Iqbaal dan (namakamu) masih tetap stay di bascamp milik geng Iqbaal. Dengan (namakamu) yang sibuk dengan ponselnya dan Iqbaal yang sibuk dengan rokoknya.
"Main HP mulu, sampai lupa kalo ada cowoknya disampingnya"sindir Iqbaal sambil mengepulkan asap rokoknya diudara
Buru-buru (namakamu) meletakkan ponselnya disaku seragamnya. Dan menatap Iqbaal yang tengah asik meniupkan asap rokoknya.
"Matiin rokoknya dulu"pinta (namakamu)
"Kenapa"tanya Iqbaal dan dia masih tetap fokus pada kepulan asap rokoknya
"Udah matiin dulu"pinta (namakamu) lagi
"Bentar ah, nanggung"tolak Iqbaal
"Matiin atau aku ngambek"(namakamu) mencoba memberikan sedikit ancaman kepada Iqbaal, siapa tau berhasil.
Dan ternyata berhasil. Iqbaal mematikan rokoknya walau dengan decakan kasar yang keluar dari mulutnya.
"Udah kan. Sekarang apa lagi"tanya Iqbaal sambil menatap (namakamu) kesal
"Coba deh kamu lihat bungkus rokoknya"pinta (namakamu)
Dengan ogah-ogahan Iqbaal melihat bungkus rokoknya dan membaca sebuah peringatan yang terpampang nyata di bungkus rokok itu.
"Bungkus rokoknya aja khawatir sama kamu, apa lagi aku. Orang yang jelas-jelas sayang sama kamu"ucap (namakamu) lirih tapi masih bisa terdengar jelas dipendengaraan Iqbaal
Iqbaal terlihat tersenyum menggoda kearah (namakamu).
"Lo khawatir sama gue"tanya Iqbaal dan dibalas anggukan kepala oleh (namakamu)
"Kenapa? Gak boleh ya?"tanya (namakamu) balik
"Boleh lah! Boleh banget malahan"jawab Iqbaal dengan antusias
"Tapi sorry gue gak bisa kalau harus berhenti merokok, Karna bagi gue rokok adalah sebagian dari hidup gue"sambung Iqbaal
(Namakamu) tersenyum dengan hangat "it's oke, aku ngerti kok. Lagi pula aku gak nyuruh kamu buat berhenti merokok. Aku cuma mau kamu ngurangin sedikit porsi rokok kamu"
"Oke, gue usahain buat Lo"ucap Iqbaal yang juga disertai senyuman hangatnya.
"Tapi semua itu gak gratis, gue mau ada imbalannya biar lebih semangat lagi gue nya"sambung Iqbaal
"Kenapa mesti pakai imbalan? Kan ini juga buat kebaikan kamu"tanya (namakamu) yang bingung akan sifat Iqbaal ini
"Iya itu terserah lo, kalau lo mau lihat gue sehat ya lo harus ada usahanya"ucap Iqbaal acuh dan kembali ingin menyalakan rokoknya
Tapi dengan sigap (namakamu) langsung mengambil alih rokok yang ada diapitan jari telunjuk dan jari tengah Iqbaal.
"Yaudah kamu mau apa"tanya (Namakamu) pasrah
"Setiap pagi lo harus kasih asupan nutrisi buat gue"jawab Iqbaal santai
"Maksudnya"(namakamu) tampak tidak mengerti dengan arah pembicaraan Iqbaal kali ini
"Lo harus cium gue setiap paginya, gimana setuju gak"tanya Iqbaal sambil menaikkan salah satu alisnya
"Gak! Aku gak mau"tolak (namakamu) mentah-mentah
"Yaudah, itu tandanya lo gak bener-bener serius sayang sama gue. Dan lo lebih suka lihat gue sakit"ucap Iqbaal
"Bukan gitu maksud aku"ucap (namakamu)
"Terus"tanya Iqbaal sambil menatap tajam kearah kedua manik mata (namakamu)
"Aku sayang sama kamu, tapi"ucapan (namakamu) terhenti saat dia bertemu pandang dengan mata gelap milik Iqbaal
"Oke fine. Aku mau lakuin itu, tapi kamu juga harus janji sama aku. Kalau kamu bakalan ngurangin jatah rokok kamu"sambung (namakamu)
Senyum kemenangan tercetak dengan jelas di sudut bibir Iqbaal.
