9

2.6K 477 77
                                        

Nah baru bener 😂
.
.
.
Kini Tyana dan prince Alden sudah berada diruangan khusus anggota kerjaan di akademi sedangkan Liana tiba-tiba berkata jika ada urusan, tanpa mereka ketahui Liana saat ini sedang bertemu dengan putra mahkota dan melalukan kencan perdana mereka tanpa pengawal satupun dan tentunya dalam penyamaran.

“Kak… kenapa setiap siswi dan siswa memakai baju dan jubbah yang berbeda?”

“Warna pada baju dan jubah yang mereka pakai itu melambangkan elemen yang mereka kuasai. Kau lihat yang berbaju biru itu adalah siswa yang memiliki elemen air, merah api, coklat tanah dan putih udara,” jelas pangeran Alden.

“Lalu yang warnanya bercampur itu?”

“Mereka adalah siswa-siswi yang memilki anugrah dari dewa karena dapat menguasai lebih dari satu elemen.”

“Wah benarkah?”

“Hmmmm…”

“Tunggu dulu, semua ini mengingatkanku dengan sebual film diduniaku.”

“Film?”

“Hmmm… aku rasa di dunia ini belum ada. Film itu seperti drama teater, hanya saja kau bisa melihatnya dalam sebuah benda yang di sebut TV.”

“TV?” Prince Alden yang kepintarannya diatas rata-rata dengan cepat mengeluarkan sebuah sihir yang memunculkan gambar seperti layar transparan dari tangannya.

“Apa seperti itu?” Tanya prince Alden menatap Tyana yang masih terpaku dengan yang dilakukan prince Alden.

“Wah…. Ya ya…. Seperti itu, heh…..!” Tiba-tiba Tyana sadar dengan gambaran yang prince Alden tunjukkan, itu adalah sebuah kegiatan yang ia lakukan saat dikamar. Dari matanya yang baru melek, bangun sempoyongan, hingga keluar kamar mandi dalam keadaan yang sudah cantik dan rapi.

“Kau merekamnya?” Tyana menatap horror kakaknya.

“Salah satu kekuatanku adalah dapat menampilkan ulang kejadian yang pernah aku lihat,” jawab Prince Alden.

Tyana makin menatap horror sang kakak. “Wah.. sepertinya aku harus menjaga jarak dari kak Alden,” gumam Tyana pelan tapi masih bisa di dengar prince Alden.

Tak!

“Auwh….”

“Jangan harap dapat dengan mudah lepas dari pengamatanku.”

Mendengar ucapan kakaknya makin membuat Tyana kesal. Kini Tyana sedang menatap kearah luar jendela, kebetulan ruangan kakaknya itu di lantai paling atas gedung akademi ini. Dari ruangan ini Tyana dapat dengan leluasa melihat kegiatan yang ada diluar. Tyana baru sadar jika siswa siswi akademi ini cukup beragam, mereka terlihat dari beberapa suku dan ras karena terlihat dari postur tubuh dan yang paling jelas adalah bagian kulit dan rambut. Sungguh dunia ini mirip dengan bumi, dimana tidak hanya ada satu ras dan suku melainkan banyak suku dan ras yang saling berbaur dalam kehidupan sosial, hanya saja disini status mereka yang membedakan yang dapat dilihat dari kedudukan keluarga mereka. Mereka akan memiliki kemampuan sejak lahir dan di akademilah mereka melatih kemampuan mereka untuk menjadi lebih kuat.

Aku tak tau harus menyebutnya apa, semua ini mengingatkanku pada film Avatar dan Harry Potter. Kalian tau si tokoh utama Aang bocah kepala botak dengan garis putih seperti panah di kepala dan bagian tubuh lainnya di film Avatar dan si bocah berkaca mata dengan tanda kutukan seperti petir di bagian kepalanya sebagai tokoh utama di film Harry Potter? Jika kalian menontonnya maka kalian dapat membayangkan apa yang aku lihat saat ini, yang aku lihat saat ini adalah gabungan dari semuanya hanya saja tak semua sama. Aku jadi berpikir kalau si pembuat cerita Avatar dan novel Harry Potter adalah orang-orang dari dunia ini, Wah…… Amazing! Rasanya aku ingin kembali ke bumi dan mencari tau semua itu.

Princess AmertaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang