Yoon Seok memandang keluarga di depannya dengan bingung. Ia sudah diijinkan pulang oleh dokter dan karena tidak enak hati, ia menerima ajakan keluarga Kim yang katanya sih mau mengantarnya pulang. Dan kini hatinya mulai bertanya-tanya, kenapa semua barang-barangnya kini sudah berpindah ke kediaman keluarga Kim?
“Yoon Seok-a, mulai hari ini kamu tinggal bersama kami. Om Mingyu sudah menghubungi nenekmu dan beliau mengijinkan,” ujar Wonwoo dengan senyum lebar. Ia meraih tangan Yoon Seok dan menyuruhnya duduk di sofa, berdampingan dengan Joon Eun yang memasang wajah datarnya. “Om juga ingin mengucapkan terimakasih karena kamu selalu menolong Joon Eun. Om tidak tahu bagaimana nasib Joon Eun kalau kamu tidak menolongnya. Joon Eun adalah satu-satunya hal paling berharga yang Om punya.”
“Ah, Om seharusnya tidak sampai seperti ini. Saya temannya Joon Eun dan saya kebetulan di sana, jadi saya menolongnya,” sahut Yoon Seok merasa tidak enak hati.
“Om juga minta maaf karena berbuat kasar padamu waktu itu,” ucap Mingyu, bibirnya mengembang membentuk sebuah senyum lembut.
Yoon Seok menggelengkan kepalanya.
“Joon-a, tolong antar Yoon Seok ke kamarnya. Mama mau buat makan siang.” Usai berkata seperti itu Wonwoo langsung bangkit dan pergi menuju dapur. Di susul oleh Mingyu yang langsung merangkul bahu istrinya dengan mesra.
“Ayo,” ucap Joon Eun malas.
Yoon Seok dengan senang hati mengikuti Joon Eun. Ia memandang punggung itu dengan senyuman.
***
Joon Eun mendudukkan dirinya pada kursi di depan meja belajar. Manik hazelnya memandang Yoon Seok yang duduk bersila di atas kasur dengan datar. Ia ingin menghela napas untuk ke sekian kalinya. Mengabaikan senyum secerah mentari yang membuatnya jengah, ia membuka laci meja dan mengeluarkan sebuah tablet.
“Pangeran dari Negeri Salju, heh?”
“Ya! Kamu membuka tab ku seenaknya, eoh?!” Buru-buru Yoon Seok mengambil alih tablet itu dari tangan Joon Eun. Menyembunyikannya di belakang tubuhnya. Kepalanya menunduk dalam, menutupi wajahnya yang memerah karena malu. Ia tidak muka lagi kalau Joon Eun melihat komik yang di buatnya. Pangeran dari Negeri Salju adalah komik bergenre fantasi, yang menceritakan tentang seorang pangeran yang mengurung dirinya di dalam kastil. Dan orang yang mengenal Joon Eun pasti akan langsung bilang, kalau pangeran dalam komik itu meniru wajah anak meanie.
Joon Eun tersenyum dan tertawa pelan. Hal mendadak itu membuat tubuh Yoon Seok langsung membeku. Manik hitamnya seolah hanya bisa melihat wajah indah itu. Selama tiga tahun mengenal anak itu, ini pertamakalinya ia melihat Joon Eun tersenyum. Sangat manis dan membuatnya jatuh cinta untuk ke sekian kali.
“Bukankah aku seharusnya mendapat royalti? Kamu menggunakan wajahku tanpa izin.” Joon Eun menopang dagunya. Matanya memantulkan wajah termangu Yoon Seok.
Keduanya hanya saling memandang untuk beberapa saat. Saling menyelami manik satu sama lain.
“Sang Pangeran sudah mau keluar dari kastilnya,” batin Yoon Seok, bibirnya mengembang membentuk senyum. Hatinya terasa lebih hangat sekarang.
“Yoon Seok-a, terimakasih karena selalu menolongku.”
Pertahanan Yoon Seok runtuh saat itu juga. Ia dengan cepat melompat turun dari tempat tidur, dan mengurung Joon Eun di antara kedua lengannya juga meja belajar. Kepalanya menunduk. “Aku minta bayaran untuk itu.”
“A—”
Belum sempat Joon Eun bertanya, bibirnya sudah dibungkam oleh bibir itu. Matanya terpejam dengan kuat. Jemarinya mencengkram kaos yang di kenakan Yoon Seok. Tubuh itu bergetar pelan dan Yoon Seok yang menyadarinya langsung melepas pagutannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
[SP] SON || Meanie
Fiksi Penggemar[SEQUEL CHILD] BOOK 4 OF 4 FROM SERIAL PREGNANT Kim Joon Eun sudah besar. Ia sudah bukan lagi anak polos yang selalu berada dalam gendongan Papa dan Mama. Tujuh belas tahun dan Joon Eun paham, kalau sebenarnya hubungan orangtuanya itu salah. Kalau k...
![[SP] SON || Meanie](https://img.wattpad.com/cover/235008813-64-k688642.jpg)