5 | Long-Awaited Confessions

409 37 2
                                        

*syarat 30 voter, 100 komentar

Panjang ceritanya love. Aku saranin bacanya malem aja yaa. Biar tambah feel.

Jangan lupa kasih vote sama komentarnyaa. Komentar apa aja deh kok ya kalian ada buat nyemarakin ff satu ini😁

Mari melangkah menuju 1k voter ok! Tingkyu yang masih stay di ff ini😘 semoga kedepannya semakin seru ya😂

Kebanyakan b**** nih maaf🙏
Langsung saja ya
Happy reading ✨

🌾

Gallery Arće kini sudah di kunjungi banyak pendatang guna melihat karya-karya dari mahasiswa terbaik seluruh perguruan tinggi departemen seni di Korea Selatan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Gallery Arće kini sudah di kunjungi banyak pendatang guna melihat karya-karya dari mahasiswa terbaik seluruh perguruan tinggi departemen seni di Korea Selatan. Ini sudah setengah hari Hera berdiri menyambut setiap orang yang datang melihat karyanya. Orang-orang yang mengerti seni dan juga orang kalangan atas yang memiliki minat seni dapat masuk melihat pameran ini.

Hera masih menunggu sesekali tersenyum pada beberapa orang yang mengenalnya, Hera juga mengenal mereka yang sebagian besar adalah kolega ayah tirinya. Sekalian dirinya berbincang untuk mengulur waktu, menunggu seseorang.

Namun, saat semuanya telah beranjak pergi dan beberapa teman Hera telah meninggalkan tempat karena gallery itu tidak menyisakan pengunjung lagi. Hera bahkan hendak ikut pergi dengan yang lain, dengan wajahnya nampak murung meski tetap dipaksa baik-baik saja. Ini karena seseorang yang dirinya undang tidak datang untuk melihat lukisannya.

Tapi satu tarikan lembut di lengan kirinya mampu membuatnya hampir memekik jika sebuah ciuman sekilas itu membungkamnya dengan apik. Meredakan teriakan Hera yang bisa saja menggema di semua ruangan.

"Maaf aku telat" pinta pria di depannya. "Jangan murung seperti itu Honey. Aku kan sudah minta maaf"

Hera memukul dada pria itu namun setelahnya disambut dengan pelukan hangat, menelusupkan kepalanya ke cerucuk leher sang pria. "Aku tidak murung lagi, karena kau sudah datang" katanya senang

"Kau pakai parfum yang ku belikan ya, Honey?"

Hera menarik diri dari pelukan itu dan mengangguk mengiyakan. "Aku suka wanginya" ucapnya ceria. Kemudian menarik lengan Yoongi untuk di ajaknya melihat sebuah lukisan hasil karyanya.

"Wah indah sekali," puji Yoongi saat melihat betapa indahnya warna pastel dan warna tegas yang kontras dengan warna putih kanvas itu melebur menjadi satu. "Seperti dirimu" lanjutnya sembari mengusap rambut panjang Hera pelan.

"Apa tema nya?"

"Le lâche" Hera menatap lekat lukisannya yang terpampang indah, lalu tersenyum saat mengingat kembali ide gila dari sebuah lukisannya. "Orang-orang tertawa saat aku mengatakan tema dari lukisanku" Hera menghela nafasnya pelan.

A Puzzle Pieces✔️ [REVISION]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang