#. Background

463 65 12
                                        

Sehabis breakfast kita sama-sama males buat mandi. Sambil nunggu kelas pertama Sehun dimulai jam 1 siang nanti, kita memutuskan untuk rebahan sambil nonton Netflix. Sekalian ngobrolin hal semalem juga sih. 

Setau gue Sehun itu punya kontrol diri yang bagus, bakal sangat mengherankan kalau dia tiba-tiba marah cuma karena cemburu. Biasanya pun kalo cemburu dia akan lebih ke ngambek dibanding marah. 

Dengan berbantalkan paha gue, Sehun asik menonton drama korea yang udah beberapa kali Yasna rekomandiskan pada gue, judulnya Vincenzo, katannya sih seru pake banget. 

"Jadi bener semalem kamu cemburu gara-gara aku ngopi sama Darma?" 

Awalnya Sehun ga menjawab, dia malah berbalik lalu membenamkan wajahnya di perut gue. Gamau memaksa, gue pun hanya mengusap rambutnya beberapa kali, kembali fokus pada tv. 

Lima menit kemudian Sehun bergumam kecil.

"Darma itu suka sama kamu." 

Gue terkejut, lantas menatap Sehun yang sudah membalikkan badannya seraya menatap gue. 

"Hah? Masa sih?" 

"Iyaa tauuu! Makanya aku sebel." 

"Serius? Kamu tau dari siapa?"

"Ciuss miayam! Dia sendiri yang confess ke aku." 

Gue akui ga mengherankan kalo ada cowo yang suka sama gue selain Sehun, tapi ini Darma. Mengejutkan saat dia sendiri udah tau kalo gue adalah pacarnya Sehun. Dan bahkan, dia sendiri yang confess ke Sehun?

"Kok aku gatau.."

"Kamu kan emang ga peka." 

Gue mencibik, "aku kan udah nganggap Darma kaya adik aku."

"Yahh, kejebak adik-kakak zone dong?" Gue mencubit lengan Sehun pelan. Lagi serius juga, malah becanda.

"Apa katanya?"

Sehun terlihat mengingat-ngingat sebentar, lalu menjawab dengan mata yang menerawang ke atas. 

"Dia minta maaf udah kurang ajar suka sama kamu. Dia bilang untuk ga usah khawatir karena dia juga ga berani buat rebut kamu dari aku. Terus dia juga ngeyakinin aku kalo itu cuma perasaan sesaatnya, dia confess karena dia ngerasa udah kurang ajar sama aku." 

"Makanya waktu liat kamu ngobrol akrab gitu sama dia aku jadi kesel sendiri. Aku mulai khawatir kalo perasaannya malah bertahan."

Gue mengusap pipi Sehun perlahan, sebenernya gue sedikit ga fokus karena bibirnya maju-maju gitu. Gemesh. 

"Soalnya itu pasti bakal ngeberatin dia. Dia tau kalo dia ga akan pernah bisa gapai kamu."

"Kenapa?"

"Kan beda agama hihi." Gue terkekeh geli melihat Sehun yang cekikikan sendiri.

"Emang udah paling bener kamu tuh sama aku. Iya kan?" 

"Iyaaa iyaaa." 

Gue menunduk untuk mengecup bibirnya beberapa kali. 

Cup

Cup

Cup

"Tumben cium-cium?"

"Ga mau?"

"Mau lah! Gila kali."

Setelah itu kita malah cuddle di sofa, sampai 2 jam kemudian Sehun mulai mandi dan siap-siap untuk ngampus. Gue? Karena kelas gue mulai jam 3, gue santai-santai aja nonton drama korea sambil sesekali mainin hp Sehun. 

↷↷↷

Meanwhile setelah Irene otak-atik hp Sehun:

Meanwhile setelah Irene otak-atik hp Sehun:

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sehun Girlfriend | HunreneCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang