Saat ini, Iqbaal dan (namakamu) tengah menikmati waktu santai mereka disebuah danau.
"Baal, jika suatu saat nanti kita tidak berjodoh gimana?"tanya (namakamu) sambil mengalihkan tatapannya kearah Iqbaal
Iqbaal mengubah tatapannya, dari yang mulanya menatap danau kini berganti menatap wajah cantik disampingnya.
"Gue bakalan tetap bersyukur"jawab Iqbaal dengan senyuman yang menghiasi sudut bibirnya
"Kenapa?"tanya (namakamu) lagi
"Karena gue udah kenal lo dan pernah jadi bagian penting dihidup lo"jawab Iqbaal dengan senyuman yang masih menghiasi sudut bibirnya
"Karena gue pernah ngerasain hangatnya pelukan Lo, ngerasain gimana rasanya jadi orang yang paling Lo sayang, bahkan mungkin menjadi sumber kebahagiaan Lo, gue bersyukur punya kesempatan sebanyak itu"
"Toh masalah jodoh udah ada yang ngatur kan? Mau berjodoh atau tidaknya kita nanti itu tergantung yang diatas dan gue gak peduli soal itu, karena dari awal gue hanya ingin mencintai Lo, bukan untuk melawan takdir"sambungnya
Dan setelah itu mereka terdiam cukup lama, sampai akhirnya Iqbaal kembali membuka suaranya.
"Ikut gue sebentar yuk"ajak Iqbaal
"Kemana?"tanya (namakamu)
"Basecamp, anak-anak lagi ngumpul disana"jawab Iqbaal sambil berdiri dari posisi duduknya lalu menyodorkan tangannya untuk (namakamu)
"Yaudah ayok"ucap (namakamu) sambil menerima sodoran tangan Iqbaal
________________
Skip
Setelah memarkirkan motor sportnya dihalangan depan basecamp, Iqbaal lalu mengajak (namakamu) untuk masuk kedalamnya. Dan kedatangan mereka berdua disambut hangat oleh teman satu tongkrongan Iqbaal.
"Eh bro, sini"panggil salah satu teman Iqbaal yang saat ini tengah berada disudut ruangan dengan beberapa teman Iqbaal yang lainnya
"Sama Devano dulu ya! Gue mau kesana dulu"titah Iqbaal yang dibalas anggukan kepala oleh (namakamu)
Setelah memastikan (namakamu) benar-benar bersama Devano, Iqbaal lalu berjalan menghampiri sekumpulan kawanannya yang berada disudut ruangan.
"Bro"ucap Iqbaal sambil bertos ala pria dengan teman-temannya
"Duduk-duduk"ucap salah satu teman Iqbaal, BD sambil mempersilahkan tempat duduk untuknya
Tanpa berbasa-basi Iqbaal pun langsung mengambil tempat duduknya.
"Rokok"ucap salah satu teman Iqbaal, Karel sambil menyodorkan satu bungkus rokok kepadanya
Iqbaal mengambil satu batang lalu mulai menyulutnya.
"Cewek Lo"tanya Karel sambil menunjuk (namakamu) dengan dagunya
"He'em"jawab Iqbaal
"Kayak pernah lihat gue, tapi dimana ya"ucap Karel sambil mengingat-ingat wajah (namakamu)
"Mantannya si Vano bukan sih?"
Iqbaal membenarkan pertanyaan Karel dengan anggukan kepala ringan.
"Mauan banget sama bekasnya si Vano"cibir Acil yang sedari tadi hanya diam menyimak percakapan antara kedua temannya itu
"Gimana ga mau coba, kalo DOInya secantik itu"timpal BD
"Dasar"cibir Acil lagi
Iqbaal mengepulkan asal asap rokoknya lalu menatap Acil sekilas
"Gue sih bodoamat! Mau dia bekas siapa, kalo udah sama gue beda lagi ceritanya"ucap Iqbaal
"Yang penting gue gak nikung punya temen sendiri"sambungnya
"Gue setuju sama Lo"ucap Karel sambil menepuk bahu Iqbaal
"Kayak pacar Lo bukan bekas orang aja"sambung Karel sambil menatap wajah Acil
"Tau, hasil nikung punya temen sendiri pula"timpal Bryan
"Iya, dan hebatnya lagi dia kayak merasa gak punya salah aja gitu"sahut Jose
"Ya jaman sekarang perusak mana tau gimana rasanya, mempertahankan dari nol Sampek titik bahagia. Eh pas udah bahagia malah dirusakin, anjing banget gak tuh"ucap Karel yang dibalas kekehan kecil dari teman-temannya kecuali Acil
"Gue cabut dulu ya"pamit Iqbaal setelah dia mematikan putung rokoknya diatas asbak
"Ya, kok buru-buru amat sih"ucap BD
"Iya, kasian cewek gue"ucap Iqbaal
"Gak terbiasa ditempat kayak gini"sambungnya sambil bertos ala pria dengan masing-masing temannya
"Yaudah ati-ati"ucap Bryan
"Kalo ada waktu luang, sempatin buat ikut kumpul"ucap Karel
"Pasti"ucap Iqbaal lalu dia kembali berpamitan kepada teman-temannya dan berjalan menghampiri kekasihnya yang terlihat tidak nyaman dengan keadaan sekitarnya
"Mau pulang ga"tanya Iqbaal saat dia sudah berada dihadapan (namakamu)
"Hah"ucap (namakamu) yang kurang jelas mendengar ucapan Iqbaal barusan
"Ayo pulang"ajak Iqbaal
"Cepet banget"ucap (namakamu)
"Udah ga usah bawel"ucap Iqbaal
"Mau ikut pulang ga? Kalo ga gue tinggalin nih"
"Eh jangan!"
Buru-buru (namakamu) beranjak dari posisi duduknya dan mulai berpamitan dengan teman-teman Iqbaal
"Aku pulang dulu ya"pamitnya
"Oke, jangan sungkan-sungkan kalo mau main kesini lagi"ucap Angga
"Oke"ucap (namakamu) lalu dia mulai berdiri disamping Iqbaal
"Gue cabut dulu ya"pamit Iqbaal sambil menggenggam tangan (namakamu)
"Oke, jangan lupa sama acara besok"ucap Aldi
"Pasti"
"Gue cabut"pamit Iqbaal lagi
"Emangnya ada acara apaan"tanya (namakamu) sambil menatap wajah Iqbaal
"Entahlah"jawab Iqbaal sekenanya
"Yaudah kalo gak boleh tau"ucap (namakamu) sambil mengerucutkan bibirnya
"Gak usah sok-sokan ngambek gitu, gue cium mampus Lo"ancam Iqbaal
"Ih nyebelin banget sih jadi orang"
"Orang ganteng mah bebas"
"Dih"cibir (namakamu) sambil menatap sinis Iqbaal
Sedangkan yang ditatap malah terlihat cuek dan terus melangkahkan kakinya.
Bersambung
Hy teman-teman kembali lagi dengan aku dicerita ini, udah lama banget ya aku gak update cerita ini.
Ada yang kangen sama ceritanya ga? Atau mungkin sama authornya gitu😁
Dan maaf kalau part kali ini agak gak jelas ceritanya, soalnya aku agak lupa sama alur ceritanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Meet A Badboy
FanfictionKehidupan (namakamu) Amora berubah, setelah takdir harus mempertemukannya dengan seorang Badboy yang belum pernah terbayangkan dipikirannya. Hidupnya yang semula aman dan tentram harus hancur berantakan, hanya karna seorang Iqbaal Dhiafakhri Ramadha...
