"Aku tak tahu bahwa 1 kebaikan yang kulakukan, itu sangat berarti untukmu"
-Syakila
"Aku membutuhkan kamu yang menerimaku apa adanya"
-Rayyan
Yuk langsung baca aja~
Feyla menatap dua makhluk itu. Sungguh ia kaget, saat Fatih menatap lekat Syakila. Tapi dibalas acuh oleh gadis itu.
Ada yang gak beres nih.
Feyla berdeham.
"Ngapain Lo?"
Fatih mengalihkan pandangannya. Tapi tak menatap Feyla, melainkan melahap makanannya.
Feyla yang diacuhkan menjadi geram. Sombong sekali. "Dih si somse asu." Ia kembali sibuk dengan makanannya.
"Permisi," mereka yang duduk di meja itu seketika mendongak. Mendapati lelaki berkacamata.
"Saya boleh gabung?" Pak Rayhan bertanya pada mereka. Tapi tatapannya hanya tertuju pada Syakila.
Fatih yang menyadari itu. Sangat kentara jika Rayhan mengagumi gadis didepannya.
"Boleh, Pak." Feyla yang menjawab.
Pak Rayhan tersenyum. Ia mendudukkan tubuhnya disamping Fatih. Tepat diseberang Feyla.
"Rame ya kantinnya."
"Iya, Pak. Tumbenan." Kini giliran Syakila yang menyahut. Ia sudah menyelesaikan makannya.
"Tungguin dong, Sya." Syakila mengangguk pada Feyla. Feyla tipikal gadis yang kalau makan lama.
Saat ditanya, Feyla malah menjawab yang membuat Syakila ingin muntah. 'Gua tuh kalo makan lama, soalnya selalu halu dulu. Kayak lagi disuapin sama cogan gitu lhoo... Terus ditatap.... Beuuhh. Damagenya bukan maen woy. Bikin senyum-senyum sendiri.'