Dalam mimpinya, pikiran Raelyn masih mengulang kembali permainannya dengan Xael kemarin malam. Damn, last night was wild. Ia merasa tersihir oleh sentuhan Xael. Ia seperti menyerahkan tubuhnya begitu saja, mengikuti semua permainan dan posisi yang Xael minta. Tapi tak masalah, lebih baik seperti itu, lagi pula ia tidak memiliki pengalaman tentang bercinta sama sekali.
Raelyn merasakan sentuhan dingin di pipinya. Seketika kesadarannya tertarik dari mimpinya. Matanya terbuka cepat karena terkejut dengan sensasi dingin yang sekarang menjalar ke lehernya. Nafas lega terhembuskan dari bibirnya yang terbuka setelah mendapati sosok Xael di depannya, duduk di samping kasur. Xael tersenyum manis kepada sembari membawa tangannya ke atas, kembali mengusap pipi Raelyn lembut.
Raelyn memejamkan mata menikmati sensasi lembut tangan Xael. Rasa dingin yang awalnya mengganggu hilang begitu saja setelah mengetahui bahwa itu berasal dari Xael. Raelyn merasakan tangan Xael bergerak di bibirnya, mengikuti lekukan bibir Raelyn. Tanpa sadar desahan kecil keluar dari mulutnya. Ia langsung membuka mata setelah menyadari hal itu.
Malu. Pagi pagi sudah mendesah! Pikirnya kacau.
Reaksi Xael hanya tersenyum miring, seperti puas dengan perbuatannya. "Good morning." sapa Xael.
"Morning." lirih Raelyn masih malu.
Xael terkekeh ringan sebelum beranjak dari kasur menuju ruang gantinya. Raelyn baru menyadari bahwa Xael sudah berpakaian rapi. Kemeja putih dan celana kain hitam sudah melekat rapi di tubuhnya. Segera Raelyn bangkit dari tidurnya lalu menybar ponselnya yang berada di atas nakas.
Sabtu. Tulisan 'Sabtu' terpampang di layar ponselnya. Setahu Raelyn kantor Xael libur saat hari Sabtu. Lalu kemana Xael akan pergi?
Tak lama kemudian, Xael kembali dari ruang ganti dengan dasi sudah terkalung pada lehernya. Xael berhenti di depan cermin untuk merapikan penampilan sekali lagi.
Raelyn tak kuasa menahan rasa penasarannya, pertanyaan di pikirannya pun terlontar keluar dari mulutnya, "Kemana kau akan pergi?"
"Ada beberapa hal yang perlu ku urus." ucap Xael sembari berjalan menghampiri nakas di samping Raelyn. Xael mengambil jam tangannya lalu diam sebentar untuk memangsangnya dipergelangan tangannya.
Jadi hanya seperti ini? Tidak ada hal spesial di pagi setelah pertama melakukannya? Tidak ada sarapan di kasur atau apa pun itu?
"Oh untuk sarapan kau bisa meminta pembantu untuk membuatkanmu apa saja." ucap Xael seolah tahu apa yang Raelyn pikirkan. "Biarkn saja tempat tidur berantakan, nanti ada pembantu yang merapikan." tambah Xael.
Raelyn kembali memperhatikan Xael yang sedang sibuk memasang jam tangannya. Entah kenapa ia merasa tidak ingin ditinggal oleh Xael. And damn, Xael looks so good this morning. Sambil menjepit selimut di dadanya, Raelyn berpikir untuk melakukannya lagi dengan Xael. Ia pernah membaca di sebuah artikel kalau morning sex bagus untuk kesehatan. So let's do this.
Setelah selesai dengan jam tangannya, Xael membungkuk lalu mengecup puncak kepala Raelyn sembari berbisik, "Semalam benar benar luar biasa. Aku menunggu untuk melakukannya lagi."
Xael menegakkan tubuhnya hendak pergi. Namun sebelum itu terjadi, Raelyn sudah lebih dahulu menarik dasi Xael dengan cepat, menariknya untuk ikut berbaring lagi di kasur bersamanya. Dengan sigap tangan Xael sudah berada di samping tubuh Raelyn, menopang tubuhnya agar tidak menjatuhi tubuh Raelyn di bawahnya.
"What are you doing?" tanya Xael sambil terkekeh kecil. Raelyn membalasnya dengan senyuman nakal.
Tangan Raelyn bergerak melepaskan ikatan dasi yang melingkar di leher Xael. Ia mendapati Xael tengah mengamati kegiatannya dengan tersenyum bangga. Setelah selesai dengan dasi, Raelyn membawa tangannya turun ke bawah menuju sabuk celana Xael. Dengan cekatan, tangannya berusaha membuka sabuk celana Xael kemudian turun menuju retsleting celananya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Babysitter With Benefits
RomanceMengasuh anak kecil? Sudah biasa. Namun bagaimana jika turut mengasuh daddy dari anak tersebut? Ini baru luar biasa. Kali ini ini Raelyn Caden tidak hanya menjadi pengasuh anak kecil bernama Griffin melainkan juga menjadi pengasuh daddy dari anak te...
