[] 12. Ban kempes []

602 62 5
                                        

-0o0-

"Yakin lo pilih yang ini?"

"Kenapa?" Bingung vero.

"Nggak warna lain aja gitu? Itu ada yang warna pink loh." Tawar namjoon karna hoodie yang dipilih vero itu warnanya hitam.

"Lo mau beliin gue atau yoora? Udah, lo bayar ini hoodie trus kita balik."

Namjoon milih nurut karna dia tau vero itu berbeda, setelah namjoon bayar hoodienya mereka berdua keluar dari mall dan pergi ke tempat parkir.

Buat apa?




Maling motor. G

Buat ambil motor namjoon, dan balik lah mereka berdua.

Tapi nggak semudah itu buat namjoon sama vero buat pulang dengan lancar, dan karna authornya gabut. Di buatlah ban motor namjoon kempes mendadak di jalan.

"Kok berenti?" Tanya vero.

Namjoon bingung sambil liatin ban motornya. "Duh. Ver, bannya kempes nih."

Namjoon menghela napas dalam dalam, seharusnya kemarin kemarin dia juga ikut servis motornya.

"Astaga! Cobaan macam apa ini?" Kata vero capek, karna seharian ketemu terus dengan kejadian kejadian yang nggak terduga.

Vero turun dari motor dan langsung main jongkok di pinggir jalan, begitupun sama namjoon.

"Sekarang gimana?" Tanya namjoon yang secara nggak sengaja ngebuat dirinya berduaan sama vero, walau di pinggir jalanan.

Vero ngeliat namjoon. "Percuma bang nanya sama gue, gue juga nggak tau."

Dengan tatapan kosongnya namjoon fokus ngeliat jalanan yang kini lagi sepi.

"Ver?"

"Hmmmm."

"Tau nggak, kalau jantung gue sekarang lagi berdebar debar?" Tanya namjoon yang kini ngeliat vero.

Vero juga ngeliat namjoon. "Bersyukur bang, itu artinya lo masih hidup."

"Bukan, jantung gue berdebar debar nggak kaya biasanya." Kata namjoon yang sukses bikin vero bingung.

"Lo---sakit jantung? Periksain gih." Kata vero yang kepekaan nya sangat kurang.

Namjoon nggak ngehirauin omongan vero. "Tau nggak karna siapa?"

Vero makin bingung. "Bang, kalo ngomong langsung intinya aja. Jangan berbelit bel--"

"Itu karna lo ver." Kata namjoon yang motong omongan vero.

Vero diam, mencoba mencerna omongan namjoon. "H-hah? Ap----Hmphhh"

Tiba tiba aja namjoon langsung cium vero, dan kali ini bukan karna kelepasan tapi karna memang niat.

Vero shock karna namjoon yang langsung main nyosor aja, padahal mereka lagi di pinggir jalanan.

Vero berusaha buat ngejauhin namjoon dari dia tapi nggak bisa karna posisi yang nggak memungkinkan.

"Bjir! Harus di sini banget nih ciumannya?"

Dan karna capek vero milih pasrah dan ikut nikmatin ciumannya sama namjoon, dan namjoon yang udah nggak mendapat perlawanan makin memperdalam ciumannya.

Untung mereka berhentinya di bawah pohon dan ketutupan sama motor, jadi aman.

Ada 5 menitan lebih mereka ciuman hingga tautan mereka terlepas karna sama sama kekurangan oksigen.

Namjoon ngeliat vero yang lagi ambil napas, bibirnya bengkak dan rambutnya sedikit berantakan. Hendak mau mencium lagi, tapi nggak jadi karna tiba tiba ada orang yang datang.

"Heh! Ngapain lo berdua jongkok di situ?!"

"Nggak tau sikon banget dah." Batin namjoon.

Vero langsung berdiri sambil ngebersihin pakaiannya dari debu, dan langsung berakting seakan nggak terjadi apa apa padahal lagi nahan malu.

"Ini loh, b-bannya tiba tiba aja kempes."

"Mau ngakak tapi kasian." Jin.

"HAHAHAHAHAH! KASIAN AMAT LO BERDUA!" Dan ini adalah suara ketawa dari adek tak terpuji seorang kim namjoon.

"Udah di wakilin ternyata." Jin.

Hoseok turun dari motor dan nyamperin namjoon sama vero--- lebih tepatnya motor namjoon. "Wahh, ini mah kempes karna ketusuk paku."

"Lah, masa?"

Namjoon juga berdiri dan ngeliat ban motornya yang ternyata memang ada paku. "Lah iya, kok pas gue cek tadi gue nggak liat yah."

"Ni jalan ada penunggunya kali." Ceplos taehyung.

"Jangan memperkeruh suasana anjay!" Saut jin.

"Ceroboh banget lo jadi orang. Gini aja, di deket sini Kekknya ada bengkel. Kita bawa kesana aja." Kata hoseok yang kembali lagi ke motornya.

Namjoon mikir sambil garuk garuk kepalanya. "Yaudah, tapi ini gimana cara bawanya."

"Yah dirong lah, nggak jauh kok." Jawab hoseok dengan watados.

"Gue sendiri yang dorong?" Kata namjoon sambil nunjuk dirinya sendiri.

"Sama bang jin sono." Kata hoseok sembari ngelirik jin.

Dan yang punya nama cuma pasang muka kaget dramatis. "Kok gue?!"

"Ya mau siapa lagi? Bang suga? Yakin deh nggak bakalan nyampe." Kata hoseok yang lagi lagi ngomong dengan muka tanpa dosyah.

"Selamat berjuang abang abangquh." Kata vero yang sebelumnya udah merebut paksa motor suga dan di belakangnya ada jungkook.

Seketika muka namjoon ketekuk.

"Kok vero biasa biasa aja sih?" Batin namjoon.

Kompam nampilin muka kecutnya, jin sama namjoon pun dengan terpaksa mendorong motor namjoon ke bengkel yang katanya dekat itu.

"second kiss gue itu sama bang namjoon berarti yakan? Fak lah!"




-0o0-







- CWK OR CWK?! -Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang