#. Get Well Very Soon

535 70 15
                                        

"Ayy kesini atuuh, kangeen."

"Heh, tadi kamu baru nganterin aku pulang ya!"

Di layar kaca handphone Sehun memajukan bibirnya cemberut. 

Selesai bersih-bersih dengan sangat random Sehun tiba-tiba mengajak gue untuk video call. Sedikit heran karena biasanya kita cuma sekedar chat saling ngabarin, setelah itu Sehun sibuk sama urusan kuliahnya, sedangkan gue nonton drakor. 

"Atuh da udah kangen. Aku aja ya yang kesana? bobo sama kamu.

"Hun!" 

Gue bener-bener panik sendiri liat kelakuan Sehun yang tiba-tiba jadi clingy.

"Kenapa? kok tiba-tiba banget?" 

"Kangenn.."

"Sehun, kita baru ketemu loh?"

"Kangen Ayy.. mau nangis.."

Sekarang gue dibuat panik liat mata Sehun yang udah berkaca-kaca, menatap gue masih dengan bibir mengerucut. 

"Sehun kamu sakit ya?"

"Nggak. Kangen kamu.. hks.."

"Iya aku kesana, tunggu sebentar ya? jangan kemana-mana dulu, tiduran aja di kasur."

"Okey.."

Jujur Sehun itu jarang banget sakit, jadi kadang gue pun nggak peka kalau dia lagi merasa gak enak badan. Dan selama hampir setahun pacaran, baru 3 kali gue menjumpai Sehun terserang sakit. 

Terakhir 5 bulan yang lalu. 

"Jangan kemana-mana ya? pleasee.."

Gue menghela napas lalu mengusap bulir-bulir keringat di dahi Sehun. 

"Aku bikin bubur dulu buat kamu, sebentar."

"Ayy nggak mauu!" Rengek Sehun, matanya kembali berkaca-kaca.

Serius deh, gue bener-bener gak masalah ketika Sehun berubah jadi super manja gini saat sakit, hanya aja gue gak tega setiap liat dia yang selalu merasa badannya gak nyaman sampai harus nangis, persis kaya bayi. 

"Sayang aku gak akan kemana-mana, aku janji. Ini aku mau buatin bubur buat kamu, biar kamu bisa makan obat terus sembuh, oke?" 

Sehun terdiam menatap gue, masih dengan tangan yang kekeuh gak mau lepasin jari-jari gue. 

"Jangan lama ya.."

"Iya gak lama." Terakhir gue mengecup dahinya sebelum pergi. 

Sesuai janji, gue pun menepatinya dengan gak berlama-lama ada di dapur, sekarang Sehun lagi duduk, badannya yang keliatan bener-bener lemes bersandar di headboard, sedangkan gue menyuapinya perlahan. 

"Udah.."

"Sedikit lagi, 2 suap lagi." 

"Nggak mauu.."

"Nanti buburnya nangis Hun."

"Nggak papa. Suruh mencair aja sekalian.."

"Kok gitu?"

"Biarin!"

Gue menghela napas. Bayi satu ini..

"1 suapan 1 ciuman."

"Aaaaaa.." Sehun membuka mulutnya lebar-lebar, sontak gue tertawa lalu kembali menyuapinya. 

Cup

"Pinternya anak bunda, lagi, aaaa.."

"Aaaaaa.."

Cup

"Hehehe." 

Dengan gemas gue kembali mengusap dahinya yang masih berkeringat. Setelah itu Sehun mulai memakan obatnya, tablet pake madu, atau gak pisang. 

Maklum ya, Sehun masih bayi, belum bisa makan obat langsung gitu:( 

"Bobo sambil peluk."

Gue mengangguk, lantas berbaring di sebelahnya. Sehun memiringkan tubuhnya guna memeluk gue, dia membenamkan wajahnya pada pada dada gue, matanya mulai terpejam, hingga akhirnya dengkurannya terdengar dengan jelas. 

Get well very soon hubby <3.

Get well very soon hubby <3

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Bersambung..

udahh lama ngga updatee. apa kabar guyss, semoga sehat selalu yaaa.

dapet salam nih dari anaknya bunda 

dapet salam nih dari anaknya bunda 

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sehun Girlfriend | HunreneCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang