Sebelum final

644 85 21
                                        


  "Tidak!! Aku tidak mau!"

  Tsukishima mendecak kesal saat gadis itu menolak.

  "Tak ada penolakan! Turuti aku!"

  Laki-laki itu juga tak mau kalah dalam berargumen dengan gadis itu.

  Tapi sayangnya [Name] benar-benar keras kepala. Ia tak mendengarkan perkataan Tsukishima.

  [Name] hanya menyilangkan kedua tangannya sambil memalingkan wajah.

  Tsukishima kehabisan akal dan juga kesabaran. Untuk terakhir kalinya ia mencoba "[Name] makanlah."

  Bahkan ekspresi yang ditunjukkan oleh laki-laki itu sangat datar.

  Gadis itu masih tak berubah pikiran. Ia masih membuang pandangan dari Tsukishima.

"Aku sudah kenyang, cukuplah"

  Jujur saja, Tsukishima benar-benar sudah tak tahan menahan emosinya saat ini.

  Ingin rasanya ia meninggikan nada suaranya. Tapi ia tersadar dengan keberadaannya saat ini, rumah sakit.

  Tanpa aba-aba, salah satu tangannya meraih wajah [Name] dan menghadapkannya ke pandangannya.

"Kei!! Ap-"

  Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, mulutnya telah dibungkam oleh satu suapan nasi.

  "Makan dan telan" jawab Tsukishima datar.

Glekkk

  [Name] benar-benar menyerah. Kali ini ia memasang wajah memelas.

"Kei.. kumohon cukup.. aku sudah kenyang"

  Tentu saja tak semudah itu membujuk seorang Tsukishima Kei.

"Tidak, kau baru makan sedikit"

  Kali ini [Name] memandangi wajah laki-laki dihadapannya dengan puppy eyes.

  *blushes* Wajah Tsuki menjadi merah padam.

  Sampai-sampai ia memalingkan wajah untuk menyembunyikan wajahnya yang kian memerah.

  Laki-laki dengan surai blonde itu hanya menghela nafas dan mengatakan "Apa boleh buat jika kau tak mau"

***

Jam 9 malam

  Sesuai permintaan dari sang gadis, Tsukishima akan menemaninya hingga ia tertidur.

  Ia duduk disebelah ranjang sambil mengusap surai [Hair colour] milik [Name].

  Namun gadis itu tak kunjung memejamkan matanya. Kedua matanya mati terbuka lebar memandangi langit-langit ruangan.

"Ada apa? Kenapa belum tidur?" tanya Tsukishima

  Kemudian manik [Eyes colour] milik gadis itu beralih kearah laki-laki disebelahnya.

"Aku belum mau tidur"

  Tsukishima mendekatkan posisi duduknya dengan ranjang.

"Mengapa? Bukannya kau lelah?"

  "Eumm aku--" perkataannya terpotong disaat ponsel Tsukishima berbunyi.

"Tunggu sebentar" ucapnya sembari berjalan kearah jendela.

  [Name] hanya mengangguk. Kemudian ia memandangi Tsukishima yang sedang menjawab telepon.

"Baiklah aku akan kesana"

  Sebuah penggalan kata yang mengakhiri percakapan di telepon.

  Tsukishima berbalik badan menuju arah [Name].

𝗗𝗮𝗶𝗷𝗼𝘂𝗯𝘂 | 𝗧𝘀𝘂𝗸𝗶𝘀𝗵𝗶𝗺𝗮 𝗞𝗲𝗶 Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang