Sang surya telah menampakan sinar keemasannya, menembus setiap celah-celah kecil dalam jendela, namun kedua insan itu masih nyenyak dalam tidurnya.
Tak lama Aini terbangun
"Astagfirullah..." dia berucap kaget."Kenapa sih kamu, kayak habis ngeliat hantu aja" ucap Bayu kesal.
"Aku,,, kita,,, kita,,," ucap Aini terbata.
"Kita apa? Sudah jangan mikir yang macam-macam kamu, kita ga melakukan apa-apa semalam." jawabnya kesal
"Maaf kak, Aku permisi mau mandi dulu." Aini beranjak pergi meninggalkan Bayu yang masih nyaman berada ditempat tidur.
Selesai mandi Aini menatap Bayu yang sedang duduk bersandar di tempat tidur dan fokus pada gawainya."Maaf kak, Apa kakak tidak bekerja hari ini?" tanya Aini
"Aku masih cuti, tolong buatkan Aku sarapan dan bawa kemari." pintanya tanpa melihat Aini tapi masih fokus pada gawainya.
"Baik kak." Aini menurut.
Ainipun pergi untuk menyiapkan sarapan untuk suaminya.
"Pagi sayang, nyenyak tidurnya semalam?" tanya bu Ayu pada menantunya.
"Hmm...nyenyak bu." jawab Aini malu
"Panggil Saya Mama sama Seperti Bayu memanggil Saya mama. Dan panggil Suami Saya Papa. Ya kan Pa?" kata Bu Ayu
"Hmm... "
Hanya itu jawaban dari Pak Wijaya.
"Ko hmm... Sih Pa?"
"Jawab Iya dong" kata Bu Ayu yang terlihat kesal.Sedangkan Pak Wijaya acuh saja tanpa menjawab.
Aini yang melihatnya merasa sedih dan tak enak hati, padahal Pak Wijaya yang memintanya menikah tapi kenapa justru beliau yang sepertinya tak suka berbeda sekali dengan Bu Ayu yang sangat menerimanya dengan baik, Ainipun pergi beranjak menemui bibinya di dapur.
"Aini, permisi ke dapur dulu ya Ma, mau siapkan kopi dan sarapan untuk Kak Bayu" pamit Aini pada Ibu mertuanya sebelum beranjak pergi.
"Loh kenapa ga sarapan bareng disini aja." kata Bu Ayu
"Kak Bayu meminta sarapannya dikamar saja bu,, eh,,, ma. Sepertinya dia masih lelah" kata Aini.
"Memangnya semalam kalian begadang?" tanya bu Ayu menggoda Aini sambil tersenyum.
Muka Aini bersemu merah..
"Maksud Aini Kak Bayu masih kelelahan karna acara kemarin ma." jawab Aini dengan menunduk
"Oalah mama kira kalian habis begadang, kan pengantin baru." goda bu Aini lagi sambil terkekeh.
"Aini permisi ya Ma, Pa." pamit Aini pada mertuanya karna dia merasa malu dan tidak enak hati digoda seperti itu.
"Mama ini ngomong apa sih?" kata Pak Wijaya tak suka.
"Loh memang salah mama menggoda Aini, kan benar mereka pengantin baru pa, wajar donk. Mama kan pengen cepet-cepet nimang cucu pa" kata Bu Ayu.
"Ga usah ngaco kamu mah,, kamu fikir pernikahan ini sungguhan? Aini hanyalah pengantin pengganti saja, aku akan menyuruh mereka bercerai nanti
" terang Pak Wijaya"Apa...?? Papa ga salah bicara? Papa bilang pernikahan mereka bukan sungguhan? Pernikahan mereka sah secara hukum dan agama Pa. Mereka sah sebagai suami istri, mama ga suka ya papa bicara seperti itu." ucap bu Ayu marah.
"Apa mama tidak sadar, Aini itu berbeda dengan kita ma, apa jadinya kalo teman-teman Papa tau kalo Bayu menikah dengan asisten rumah tangga kita? Bisa malu Papa, Ma.." kata Pak Wijaya
"Mama ga peduli tentang status Aini, dia anak yang baik, Papa juga tau itukan?"
"Ya, tapi status kita berbeda. Sudahlah Papa malas berdebat."
Pak Wijaya beranjak meninggalkan meja makan dan berlalu keluar rumah.
Sedangkan Bu Aini termenung dimeja makan, tak habis fikir dengan sikap dan perkataan suaminya.Sama seperti Bayu sebenarnya Bu Ayu sudah jatuh hati pada Aini saat pertama kali mereka bertemu, Entah gadis itu begitu menarik perhatiannya, wajahnya yang cantik dan sikap yang begitu santun membuatnya suka pada gadis itu.
"Pokoknya apapun yang terjadi aku tak akan pernah membiarkan Aini dan Bayu terpisah." janji Bu Aini dalam hatinya.
Sedang di balik dinding sana Aini sedang menangis mendengar semua perkataan mantan majikan yang kini menjadi papa mertuanya.
Hatinya sakit sekali mendengar semua itu, ternyata benar apa yang ditakutkannya bahwa pernikahannya hanya akan bersifat sementara.
Ainipun menangis di balik dinding pemisah antara dapur dan ruang makan."Kamu kenapa neng?" tanya bi Yanti cemas
Aini segera menghapus airmatanya.
"Aini gak apa-apa bi, tadi kelilipan
" jawabnya bohongAini tidak ingin membuat Bibinya khawatir.
"Beneran?" tanya Bi Yanti meyakinkan
"Bener bi, masa Aini bohong sama bibi."
"Yaudah Aini mau bikinin kopi sama sarapan buat Kak Bayu dulu ya, kasihan sudah lama menunggu." Aini langsung beranjak kedapur meninggalkan Bi Yanti karena tak ingin terlalu banyak berbohong lagi.
Selesai membuat kopi dan roti sandwich Aini segera mengantarkannya kekamar dan menyimpannya diatas nakas.
Bayu baru saja selesai mandi saat Aini menyimpan sarapannya.
"Kenapa lama sekali?" tanya Bayu
"Maaf ka tadi Aini diajak ngobrol dulu sama Mama Ayu." jawab Aini sambil menunduk.
"Kalo bicara itu pandang lawan bicaranya jangan menunduk, tidak sopan tahu
" kata BayuAini tak berani memandang Bayu karena takut Bayu tau kalau dia habis menangis.
"Aini,,, apa kamu tidak dengar saya bicara apa?"
Aini tetap saja menunduk.
Bayupun gemas dan mengangkat dagu Aini supaya menatapnya.
Ditatapnya mata itu tajam.
Aini berusaha menundukan pandangannya lagi namun Bayu mencegahnya."Matamu sembab? Kamu habis menangis?" Tanya Bayu
"Engga kak, tadi Aini cuma kelilipan di bawah." jawab Aini berbohong. Rasanya dia tidak sanggup ditatap seperti itu oleh Bayu
"Siapa yang membuatmu menangis Aini?" tanya Bayu lagi
"Tidak ada Kak, Aini hanya kelilipan" bohongnya lagi.
"Aku tau kamu berbohong, ada apa? Cerita sama aku..! "
Aini hanya menggeleng, rasanya tak mampu lagi berkata-kata.
Seketika Bayu memeluknya dan membuat Aini terkejut.
"Menangislah jika kamu mau menangis Aini, jangan ditahan. Menangislah sampai hatimu merasa lebih baik, setelah itu ceritakan padaku ada apa sebenarnya sampai membuat kamu menangis" ucap Bayu tulus sambil mengelus kepala Aini.
Aini yang semula terkejut karena perlakuan Bayu kini menangis dalam pelukan Bayu setelah mendengar Bayu berbicara seperti itu.
Ada perasaan haru dan nyaman yang Ia rasakan saat berasa dalam pelukan lelaki itu. Sakit dan sedih yang ia rasakan sebelumnya perlahan pergi dari hatinya.Apakah Aini mulai mencintai Bayu?

KAMU SEDANG MEMBACA
Pengantin Pengganti
RomanceAini seorang gadis desa yang diajak oleh Bibinya untuk tinggal dan bekerja bersama pada majikannya tiba-tiba saja disuruh menikah dengan anak majikannya yang selama ini bersikap dingin dan acuh tak acuh. Aini terpaksa harus menjadi pengantin penggan...