Chapter 14 : Between

3.6K 288 27
                                        

Pagi kediaman Kim mendadak ramai saat Tianshi datang bersama Babanya-Yang Yang. Kedatangannya yang tanpa pemberitahuan, membuat heboh seisi rumah-eh tidak, hanya dua orangtua di sana yang sibuk membereskan rumah.

Joon Eun sedikit terkejut melihat Yang Yang, lantas menoleh pada Tianshi. Ia baru ingat kalau dulu, mungkin setahun dua kali (saat masa libur sekolah), ada anak perempuan yang akan datang dan bermain bersamanya selama 5 hari. Ternyata itu Tianshi. Ia mengenali Yang Yang karena laki-laki itu sering muncul di layar kaca, dan drama yang diputar mamanya. Tapi, ia tidak mengenali Tianshi karena anak itu berhenti datang begitu mereka masuk ke jenjang SMP. Dan karena psikologinya terganggu beberapa waktu belakangan, ia tidak mudah mempercayai orang di sekitarnya.

"Pantas saja dia begitu semangat mengejar-ngejarku, sejak hari pertama masuk," batin Joon Eun.

"Paman mendengar kabar tentangmu," ucap Yang Yang dengan senyum yang membuat kedua matanya tinggal segaris. Tangannya terulur untuk mengusap kepala Joon Eun. "Kamu hebat, Joonie-ya, karena berhasil melewatinya."

"Terimakasih, Paman," sahut Joon Eun.

"Baba, Joon Eun sangat terkenal di sekolahnya," ujar Tianshi tiba-tiba, sembari memandang Joon Eun dengan jahil. "Semua gadis di sekolah sangat menyukainya."

"Kamu juga?" Yang Yang tertawa melihat wajah anaknya yang langsung menekuk. Ia melirik Joon Eun yang terlihat canggung. "Wajar saja Joonie digilai di sekolahnya, wajahnya sangat tampan seperti orangtuanya."

Wonwoo datang menghampiri dengan nampan berisi minuman dan cemilan. Di susul Mingyu dengan rambutnya yang masih basah, karena baru saja selesai mandi. Tadi mereka sedang asik cuddle saat bell rumah tiba-tiba berbunyi. Dan terkejut mengetahui siapa yang datang.

"Gege tidak bilang kalau mau datang," ucap Wonwoo, ia mendudukkan dirinya di samping Yang Yang.

"Ini juga tidak direncanakan. Ada sesuatu dan jadwal syutingku mundur beberapa hari, jadi aku memutuskan ke sini untuk melihat keadaan Joonie," sahut Yang Yang, sembari menepuk bahu Joon Eun.

"Baba langsung panik saat mendengar kabar Joon Eun, tapi, saat aku mengeluh soal betapa menyebalkannya beberapa temanku. Baba malah menyuruhku diam," protes Tianshi, yang membuat Mingyu dan Wonwoo tertawa pelan. "Padahal kan yang anaknya aku, bukan Joon Eun."

Yang Yang tidak segan menjitak kepala anaknya, tidak lupa dengan deathglare galak yang jatuhnya malah terlihat menggemaskan. "Kamu terlalu cerewet, Tian."

"Kan diturunin dari Baba," sahut Tianshi tidak mau kalah, yang sukses membuat Yang Yang speechless.

"Sudah, sudah, astaga." Wonwoo menggelengkan kepalanya, melihat tingkah ibu anak di hadapannya. "Kalian benar-benar mirip."

"Sayang, aku harus pergi, Seungcheol hyung bilang polisi menemukan jejak Hwang Yeon Jin," ujar Mingyu tiba-tiba, setelah sekian waktu ia sibuk dengan ponselnya. Ia sedikit merasa bersalah saat melihat tubuh anaknya yang tiba-tiba menegang. Di usapnya punggung itu dengan sayang. Setelah rileks ia langsung bangkit dan bergegas pergi.

"Tidak apa-apa, tidak apa-apa." Wonwoo menggenggam tangan Joon Eun, dengan mengusapnya dengan lembut. Setelah beberapa kali pertemuan dengan Dr. Hwa Jin usai photoshoot saat itu, Joon Eun sudah terbiasa melihat wajah Wonwoo tanpa masker dan softlens. Namun, nama Hwang Yeon Jin tentu saja masih belum bisa dihilangkan dari kepalanya, tidak semudah itu. "Joonie sama Mama sekarang."

Itu adalah kalimat yang selalu di ucapkan Wonwoo, ketika anaknya mendadak mengingat momen mengerikan itu. Atau usai memimpikannya. Ia tidak tahu anaknya begitu hebat bisa menghadapi semua itu sendiri selama dua tahun.

[SP] SON || MeanieTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang