-0o0-
"Jadi kamu mukul vero pakai wajan mama karna kamu kira maling?!" Tanya papa namjoon yang di balas anggukan lemah sama namjoon.
Jadi karna namjoon ketahuan nyembunyiin vero di kamarnya, yoora pun langsung ngadu ke dan berakhir dengan namjoon yang kini lagi di introgasi.
"Dasar kamu ini, veronya sampai pingsan kan." Kata mamanya sambil ngelus ngelus kepala vero yang masih dalam keadaan terlelap.
"Kan nggak ada yang tau mah, apalagi vero mencurigakan banget pas aku ciduk di dapur tadi." Kata namjoon sambil ngebela dirinya karna gak ada yang bela.
"Tapi masa langsung di pukul sih?! Kalo mati di tempat gimana?!"
"Ya masa gue harus nanya dulu?!"
"Udah udah, ini vero kamu bawa ke kamarnya yoora dulu. Nanti biar papa yang bilangin bundanya kalau dia nginep di sini."
Keputusan terakhir hasil interogasi sang papa cuma bisa di iyakan sama namjoon.
Namjoon pun kembali ngegendong vero ke kamar yoora, dan sesampainya di kamar langsung di letakin aja tanpa di selimutin atau apapun itu.
Nggak usah manja, harus mandiri.
.
.
.
.
.
.
.
Malam kini berganti ke pagi dan kini di rumah namjoon tepatnya di kamar yoora masih ada yoora sama vero yang tertidur lelap.
Vero menggeliat pelan dan perlahan lahan ngebuka matanya.
"Kok gue ada disini--Akh!" Kagetnya vero pas dia sadar bangunnya bukan di kamarnya, dan makin bingung pas vero mau bangun tiba tiba aja punggungnya kerasa nyeri.
"Bangun juga lo akhirnya." Tiba tiba aja di ambang pintu muncul sosok Namjoon yang lagi nyender di pintu kamarnya yoora.
Dan dengan ekspresi muka polos kebego begoan nya vero ngetatap namjoon.
"Lo kayaknya punya bakat buat ngerepotin orang deh, suwer ini mah." Kata namjoon sambil jalan ke arah vero sambil bawa makanan yang di rahasiakan namanya oleh author.
"Apa lagi sih anzerr!"
"Bacot! Udah habisin aja tuh makanan trus lo balik dah ke rumah lo, jangan lupa buat obatin punggung lo itu." Kata namjoon yang langsung pergi gitu aja dan sukses bikin vero jadi bingung, tapi tetap melahap habis makanan yang di bawa namjoon tadi.
-Di rumah vero-
Setelah sarapan gratis di rumahnya yoora, vero pun langsung balik ke rumahnya.
"Tumben kamu nginep nggak bilang ke mama dulu." Ucap bunda ke vero yang lagi siap siap mau ke sekolah.
"Nggak tau juga, vero juga bingung bangun bangun tiba tiba udah di kamarnya yoora."
"Bodo ah, vero berangkat ke sekolah dulu yah bund." Kata vero yang udah mau berangkat tak lupa salim sama bundanya.
Bunda cuman geleng gelengin kepalanya ngeliat vero. "itu anak siapa sih? Kok Abstrak gitu bentukannya?"
Setelah beberapa menit perjalanan, vero kini udah sampai di sekolahan.
Dan seperti biasa bak idol idol terkenal vero udah di sambut sama fans fans tercintanya di koridor sekolah.
"KYA KAK VERO MAKIN GANTENG AJA!"
"ALHAMDULILLAH DAPAT ASUPAN DI PAGI HARI!"
"KAK NOTICE AKU KAK!.."
Teriakan tadi langsung di hadiahi wink manjah dari vero yang ngebuat orang yang tadi teriak pingsan di tempat.
Gini gini vero juga nikmatin kalau ada fans fansnya yang godain dia. Ibar
"VEROOOOOO!!"
Terdengar teriakan seseorang dari arah belakang vero yang ternyata si yoora yang entah kenapa mukanya keliatan agak nggak santai.
"Napa lu?" Tanya vero ke yoora yang udah ada di sampingnya.
"Kok ninggalin gue sih?" Kesal yoora.
"Lah, lo nya masih tidur juga."
Dan yoora cuma cengengesan sambil minta maaf. "Eh punggung udah lo obatin nggak?"
Ah iya vero hampir lupa sama punggungnya. "Masih agak nyeri sih. Tapi kok punggung gue bisa sakit? terus kok gue bisa nginep di rumah lo?"
"Satu-satu zeyeng."
"Jadi gini... Lo di sangka maling sama bang Namjoon tadi malam, dan berkat kepintaran abang gue itu dia ngambil wajan mama gue terus mukul punggung lo." Jelas yoora.
"Dan?"
"Dan lo pingsan di tempat dan terpaksa deh lo nginep di rumah gue." Lanjut yoora.
Vero meringis sambil megang punggungnya.
"Pantas rasanya nyeri nyeri sedhap."
-0o0-
KAMU SEDANG MEMBACA
- CWK OR CWK?! -
Acak"DIA CEWEK BANG!" Cewek? Tinggi? Iya Ganteng? Iya Tatapan gue beralih ke dadanya. "Liat apa lo?!" Datar tuh. [On going]
