"Gue cuma mau ngasih ini buat kakak gue"ucap seseorang itu sambil menunjukkan sebuah kotak makan kehadapan Iqbaal.
"Sini! Biar gue aja yang kasih"Iqbaal mengambil paksa kotak makan yang dipegang seseorang itu
"Btw, kakak lo siapa namanya"tanya Iqbaal
Seseorang itu tampak tersenyum hangat kearah iqbaal. "(Namakamu). Dia anak baru disini"jawab seseorang itu
Iqbaal menganggukkan kepalanya, sebelum akhirnya dia mengulurkan tangannya kehadapan seseorang itu. "Kenalin! Gue Iqbaal. Calon pacar kakak lo"
Dengan tersenyum hangat, Seseorang itu pun membalas uluran tangan Iqbaal. "Gue Devano, sepupunya (namakamu)"ucap seseorang itu. Devano Danendra.
"Lo gak sekolah"tanya Iqbaal dengan pandangan lurus kearah Devano
Devano tampak menghela nafasnya kasar. "Gue bingung mau sekolah dimana lagi"jawab Devano lirih
"Emang kenapa sama sekolah lo yang lama"tanya Iqbaal lagi
"Gue dikeluarin dari sekolah"lirih Devano
Iqbaal menepuk pundak Devano berulang-ulang, pertanda dia ingin menguatkan Devano. "Yaudah daftar disini aja. Nanti gue bakalan bilang ke bokap, buat masukin lo kesini"ucap Iqbaal
Devano tampak berbinar mendengar apa yang baru saja Iqbaal ucapkan. "Beneran nih! Lo gak bohong kan"tanya Devano
Senyuman miring tampak tercetak jelas diraut wajah Iqbaal. "Gak lah! Gak ada gunanya juga gue bohong ke lo"
"Yaudah gue anterin ini dulu yaa"lanjutnya sambil mengangkat kotak makan yang dia ambil paksa dari Devano tadi.
"Thanks yaa! Gak nyangka gue bisa kenal cowok sebaik lo"ucap Devano dengan senyuman lebar yang terus menghiasi wajah tampannya.
Iqbaal tersenyum tipis kearah Devano sebelum akhirnya dia melenggang pergi dari hadapan Devano dengan Kiki yang mengikutinya dari belakang.
Dengan senyuman lebar yang terus menghiasi wajahnya. Devano juga melenggang pergi dari lapangan SMA Nusa Bangsa dan melangkah kearah mobilnya yang terparkir dengan indah di depan gerbang SMA Nusa Bangsa.
***
Setelah tadi berhasil memaksa (namakamu) untuk mengikutinya. Kini Iqbaal dan (namakamu) tengah duduk di sofa markas anak-anak SMA Nusa Bangsa, dengan Iqbaal yang tengah asik menikmati seputung rokoknya dan (namakamu) yang diam disampingnya.
"Tadi ada yang datang kesini cariin lo"ucap Iqbaal setelah dia berhasil mengepulkan asap rokoknya kesembarang arah
(Namakamu) yang tadinya fokus menatap depan, kini mengalihkan pandangannya dan menatap Iqbaal. "Siapa"tanya (namakamu) dengan kerutan yang terlihat jelas di dahinya.
Cukup lama Iqbaal tidak menjawab pertanyaan dari (namakamu). Sebelum akhirnya dia menjawabnya setelah berhasil mematikan rokoknya dan membuangnya kesebuah asbak. "Ngakunya sih adik lo. Devano namanya"
"Oh"respon (namakamu)
"Ngapain"tanyanya
"Nganterin makanan"jawab Iqbaal seadanya
"Terus makanannya mana"tanya (namakamu) dengan pandangan yang masih terfokus kewajah tampan Iqbaal
"Udah gue kasih kiki"jawab iqbaal dengan menyandarkan kepalanya dipundak (namakamu)
Sebenarnya (namakamu) ingin protes dengan tindakan Iqbaal ini, tapi dia tidak punya banyak nyali untuk menegur Iqbaal. Jadi, dia hanya diam sambil menatap kearah depan.
"(Nam)"panggil Iqbaal dengan mengangkat kepalanya dari pundak (namakamu) lalu kembali menjatuhkannya lagi
"Kenapa"saut (namakamu) dengan pandangan yang sudah ia alihkan kearah iqbaal
KAMU SEDANG MEMBACA
Meet A Badboy
FanfictionKehidupan (namakamu) Amora berubah, setelah takdir harus mempertemukannya dengan seorang Badboy yang belum pernah terbayangkan dipikirannya. Hidupnya yang semula aman dan tentram harus hancur berantakan, hanya karna seorang Iqbaal Dhiafakhri Ramadha...
