#. His Friends

694 79 14
                                        

Sehun pernah cerita kalau katanya dulu itu dia adalah salah satu anggota geng motor terbesar di Bandung. 

Awalnya gue gak percaya. Karena modelan Sehun tuh keliatan kaya anak-anak milenial yang hobinya nongkrong di starbucks. Sehun pun sempet ngambek karena gue terus gak bisa percaya sama ceritanya.

Sampai pada saat Sehun bawa gue kerumahnya untuk ketemu Bunda dan Ayah. Akhirnya gue percaya kalo dulu cowo gue memang pernah jadi salah satu bagian dari anggota geng motor. 

Diliat dari 2 motor Honda Gelatik yang terparkir bersih di garasi rumahnya, dan beberapa figura berisikan foto dia sama teman-teman se-gengnya saat masa SMA.

Belajar dari film Daylen. Gue gamau menyimpulkan lebih dulu tentang dia dan geng motor masa lalunya. Karena pesan moral diakhir cerita menyatakan bahwa gak semua geng motor itu identik dengan kekerasan.

Kaya Daylen yang ngerasa lebih bebas dan bahagia saat sama temen-temennya itu. 

Waktu itu gue pun sempet banyak tanya tentang masa SMA-nya bersama geng motor, mulai dari kenapa dia mau masuk geng motor, sampai kenapa dia mutusin buat keluar dari geng motor.

"Alesannya mah simple aja Ta. Namanya cowo pasti lebih banyak penasaran sama pengen nyobanya. Jadi yaa ikutan deh, bareng si Kayi juga." 

"Loh? Kak Ayi juga?!"

"Iya, itukan ada potonya paling depan yang sok gaya." 

"Terus kenapa keluar?"

"Simple lagih. Makin gede makin ngerti mana yang harus lebih di prioritasin. Aku lebih milih fokus sama pendidikan aku." 

Bersyukur pemikiran Sehun udah dewasa dan terbuka saat itu. Tapi setelah itu gue kembali nanya.

"Terus ini cuman ber-9 gini?"

"Nggak. Itumah pasukan inti disebutnya." 

"Pasukan inti gimana?"

"Yang punya jabatan tinggi Ta."

Awalnya gue bingung yang dimaksud sama jabatan tinggi itu gimana. Akhirnya bibir gue kembali nyerocos sampe puas.

"Maksudnya anak-anak pejabat semacam anak walikota gitu?"

"Hahaha! Engga atuh sayang."

"Maksudnya teh, kaya jabatan ketua, sekretaris, bendahara, sampe pemimpin pasukan serang." 

Wow, keren juga pemimpin pasukan serang.

"Terus kamu kan ada disini juga, kamu jadi apa? E-eh, jangan bilang.."

"Nggak, pemimpin pasukan serang yang ini, Kang Cahyo. Aku jadi tombak strategi."

"Oh keren."

"Siapa?"

"Kang Cahyo."

"Halah. Kamu mah belum tau aja aslinya!"

Sejak saat itu, gue mulai percaya sama semua cerita Sehun tentang temen-temennya. Karena sekarang, detik ini, dan di nafas gue yang kesekian hari ini. Gue udah duduk tepat berada di depan Kang Cahyo.

Si pemimpin pasukan serang pada masanya.

Bertempat di Warung Setiabudi. Kembali Warung. Tempat favorite kedua Sehun. Yang katanya banyak kenangan mulai dari pertemuan pertama kita, sampai tempat Akang Surabi favotitenya.

Siang ini gue diajak Sehun untuk ikut ke reuni pasukan intinya. Semua pasukan inti kumpul lengkap, ada yang bawa gandengan kaya Sehun, ada yang dateng sendiri, ada juga yang datang cuman bawa badannya kaya Kak Ayi, jiwanya ditinggal.

Gue cukup kenal deket sama Kak Ayi ini, karena setiap ketemu Kak Ayi Sehun sering bawa gue. Beruntung Kak Ayi anaknya asik dan humoris.

"Heh! Kunaon sih maneh, bengeut jiga can diistrika kitu!" Komentar Kang Cahyo yang baru aja sadar ada Kak Ayi di sebelahnya.

"Teuing ah, lieur urang nugas wae." 

Muka sama dandanannya memang acakadul banget sih.

Ah iya, gue nggak terlalu fasih Bahasa Sunda. Cuman bisa sedikit-dikit, itupun diajarin Sehun.

"Eh Neng Airin! Kumaha damang?" 

"Damang Kang! Hehehe."

"Meni makin geulis ih. Kalo bosen sama si Sehun, call-call Akang aja ya Neng." 

Gue cuman bisa ketawa canggung, beda sama Sehun yang langsung ngegeplak punggung Kang Baek keras, sampai keduanya berakhir adu mulut.

"Airin di ITB juga kan? Masuk mana?"

Pandangan gue bralih ke Kang Diyo yang jelas lebih kalem dari semua temen Sehun. Ganteng, tapi udah bawa gandengan guys.

"Masuk SBM Kang." 

"Wihh keren. Sama dong nih, sama Serlly." 

Gue noleh kearah Teh Serlly yang cuman ngangguk dan senyum-senyum manis. Sempet kaget sesaat karena baru tau huhu.

"Aku sering liat kamu kok."

Gue cuma ngeringis malu dan senyum-senyum gak jelas. Sampai tiba-tiba suara serak seorang cowo bikin semua yang lagi sibuk ngobrol teralihkan, menatap Kang Lay yang tiba-tiba teriak pengen muntah.

Jelas semua panik setelah liat muka Kang Lay yang agak merah. Belum sempet Kang Chen narik Kang Lay ke toilet, Kang Lay udah duluan muntahin semua isi perutnya di atas meja. Sumpah..

Sebagian orang kabur dari meja panjang ini, sebagai lagi malah lari ke toilet ikutan muntah. Sedangkan gue ditarik Sehun sedikit ngejauh.

"Mabok susu soda anying!" 

Gue..

Speechless..

Bersambung..

Di ketuai oleh Bapak Suhoendra

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Di ketuai oleh Bapak Suhoendra.

###

ngebut banget ngetiknya sorryyy :(



Sehun Girlfriend | HunreneCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang