-0o0-
"Ada apa nih? Kok tiba tiba?"
Hari ini dan lagi lagi di cafe, lisa tiba tiba ngajak yoora buat ketemuan mendadak.
"Di sini gue nggak mau basa basi yah yoor, kita ke intinya aja"
Yoora ngangguk ngangguk sambil minum jus yang tadi dia pesen. "Apa emang?..."
Lisa diam bentar. "Abang lo orang yang di sukai sama jennie kan?.."
"Oh git--UHUK!!" Yoora kaget sekaget kagetnya pokoknya sama omongan lisa.
"L-lo ngomong apaansih lis?.."
Lisa bersihin mukanya yang kena sembur yoora sedikit. "Jujur yah yoor, itu bener kan?"
Yoora diam dan entah mau jawab apa. "Lo maunya gue jawab apa memang??.."
"Yah jawab yang jujur lah..."
Yoora ngehela napas panjang lalu ngangguk. "Iya... jennie teman lo itu emang suka sama abang gue, dan maaf juga kalo lo ngerasa gue sengaja nyembunyiin ini dari lo"
"Nggak apa apa kok, gue nggak masalah soal itu, tapi emang bener yah abang lo itu suka sama vero dan ngebuat jennie berfikir kalo abang lo itu homo?" Tanya lisa serius.
Yoora lagi lagi kaget denger itu. "Homo?! Abang gue dikira homo?! Berat rupanya beban mu bang"
Lisa ngangguk. "Dan gara gara itu jennie jadi kesel sama vero, dan tentang vero yang tiba tiba hilang kemarin...ternyata itu semua rencana jennie"
Yoora nggak habis pikir. "Lo tau darimana?"
"Dari pelakunya langsung, dan lebih parahnya lagi, jennie hampir ngelecehin vero kemarin" kata lisa yang bikin yoora jadi pusing seketika.
"Trus trus?...." Kata yoora semangat.
"Setelah itu jennie nggak tau, karna katanya dia nggak sengaja minum alkohol sampai nggak sadarkan diri"
Yoora merinding seketika, pengen banget ngata ngatain jennie sekarang, namun apa daya ada lisa di depannya. "Temen lo itu sehat kan?"
Lisa megang kepalanya. "Sumpah, gue juga nggak habis pikir pas denger pengakuan jennie kemarin, ngerasa bersalah juga sama vero"
Yoora seketika tersadar sesuatu. "Eh bentar, kok lo nggak marah sama abang gue? Bukannya lo harusnya ngamuk yah?"
"Pengennya gitu, tapi dengan kelakuan jennie yang juga sama bangsatnya ngebuat gue nggak bisa berkutik lagi"
Yoora ngangguk ngangguk syukur, seenggaknya lisa nggak marah sama dia. "Trus ini kita gimana?..."
"Yah... apalagi kalo nggak minta maaf sama vero, dia kan yang paling jadi korban di sini"
.
.
.
.
.
.
"Gimana nih Kook, gue harus apa sekarang?"
Dan di sinilah namjoon, sedang minta pencerahan dari jungkook.
"Emang vero bener marah yah sama bang namjoon? Maksudnya ada bukti gitu, siapa tau itu cuman menurut bang namjoon sendiri" kata jungkook.
Namjoon diam. "Nggak tau juga sih, tapi kalo gue inget inget pas dia nutup sepihak telpon gue kemarin dengan nggak santai, menurut gue dia marah"
Jungkook ngangguk ngangguk paham. "Nah kalo gitu, kita buktiin aja dulu"
"Hah maksu--" Belum selesai ngomong, namjoon udah di seret sama jungkook buat keluar.
"Itu vero, sapa gih" kata jungkook yang lagi nunjuk vero yang kebetulan lagi nyuci motor di depan rumahnya.
"Nggak ah Kook, takut gue" kata namjoon lesu.
Jungkook nge dorong dorong namjoon. "ihh sana!! Emang mau kalo vero di ambil orang lain"
Namjoon diam dan setelah itu langsung secepat kilat nyamperin vero.
"H-hai vero..." Sapa namjoon ragu ragu.
Vero ngelirik namjoon sekilas trus pergi gitu aja tanpa kata kata ninggalin motornya yang belum selesai di cuci.
Dan kalian tahu perasaan namjoon sekarang?
HANCUR BERKEPING-KEPING!!
Namjoon nyamperin jungkook dengan muka yang otw nangis. "Huweee Kook!! Vero beneran marah Kook!!"
"Kalo gini ceritanya mah, aku ng--"
"BANGG!! JUNGKOOK!!"
jungkook sama namjoon berbalik,dan nemuin yoora pemilik suara tadi dengan lisa yang juga nampak di belakangnya.
Yoora sama lisa nyamperin mereka berdua. "Lo berdua ngapain di luar sambil peluk pelukan kek gini?"
Namjoon ngerapihin penampilannya. "Lo darimana?"
"Abis ketemua sama lisa..." Kata yoora sambil nunjuk lisa.
Namjoon ngangguk nganggukin kepalanya dan setelah itu langsung nyeret jungkook buat pergi dari sana.
Tapi di tahan sama yoora. "Kalo lo berdua mau pergi jangan dulu deh, gue punya kabar penting"
-0o0-
Hai guys :)
Nggak nyangka ada yang baca cerita yang nggak jelas ini 😀🥹🙏
KAMU SEDANG MEMBACA
- CWK OR CWK?! -
Sonstiges"DIA CEWEK BANG!" Cewek? Tinggi? Iya Ganteng? Iya Tatapan gue beralih ke dadanya. "Liat apa lo?!" Datar tuh. [On going]
