-0o0-
"Seketika genrenya jadi action." Jin.
"Padahal baru aja minggu kemaren adu mekanik sama maling, udah ikut tawuran aja." Hoseok.
"Lebih tepatnya kejebak dalam tawuran." Koreksi soobin.
"Si vero kejang kayaknya kalo nggak berantem seminggu." Ceplos Jin.
"Jadi inget pas masih kelas 10 si vero ngajakin preman kelas 12 buat duel berantem." Kata yeonjun tiba tiba.
"Trus siapa yang menang?" Tanya taehyung penasaran.
"... Vero, " Yoora.
"Nggak lagi deh macam macam sama vero." Ucap jimin yang nggak habis pikir sama vero.
Vero itu beneran cewek nggak sih? Begitulah pikir jimin.
"Eh yoor, bukannya vero ulang tahun yah sekarang?" Tanya yeonjun sambil nunjukkin jam tangannya yang udah nunjukkin jam 00:15 menit.
"Tadi rencananya pengen bikin kejutan buat vero, eh di tungguin veronya nggak balik balik." Yoora.
"Eh iya, bentar aku ngabarin bunda dulu soal keadaan noona." Jungkook.
"Eh, jangan bilang yah kalau vero lagi di rumah sakit. Cari alasan lain ajah." Namjoon.
"Siap... "
Setelah kepergian jungkook buat nelpon, yeonjun sama soobin langsung mepet ke yoora.
"Yoor, itu yang tadi siapa dah?" Bisik yeonjun ke yoora.
"Itu tadi jungkook, adek kelas kita. Adeknya vero juga." Jelas yoora.
Yeonjun sama soobin bingung. "Loh, sejak kapan vero punya adek?"
"Adek angkat itu." Jelas yoora lagi.
"Oohhh..."
"Ehem! Emang boleh semepet itu?" Nahloh, anjingnya menggonggong.
"Ini siapa lagi nih?" Bisik soobin.
Yoora ngegetok kepalanya soobin. "Kurang apdet banget jadi orang! Pacar gue, dia kan murid baru kemaren, tuh yang disana juga." Kata vero sambil nunjuk taehyung.
Soobin cuman bisa ngelus ngelus kepalanya yang abis di getok sama yoora. "Santai atuh mbak, kepala orang ini."
"Kita sampe kapan di sini?" Tanya suga yang diem daritadi.
"Bilang aja kalau ngantuk! Molor aja tuh di otak lu itu." Omel Jin.
"Bentar dulu bang, nunggu dokternya dulu." Yoora.
Ceklek
Pintu ruangan vero sama taehyun kebuka, dan nampakkin dokter yang ngurusin vero sama taehyun.
Yoora berdiri. "Gimana dok keadaan temen saya?"
"Ehmm sebelumnya saya pengen mastiin dulu gender dari 2 pasien di dalam." Tanya dokter tadi, dokternya cewe btw.
Yoora berbalik dan ngetatap yang lain dan kembali ngetatap dokternya. "Mmm kalau yang badannya pendek itu cowok tulen dok, tapi kalau yang satunya lagi---cewek dok."
"Pantesan, hampir saya kira cowok tadi--" Kata dokternya sambil ketawa ganteng.
"--tapi, emang boleh se datar itu?" Lanjut dokternya.
Anak cowok yang ngerti arah pembicaraan dokternya cuman pura pura nggak denger dan sebagainya.
Yoora ketawa terpaksa. " Hehe yah gitu deh dok, ngomong ngomong hasil pemeriksaannya gimana yah?"
KAMU SEDANG MEMBACA
- CWK OR CWK?! -
Random"DIA CEWEK BANG!" Cewek? Tinggi? Iya Ganteng? Iya Tatapan gue beralih ke dadanya. "Liat apa lo?!" Datar tuh. [On going]
