Sedangkan Iqbaal saat ini tengah berkumpul bersama Aldi, Kiki dan juga bastian. Mereka tengah menikmati seputung rokok yang tadi sempat bastian beli eceran disalah satu warung dekat tempatnya saat ini berkumpul.
Seputung rokok itu mereka jadikan bahan joinan, dari mulai Iqbaal yang menghisapnya lalu Aldi, bastian dan juga Kiki. Hingga kini Putung rokok yang mereka hisap sudah habis.
"Cari kegiatan yuk! Suntuk banget nih gue"ajak iqbaal kepada ketiga teman dekatnya
"Godain cewek aja yuk! Udah lama kan lo gak godain mereka"usul bastian yang tentunya langsung mendapat dukungan dari Aldi dan juga Kiki
"Iya tuh betul, semenjak ada (namakamu) lo jarang banget godain mereka"ucap Kiki
"Yaa mau gimana lagi, doi terlalu cantik buat dianggurin"ucap Iqbaal seraya terkekeh pelan
"Iya juga sih, doi emang cantiknya kebangetan"ucap bastian yang setuju dengan ucapan Iqbaal barusan
"Ck, ngapa jadi bahas si (namakamu) sih! Noh ada cewek samperin gih baal"ucap Aldi sambil menunjuk seorang gadis yang tengah duduk sendirian di halte depan mereka berdiri.
"Mayan sih! Yaudah gue kesana dulu yaa"pamit Iqbaal kepada para sahabatnya.
"Gue boleh duduk disini gak"tanya Iqbaal berbasa-basi kepada gadis itu
"Emm.. boleh kok"jawab gadis itu gugup
"Gue Iqbaal"ucap Iqbaal sambil menyodorkan tangannya kearah gadis itu
"Gue dini"ucap gadis itu sambil menerima uluran tangan Iqbaal
"Nama yang cantik, sama kayak orangnya"ucap Iqbaal sambil mencium punggung tangan dini yang masih berada di genggamannya
Sedangkan dini hanya mampu menunduk dan berusaha menyembunyikan wajahnya yang memerah saat ini.
"Udah punya pacar"tanya Iqbaal dan dibalas anggukan kepala ragu dari dini
"Yah, gue kirain belum"ucap Iqbaal seraya mendesah pasrah
"Maaf"ucap dini sambil menatap sendu kedua bola mata Iqbaal
"Gapapa kok! Kan aku masih bisa jadi yang kedua buat kamu, walaupun aku berharapnya sih jadi satu-satunya dihati kamu"ucap Iqbaal sambil menampilkan wajahnya yang dibuat sekecewa mungkin
"Kalau kamu mau, aku bisa kok putusin dia buat kamu sekarang juga"ucap dini lirih
"Hah! Jangan!"ucap Iqbaal yang berlagak menolak ucapan dini padahal dalam hatinya dia sudah bersorak senang karena misinya sebentar lagi berhasil
"Udah gapapa kok, lagian aku juga udah bosen sama dia"ucap dini lalu mengeluarkan ponselnya dari dalam tas Selempangnya.
"Beneran gapapa nih"tanya Iqbaal memastikan lagi
"Iya"ucap gadis itu lalu menekan tombol call pada layar ponselnya
Dan tak lama dari itu, akhirnya ponsel dini tersambung dengan seseorang disebrang sana yang Iqbaal yakini adalah nomer kekasih dini
"Halo dam, kayaknya hubungan kita sampai disini aja deh"ucap dini kepada seseorang disebrang sana yang dia yakini adalah Adam kekasih dini
"Hah kenapa? Perasaan aku gak buat kesalahan deh sama kamu, tapi kenapa kamu tiba-tiba putusin aku kayak gini"
"Gue udah bosen sama lo dam, lo terlalu cupu jadi cowok"
"Kalau bosen yang jadi alasan kamu buat mutusin aku, aku janji bakalan rubah sifat aku buat kamu"
KAMU SEDANG MEMBACA
Meet A Badboy
FanficKehidupan (namakamu) Amora berubah, setelah takdir harus mempertemukannya dengan seorang Badboy yang belum pernah terbayangkan dipikirannya. Hidupnya yang semula aman dan tentram harus hancur berantakan, hanya karna seorang Iqbaal Dhiafakhri Ramadha...
