
Dan sekarang, siklus itu terjadi kembali sejak Doppo—android itu—memasuki hidupnya. Membuat ruangan baru di dalam kepalanya yang kosong. Mengganggunya dengan eksistensinya.
Dulu, Hifumi tidak menyukainya. Ia menolak menerima Doppo, karena seharusnya tidak ada orang lain yang boleh memasuki kepalanya selain Doppo-chin. Lebih-lebih jika ia adalah android.
Tapi sekarang, ia merindukan eksistensi itu.
Konyol, memang, karena seharusnya Hifumi tidak merasa seperti itu pada android—apalagi dengan apa yang terjadi di masa lalunya—tapi hal itu terjadi dengan begitu natural, seolah perasaan itu sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari Hifumi.
Sama seperti monster itu. Yang sudah tinggal dan bertumbuh di dalam paru-parunya sedemikian rupa. Seandainya ia bertumbuh lebih besar lagi, barangkali tidak akan ada lagi ruangan untuk udara—dan pada saat itu, Hifumi hanya membutuhkan beberapa langkah untuk mencapai garis akhir.
Tapi bukan itu yang menjadi fokus Hifumi. Setidaknya untuk sekarang.
Ingatannya membawa Hifumi kembali pada momen di laboratorium HypnoMic hari itu. Pada momen di mana ia akhirnya menemui Doppo, sekaligus hari di mana ia merasakan sakitnya ditolak oleh mantan android pengurus rumahnya sendiri.
Hifumi yakin kalau android itu benar-benar Doppo yang ia rindukan. Ia tidak tahu bagaimana ia bisa mengetahuinya, tapi ia tahu. Segalanya soal android itu persis seperti yang Hifumi ingat—helai rambutnya, wajahnya, hangat tubuhnya—
—tapi android itu seolah mencoba mematahkan kepercayaan itu, sebab alih-alih menunjukkan wajah dan sikap yang sama seperti dulu, Doppo justru mengingatkan Hifumi pada tipikal android yang dulu tidak ia sukai. Android yang kaku, dingin, dan tidak peduli pada apa-apa kecuali instruksi rasional di dalam programnya.
Android pengganti Doppo bilang kalau hal itu seharusnya wajar, tapi Hifumi menolak untuk percaya.
"Dia tidak seharusnya bersikap seperti itu," ujarnya lirih. "Doppo tidak pernah bersikap seperti itu."
"Tapi semua android bersikap seperti itu, Izanami-san," android itu menukas. "Saya benci mengatakannya pada Anda, tapi barangkali Anda berpikir begitu karena Anda telah dibiaskan oleh perasaan Anda sendiri."
Hifumi menggeleng dengan keras kepala. "Tidak," katanya sembari menekan dadanya. "Dia berbeda. Aku bisa merasakannya."
"'merasakan' adalah sesuatu yang bias," jawab android itu. Semangkuk sup miso disajikan di depan Hifumi, tetapi Hifumi mendorong mangkuk itu menjauhinya. "Anda tidak bisa menjadikannya patokan."
Hifumi menunduk. Konyol sekali kalau ia memaksa android itu untuk paham.
"Ngomong-ngomong, tadi pagi ada telepon untuk Anda," android itu berujar lagi. "Dari Jinguji Jakurai-san."
KAMU SEDANG MEMBACA
[HifuDo] Withering
FanfictieKehidupan Izanami Hifumi yang semula kosong berubah sejak android itu memasuki rumahnya dan menetapkan diri sebagai pengurusnya. . . Hypnosis Mic © KING RECORD, IDEA FACTORY, and Otomate The story concept is based on Detroit: Become Human © Quantic...
![[HifuDo] Withering](https://img.wattpad.com/cover/229510953-64-k288081.jpg)