"Tidak!! Aku tidak mau!"
Tsukishima mendecak kesal saat gadis itu menolak.
"Tak ada penolakan! Turuti aku!"
Laki-laki itu juga tak mau kalah dalam berargumen dengan gadis itu.
Tapi sayangnya [Name] benar-benar keras kepala. Ia tak mendengarkan perkataan Tsukishima.
[Name] hanya menyilangkan kedua tangannya sambil memalingkan wajah.
Tsukishima kehabisan akal dan juga kesabaran. Untuk terakhir kalinya ia mencoba "[Name] makanlah."
Bahkan ekspresi yang ditunjukkan oleh laki-laki itu sangat datar.
Gadis itu masih tak berubah pikiran. Ia masih membuang pandangan dari Tsukishima.
"Aku sudah kenyang, cukuplah"
Jujur saja, Tsukishima benar-benar sudah tak tahan menahan emosinya saat ini.
Ingin rasanya ia meninggikan nada suaranya. Tapi ia tersadar dengan keberadaannya saat ini, rumah sakit.
Tanpa aba-aba, salah satu tangannya meraih wajah [Name] dan menghadapkannya ke pandangannya.
"Kei!! Ap-"
Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, mulutnya telah dibungkam oleh satu suapan nasi.
"Makan dan telan" jawab Tsukishima datar.
Glekkk
[Name] benar-benar menyerah. Kali ini ia memasang wajah memelas.
"Kei.. kumohon cukup.. aku sudah kenyang"
Tentu saja tak semudah itu membujuk seorang Tsukishima Kei.
"Tidak, kau baru makan sedikit"
Kali ini [Name] memandangi wajah laki-laki dihadapannya dengan puppy eyes.
*blushes* Wajah Tsuki menjadi merah padam.
Sampai-sampai ia memalingkan wajah untuk menyembunyikan wajahnya yang kian memerah.
Laki-laki dengan surai blonde itu hanya menghela nafas dan mengatakan "Apa boleh buat jika kau tak mau"
***
Jam 9 malam
Sesuai permintaan dari sang gadis, Tsukishima akan menemaninya hingga ia tertidur.
Ia duduk disebelah ranjang sambil mengusap surai [Hair colour] milik [Name].
Namun gadis itu tak kunjung memejamkan matanya. Kedua matanya mati terbuka lebar memandangi langit-langit ruangan.
"Ada apa? Kenapa belum tidur?" tanya Tsukishima
Kemudian manik [Eyes colour] milik gadis itu beralih kearah laki-laki disebelahnya.
"Aku belum mau tidur"
Tsukishima mendekatkan posisi duduknya dengan ranjang.
"Mengapa? Bukannya kau lelah?"
"Eumm aku--" perkataannya terpotong disaat ponsel Tsukishima berbunyi.
"Tunggu sebentar" ucapnya sembari berjalan kearah jendela.
[Name] hanya mengangguk. Kemudian ia memandangi Tsukishima yang sedang menjawab telepon.
"Baiklah aku akan kesana"
Sebuah penggalan kata yang mengakhiri percakapan di telepon.
Tsukishima berbalik badan menuju arah [Name].
KAMU SEDANG MEMBACA
𝗗𝗮𝗶𝗷𝗼𝘂𝗯𝘂 | 𝗧𝘀𝘂𝗸𝗶𝘀𝗵𝗶𝗺𝗮 𝗞𝗲𝗶
Fiksi Penggemar[𝗕𝗘𝗟𝗨𝗠 𝗗𝗜 𝗥𝗘𝗩𝗜𝗦𝗜] 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘪𝘬-𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘴𝘢𝘫𝘢 .・゜-: ✧ :- -: ✧ :-゜・. Bermula dari sebuah pertemuan yang tidak disengaja. Membawa keduanya jatuh dalam kisah pertemanan, berlanjut hingga melibatkan perasaan. Tsukishima...
