"Eonnie, Eonnie ?" Joy membangunkan Irene ketika melihat kakaknya yang sedang tidur tiba-tiba tersenyum, Irene terbangun sembari mengusap matanya.
"ada apa ? aku baru saja tertidur" ucap Irene.
"kamu bermimpi lagi ? mimpi apa kali ini ? kamu bahkan tidur sambil tersenyum" sahut Joy.
"aku tersenyum ? benarkah ?" tanya Irene tidak percaya dan Joy mengangguk.
"waaah, benar-benar !" Irene memukul dahinya.
"ada apa ? kamu bermimpi orang itu lagi ?" Joy penasaran.
"semakin hari mimpiku seperti nyata. Siapa dia selalu hadir di mimpiku ? di dalam mimpiku dia begitu manis, wajahnya seperti anak kecil tapi tatapannya membuat jantungku seakan berhenti" cerita Irene.
"jadi karena itu kamu tersenyum dalam tidurmu ? waaah, romantis sekali !" Joy meledek kakaknya.
"ck, itu hanya mimpi ! aku bahkan tidak tahu kalau aku tersenyum" Irene kesal.
"setidaknya itu bukan mimpi yang buruk, Eonnie. Nikmati saja, siapa tahu suatu saat nanti orang yang ada di dalam mimpimu menjadi nyata seperti cerita dongeng" tambah Joy.
"khayalanmu terlalu tinggi, sepertinya kamu cocok bekerja di Disney Land" celetuk Irene dan membuat adiknya tertawa.
"kenapa kamu belum tidur ?" tanya Irene yang melihat Joy sibuk dengan ponselnya.
"aku masih chatting dengan Seulgi" jawab Joy.
"ck, besok kalian juga bertemu lagi buat apa tidak tidur sampai larut malam hanya untuk berkirim pesan ?" protes Irene.
"hal seperti ini membuatku bahagia, Eonnie. Aku harap kamu segera mendapat pasangan agar kamu bisa merasakannya juga" sahut Joy.
"iya, iya aku iyakan saja. Aku haus, aku akan mengambil air minum" Irene bangkit dari kasur kemudian keluar dari kamas untuk mengambil air minum.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dengan malas Irene membuka lemari pendingin untuk mengambil air minum kemudian meneguk habis air yang ada di botol. Di tengah sepinya malam, sayup-sayup terdengar gitar mengalun, Irene kemudian berjalan menuju jendela mencari tahu asal suara tersebut.
"apa ini ? sudah malam begini masih saja bermain gitar. Apakah dia tidak mengerti semua orang di komplek ini ingin beristirahat dengan tenang ?" ucap Irene dengan masih memperhatikan tetangga di seberang rumahnya di tengah remangnya lampu jalan.
"sepertinya itu bukan Rose, dia sepertinya memang tinggal bersama orang itu" Irene masih memperhatikan orang tersebut tapi tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas.