Setelah acara membolosnya tadi, Kini mereka, Iqbaal dan (namakamu) tengah berada disebuah danau kecil yang jaraknya tidak jauh dari rumah Iqbaal.
Mereka tampak asik dengan aktivitasnya masing-masing. Yakni Iqbaal dengan gamenya dan (Namakamu) dengan pemikirannya sendiri.
"Tipe cowok idaman lo itu kayak gimana sih (nam)"tanya Iqbaal tanpa mengalihkan fokusnya dari game di ponselnya.
(Namakamu) tampak berfikir sejenak sebelum akhirnya dia menjawab pertanyaan dari Iqbaal "aku sih maunya punya pacar yang mau berjuang bersamaku, tidak peduli dalam keadaan susah ataupun senang"jawab (namakamu)
"Yaudah pacaran aja yuk sama gue"ucap Iqbaal sambil mengalihkan pandangannya kearah (namakamu)
"Game aja gue perjuangin apalagi lo"sambung Iqbaal
"Ah gak deh"ucap (namakamu) seraya menggeleng-gelengkan kepalanya
"Kenapa"tanya Iqbaal
"Pasti lo berfikir kalau cowok badboy kayak gue gini hobinya cuma nyakitin hati cewek gitu"tanya Iqbaal lagi
Dan dijawab anggukan kepala oleh (namakamu).
Iqbaal tampak menghela nafasnya sebentar, lalu semakin mendekatkan posisi duduknya dengan (namakamu) dan merangkulkan sebelah tangannya kepundak (namakamu).
"Lo tenang aja! Gue janji, gue gak akan pernah nyakitin hati lo kok. Jadi lo maukan jadi cewek gue"ucap Iqbaal seraya tersenyum manis kepada (namakamu)
(Namakamu) tampak tidak bergeming dari posisinya. Dan itu kembali membuat Iqbaal menghela nafasnya lagi.
"Kalau lo belum bisa jawab sekarang gapapa kok, gue gak akan maksa lo"ucap Iqbaal seraya kembali tersenyum manis kepada (namakamu)
"Eh lo mau gak gue ajarin main game"tawar Iqbaal
(Namakamu) menatap Iqbaal lebih lama sebelum akhirnya dia menganggukkan kepalanya.
Dengan senyuman lebar yang menghiasi wajah tampannya, Iqbaal menyerahkan ponselnya kepada (namakamu). Dan dirinya memposisikan tubuhnya dibelakang tubuh (namakamu) lalu dia pun mulai mengajarkan kepada (namakamu) bagaimana cara main game yang paling dia senangi itu.
Berulang kali (namakamu) mendumel karena lawannya yang terus-menerus menyerangnya dan berulang kali Iqbaal terkekeh kecil dengan tingkah (namakamu) yang menurutnya lucu itu.
Karena terlalu asik, Iqbaal dan (namakamu) sampai tidak menyadari bahwa ada seorang pria yang saat ini tengah berdiri tepat dibelakang mereka.
"Gue kirain lo cewek polos, eh gak taunya"sindir pria itu seraya melipat kedua tangannya didepan dada dan menatap remeh (namakamu) yang saat ini sudah membalikkan badannya kearah sumber suara begitu pula dengan Iqbaal.
"Bitch"sambung pria itu
Iqbaal refleks ingin menonjok pria itu kalau seandainya saja (namakamu) tidak mencekal lengannya.
"Jaga mulut lo yaa! Lemes amat jadi cowok"ucap Iqbaal seraya menatap tajam pria itu
"Lo siapa sih? Sok ikut campur banget sama urusan gue sama dia"ucap pria itu seraya menunjuk (namakamu) dengan jari telunjuknya
Dengan santai Iqbaal menurunkan jari telunjuk pria itu "kenalin gue Pacar barunya (namakamu)"ucap Iqbaal penuh penekanan
Pria itu berdecak pelan seraya menatap remeh kearah iqbaal "ck, masih jadi pacarnya aja sok jadi pahlawan"cibir pria itu
"Dia cewek bro, dan bagi gue cewek itu wajib buat dilindungi"ucap Iqbaal santai
Pria itu kembali menatap remeh kearah iqbaal "terserah lo deh!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Meet A Badboy
FanfictionKehidupan (namakamu) Amora berubah, setelah takdir harus mempertemukannya dengan seorang Badboy yang belum pernah terbayangkan dipikirannya. Hidupnya yang semula aman dan tentram harus hancur berantakan, hanya karna seorang Iqbaal Dhiafakhri Ramadha...
