[BELUM REVISI]
Bukan tentang cinta segitiga atau geng motor di sekolah. Tetapi tentang seorang gadis polos yang harus bersandiwara menjadi istri seorang pengusaha muda, sementara dirinya masih terduduk di bangku SMA.
Pertemuan awal yang mendadak...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hari keberangkatan Bella
"Tante."
"Iya? Siapa ya?" tanya Ibu Tina pada lelaki di hadapannya.
"Bisa kita bicara sebentar? Bagaimana di cafe seberang?" ajak lelaki tersebut.
Ibu Tina mengangguk dengan ragu, meski demikian ia tetap mengikuti langkah lelaki itu ke cafe seberang supermarket.
"Perkenalkan Tante, nama saya Leo Rivaldo Karel. Boleh dipanggil Leo saja Tan," lelaki itu memperkenalkan dirinya.
"Iya, apa ada sesuatu yang ingin kamu katakan?"
"Begini Tan, saya menghampiri Tante dengan maksud ingin melamar anak tante," ujar Leo. Kalimat itu membuat Ibu Tina terkejut dan mematung.
Leo kembali menjelaskan secara rinci, bagaimana awal mula mereka berjumpa, bagaimana ia jatuh cinta pada anak gadisnya dan apa yang sudah terjadi selama ini. Leo mengatakan semuanya dengan jelas. Tak lupa juga Leo menghadirkan kedua orang tuanya yang berada di Los Angels melalui video call.
Ibu Tina terdiam sesaat, kemudian ia berkata, "Saya percaya kamu anak baik, jika ada niat jahat sejak awal kamu tidak akan menahan diri dan menjaga Bella dengan baik. Saya terima lamaran kamu," ujar wanita itu. Senyuman tulus terpancar dari wajahnya.
"Mulai sekarang, Tante mengharapkan kamu untuk menjaga anak Tante," ujar Ibu Tina kembali.
Leo tersenyum lega, sebuah senyuman kebahagiaan terukir di wajahnya.
Ketika pembicaraan berakhir, wanita paruh baya itu izin pulang ke rumahnya, mengingat waktu keberangkatan Bella yang sudah dekat.