[BELUM REVISI]
Bukan tentang cinta segitiga atau geng motor di sekolah. Tetapi tentang seorang gadis polos yang harus bersandiwara menjadi istri seorang pengusaha muda, sementara dirinya masih terduduk di bangku SMA.
Pertemuan awal yang mendadak...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Bella Adelia Clarance, jadilah pacarku!" ucap lelaki itu dengan gagah. Dalam posisi setengah berlutut, menyodorkan seribu tangkai bunga mawar merah pada gadis di hadapannya. Dilengkapi dengan spanduk yang tertulis, Bella Adelia Clarance aku mencintaimu. Diiringi lantunan instrumen yang dimainkan oleh boy band dari sekolahnya yang cukup populer. Aksi nekatnya yang berada di tengah lapangan SMA Witara Plus di saksikan oleh seluruh siswa.
Sebagian siswa mengelilingi mereka membentuk lingkaran tak sempurna, ribuan pasang mata menatap mereka lekat-lekat, bagai artis yang sedang syuting drama.
Bella yang dari tadi hanya terdiam membulatkan kedua bola matanya. Apaan ini? Memalukan sekali, batinnya. Dengan buru-buru gadis itu menutup wajahnya, menunduk dan berlari meninggalkan tengah lapangan.
Para siswa terlihat sangat kecewa dengan respons Bella. Terdengar beberapa siswa mengutuknya dengan kejam. Sementara yang lainnya berbisik membicarakan tingkahnya yang tidak wajar.
"Wei Bella! Jadi gue diterima apa enggak?" teriak Raymond.
"Iya!" Sorak para siswi yang sedang mengelilingi lelaki itu.
Raymond Rextandi namanya, seorang siswa yang cukup terkenal akan kenakalannya, ketampanannya dan kekayaannya. Satu-satunya siswa yang disegani oleh para guru karena saham yang dimiliki oleh sang ayah.
Kenakalan yang dimiliki hanya meliputi malas mengerjakan tugas, tidur di kelas, asal menggenakan seragam, serta sesekali bolos sekolah. Meski demikian Raymond tidak pernah berurusan dengan yang namanya rokok dan minuman keras.
Yang paling penting, Raymond adalah santapan yang paling lezat bagi para gadis. Namun selama ini lelaki itu hanya melirik satu gadis dan ia selalu menunjukkan sikapnya yang menyukai gadis tersebut.
Berbeda dengan kedua sahabatnya, Hadi dan Kai. Di sekolah mereka terlihat hanya ikut-ikutan dengan apa yang Raymond lakukan. Namun di luar sekolah mereka jauh lebih buruk dari Raymond.
Berlindung di bawah nama Raymond membuat mereka bebas melakukan apapun yang mereka inginkan di lingkungan sekolah. Tak heran kerap kali mereka melakukan tindakan yang melecehkan siswi di sekolahnya.
Sering kali mereka mengajak Raymond ke club malam, namun sampai hari ini mereka belum berhasil sekalipun membawa Raymond bersamanya.
***
"Gila lo Bell!" ucap Belinda, "berani banget lo nolak Raymond! Wah! Lo pasti akan jadi musuh seluruh siswi SMA Witara Plus," lanjutnya tak santai.
"Ya tolak aja kali kalo emang enggak suka, toh juga dari awal Bella uda jadi musuh seluruh siswi," balas Anita santai, "coba angkat kepala, trus lihat arah jam dua, jam empat, jam tujuh dan jam sebelas, mereka jelas musuh mu, dari tadi menatap sinis ke arah kita," lanjutnya, sembari berolahraga ringan dengan merenggangkan otot leher dan mengayun pelan kedua tangannya.