"Makasih sayang"ucap Iqbaal lembut yang dibalas senyuman teduh dari (namakamu)
"I Love You"bisik Iqbaal tepat didepan bibir (namakamu)
"I Love You too"balas (namakamu)
****
Entah siapa yang memulainya terlebih dahulu, yang jelas mereka. Iqbaal dan (namakamu) sama-sama menikmati tautan bibir mereka.
Mereka saling melumat satu sama lain. Walau (namakamu) masih terasa sangat kaku untuk mengimbangi ciuman Iqbaal.
"Makasih"ucap Iqbaal sambil menghapus sisa-sisa salivanya disudut bibir (namakamu) dengan kedua kening yang masih terpaut
"Gaaasss terus bos!! Jangan kasih kendor!!"ucap bastian yang entah dari mana datangnya pria itu
Dengan refleks Iqbaal menjauhkan posisinya dari tubuh (namakamu) dan kembali menatap tajam kepada 4 lelaki yang lagi-lagi mengganggu aktivitasnya dengan kekasihnya.
"Wes santai bos, kita cuma mau kasih ini buat Lo"ucap Aldi sambil menyodorkan secarik kertas kearah iqbaal
Dengan tidak santainya Iqbaal mengambil secarik kertas itu dari tangan Aldi. Dan membaca isi suratnya.
Rahangnya mengeras, matanya memerah dan remasan pada kertas itu membuat siapapun yang melihatnya akan ketakutan.
Termasuk (namakamu) yang berada disamping Iqbaal merasa gemetaran, saat melihat aura yang terpancar dari wajah kekasihnya itu. Wajah penuh amarah yang ditampilkan Iqbaal itu benar-benar menakutkan.
"Kumpulin semua anak-anak dan kita buat strategi sekarang"titah Iqbaal tegas pertanda dia tidak menerima bantahan barang sedikitpun.
"Cewek lo"tanya Kiki
Iqbaal yang mengerti akan kemana arah pembicaraan Kiki itu langsung menyelanya.
"Van, anterin kakak lo pulang! Dan gue tunggu lo disini dalam waktu 1 jam. Kalau sampai 1 jam lo belum sampai disini, gue habisin lo"titah Iqbaal dengan aura menyerahkannya
Sebenarnya Devano ingin membantah, tapi melihat aura menyeramkan Iqbaal dia mengurungkannya. Lagi pula dia juga kasihan melihat kakak sepupunya itu kalau harus dibiarkan pulang sendiri.
"Yaudah ayo kak, kita pulang"ucap Devano sambil menarik lembut tangan (Namakamu) keluar dari bascamp itu
Dan tidak lupa dia berpamitan kepada teman-temannya sebelum pergi meninggalkan tempat itu.
****
Setelah Devano dan (namakamu) pergi, Iqbaal menyuruh ketiga temannya itu untuk memanggil anak-anak sekelompok nya untuk membicarakan sesuatu hal penting.
Sedangkan Iqbaal sendiri sibuk dengan
Bersambung
Maaf yaa kalau ceritanya semakin gak jelas, dan maaf kalau aku udah lama gak next cerita ini.
Tapi aku harap kalian tetap menyukai cerita ini:)
KAMU SEDANG MEMBACA
Meet A Badboy
FanfictionKehidupan (namakamu) Amora berubah, setelah takdir harus mempertemukannya dengan seorang Badboy yang belum pernah terbayangkan dipikirannya. Hidupnya yang semula aman dan tentram harus hancur berantakan, hanya karna seorang Iqbaal Dhiafakhri Ramadha...
