#. 1st

613 68 24
                                    

Jangan dibaca pas lagi puasa. 

——————————————————

"Sehun.

"Mm-hm?"

Gue tersenyum sembari mengusap rambut legam Sehun yang berantakan karena baru bangun tidur. 

Sekarang jam dua belas lebih tiga puluh malam, tanggal 12 april 2021. Hari dimana Sehun semakin tua karena pertambahan umurnya. 

Sebenernya ini nekat. Tepat di jam 12 malem gue keluar rumah untuk ke apartemen Sehun dan ngasih dia suprise. Bener-bener sendiri, tanpa bilang ke orang-orang rumah, gue juga bawa mobil. 

"Sayang? Kok disini?" 

Masih dengan suara seraknya, Sehun kembali kebingungan dengan kehadiran gue saat ini. Matanya mengerjap sebentar, lalu fokus kearah jam dinding di depan. Setelah itu Sehun kembali menoleh kearah gue yang masih setia duduk disampingnya. 

"H-hah? Aku kesiangan?" 

Sehun duduk, nyandarin punggungnya ke headboard, lalu dia mengusap wajahnya sebentar.

"Ini pertama kalinya aku ga bangun denger suara weker." 

"Padahal aku ada kelas jam 8, tapi kayanya kelasnya juga udah bubar sekarang." 

Gue ketawa sedikit kenceng. Ini pasti dia lupa ulang tahunnya, dan nganggap kalo sekarang itu jam setengah satu siang. 

"Coba cek jam di hpnya." 

Sehun sedikit kebingungan karena gue minta cek jam di hpnya. Tapi setelah dia buka layar hp, mukanya keliatan kaget, lalu dia kembali menatap gue.

"Jam 1 malem? Sayang, kamu ngapain disini? Astaga. Naik apa? Sama siapa? Kamu gapapa kan? Kenapa ga telpon aku aja sih?" 

Sehun menarik kedua tangan gue dengan raut khawatir. Sedangkan gue cuma ketawa-ketawa pelan liatin dia. 

"Suprise! Happy birthday dear." Gue menatap Sehun dengan senyum mengembang.

Raut khawatirnya perlahan mulai berubah, Sehun ikutan senyum lalu memeluk tubuh gue dengan erat. Beberapa kecupan jatuh diatas kepala gue. 

"Thank you. I love you."

Gue mengangguk senang.

"I love you too."

"Sehun mau hadiah apa?" 

"Kamu ada dibumi aja udah cukup buat aku." 

"Ih seriuusss."

"Serius kok." 

"Tapi aku udah nyiapin hadiah." 

"Oh ya? Apa?" 

"Nanti. Aku bawa kue, tiup lilin dulu ya?" 

Sehun ketawa pelan, lantas mengangguk setelah itu. 

Gue berbalik untuk ngambil kue bertuliskan 'happy birthday sehun' diatas nakas, udah lengkap pula sama lilin warna-warni yang tertancap diatasnya. Lalu setelah semua lilin menyala, Sehun make a wish terlebih dahulu sebelum meniupnya.

"Makasih." Gue kembali mengangguk dengan tangan Sehun yang udah tersampir disebelah pipi gue. 

Setelah berbalik untuk kembali menyimpan kue, gue mulai mengambil sling bag kecil yang selalu gue bawa kalo pergi-pergian. Mengaduk-aduk isi dari tas itu sebelum mengeluarkan sesuatu. 

Sehun jelas kaget dengan apa yang gue ambil.

"Irene—" Kata-katanya berhenti ditenggorokan. 

"This is a gift for you."

"No. Sayang—"

"Ssst." 

...

"My gift— a sex?

"A-akhh Hun.." 

"Answer me dear."








"N-no. Me.

"The most beautiful gift i ever received."

...

"Sehun.. kamu kesiangan."

"Hum? Gapapa. Hari ini kita bolos aja ya?"

"Oke." 






"Kok belinya yang rasa pisang?"

"H-hun!"

"Padahal kata temen aku wangian yang rasa stroberi."

"Sehun!"

"Hehehe, lucu banget si." 

Bersambung..

haduh..




Sehun Girlfriend | HunreneTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang