[BELUM REVISI]
Bukan tentang cinta segitiga atau geng motor di sekolah. Tetapi tentang seorang gadis polos yang harus bersandiwara menjadi istri seorang pengusaha muda, sementara dirinya masih terduduk di bangku SMA.
Pertemuan awal yang mendadak...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tidak dapat tidur semalaman, perasaan khawatir yang dirasakan membuatnya terjaga sepanjang malam. Bella meraih benda pipih di atas nakas, melirik jam pada display ponselnya. Sekarang waktu menunjukkan jam empat pagi.
Gadis itu bangkit dari posisinya, melangkah keluar kamar dengan pelan dan menuju ke balkon. Dari pada terbaring di dalam kamar, ia lebih memilih duduk santai di depan balkon sembari menatap langit yang gelap.
Sekitar satu jam ia terduduk di sana, Leo yang juga terbangun mencoba untuk menghampirinya. Ketika sadar seseorang melangkah ke arahnya Bella langsung bangkit dari tempatnya, berjalan melewati Leo begitu saja dan masuk ke dalam kamar.
Bella mengganti pakaiannya dan membawa beberapa pakaian di dalam tasnya. Tanpa kata ia berjalan keluar meninggalkan apartemen, bahkan ia mengabaikan pertanyaan Leo yang menanyakan ke mana ia akan pergi sepagi ini.
Lelaki itu merasa sedih dengan sikap Bella yang mengabaikannya, juga perasaan bersalah karena telah membentak gadis itu semalam. Leo mencoba untuk minta maaf pada gadis itu dengan mengirim sebuah pesan singkat padanya.
***
Sudah tiga hari Bella tidak ke sekolah, ia meminta izin kepada walikelasnya untuk menjaga ibunya yang sedang sakit. Ia juga melarang kedua sahabatnya untuk menjenguk ibunya.
"Bella ke mana?" tanya Raymond pada Anita.
"Izin enggak masuk."
"Yah kami juga tau bego! Alasan enggak masuknya kenapa?" tanya Kai dengan tidak santai.
"Bertanyalah dengan sopan!" ketus Belinda sembari menyantap miso di hadapannya.
Kemudian Kai mengangkat tangan, layaknya ingin memukul gadis di hadapannya. Namun Raymon langsung memukul tangan lelaki itu, memintanya untuk tidak membuat keributan.
"Kenapa dia enggak masuk?" tanya Raymond kembali.
"Mamanya masuk rumah sakit, jadi dia harus jaga Mamanya, jangan tanya gue di rumah sakit mana, karena pesan gue dari kemarin enggak dibales," jelas Anita.
"Sama! Pesan gue juga cuma di read doang!" sambar Belinda.
Mendengar jawaban Anita yang cukup jelas, lelaki itu tidak lagi bertanya. Ia langsung berjalan meninggalkan kantin dan cabut dari sekolah. Padahal ini baru jam istirahat pertama dan masih ada enam jam pelajaran lagi yang harus ia lewati.
Dengan nekat ia mencari keberadaan Bella di setiap rumah sakit yang tidak jauh dari tempat tinggal Bella.
***
Malam ini angin bertiup kencang, membuat cuaca malam terasa lebih dingin. Meskipun air yang turun belum deras, tetapi rintikan hujan dapat dirasakan. Malam yang dingin nyamannya bersembunyi di balik selimut, tetapi keadaan memaksa Leo untuk keluar dari apartemen.