Chapter 7 - Hari Kedua

1.2K 132 56
                                        

Dengan pelan Lelaki itu membuka pintu kamar dan berjalan menuju samping kasur berukuran queen tersebut

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Dengan pelan Lelaki itu membuka pintu kamar dan berjalan menuju samping kasur berukuran queen tersebut. Melihat Bella yang tertidur dengan ponsel yang masih menyala di tangannya.

Leo meraih ponsel tersebut, setelah mengotak-atik benda itu ia meletakkannya di atas nakas.

"Good night!" bisiknya pada gadis itu.

***

"Silahkan mencari anggota kelompok masing-masing, satu kelompok tiga orang, kumpulkan tugasnya minggu depan paling telat jam sepuluh pagi di meja saya, paham?" ujar Sinta guru fisika.

"Paham Bu!" jawab para siswa kompak.

Kring!

Akhirnya bel istirahat berbunyi, sebagian siswa terlihat berkeluyuran di lorong depan kelas. Bella yang hanya terduduk lemas menopangkan kepalanya di atas meja.

"Ke kantin yuk! " ajak Belinda.

"Enggak ah, malas."

"Lo kenapa?" tanya Anita.

"Enggak apa kok."

"Kok lemes banget? Lo enggak sarapan?" tanya Belinda.

"Iya, tadi keluar pagi-pagi, enggak sempat sarapan, trus masa gue enggak dikasih makan dari semalam, mana gue di suruh go food lagi, jelas-jelas gue enggak punya aplikasinya dan enggak pernah pesan begituan."

Anita mengerutkan alisnya binggung. "Maksudnya lo engga dikasih makan sama Mama lo dari semalam?"

Jleg!

Mampus gue! Aduh ni mulut tak bisa direm! Kutuk Bella dalam hati.

"Iya, maksud lo gimana sih? Kok gue agak gak paham ya, masa lo enggak dikasih makan? Secara Mama lo buka restoran, masa iya anaknya enggak dikasih makan?" tanya Belinda bertubi-tubi.

"Ehm... itu... semalam itu restoran rame banget, iya... rame banget, sampai-sampai semua bahan habis. Jadi gue enggak kebagian untuk makan, jadi gue bawa tidur sampai pagi, makanya sekarang gue lapar banget," jelasnya asal.

"Ah masa?" tanya Anita menatap Bella curiga.

"Serius! Sekarang mending kalian beliin gue makanan," ucapnya cepat, "sebelum gue mati kelaparan," lanjutnya.

"Ayuk la ke kantin."

"Males, nanti ketemu dia, seragamnya belum gue balekin."

"Ya udah lo di sini aja, gue sama Belinda aja yang ke kantin beliin makan untuk lo," sahut Anita sembari menutup novel miliknya dan meletakkannya di dalam laci.

Untung saja mereka enggak banyak nanya! batin Bella.

Drrtt!

Sebuah pesan masuk dalam ponsel Bella.

After 30 Day [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang