Apa jadinya jika cewek gamers yang super dingin dipasangkan dengan cowok pecicilan?
Terlihat mustahil. Tapi mungkin bisa saja mereka bersatu. Anna sang ratu es, harus pindah sekolah. Tapi ia memilih jurusan yang lumayan ekstrim untuk perempuan-perem...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
ANTARIKSA NATIONAL TECHNIC HIGH SCHOOL atau biasa disebut SMKN TEKNIK ANTARIKSA. Tapi sekeren-kerennya nama sekolah itu, tetap saja semua orang menyebutnya Antariksa. Singkat, padat dan jelas untuk mendeskripsikan semua tentang sekolah teknik bertaraf nasional itu.
Selain memiliki murid-murid yang jenius, Antariksa juga dikenal dengan gaya hidup para penghuninya yang mewah. Semewah fasilitas didalamnya.
Pagi hari yang cerah, tepat pukul 06.45, sebuah mobil berwarna hitam bertuliskan civic pada bagian belakangnya itu memasuki area parkir Antariksa. Setelah dirasa parkirnya pas, keluarlah dua orang hamba tuhan. Laki-laki tampan dan seorang gadis berseragam Antariksa lengkap, dengan masker yang menutupi mulutnya.
"Harusnya tadi kamu bareng sama Fanny aja. Abang masih mau tidur sampe siang.", Alan menggerutu.
Anna hanya diam tak menanggapi, karena membuat Alan kesal adalah keahliannya.
Mereka berjalan menyusuri koridor yang mulai ramai oleh siswa siswi. Terutama para siswi, mereka yang berpapasan atau melirik ke arah Alan bahkan tak segan-segan memuji ketampanan putra Rafi Adrian Pranata itu. Terdengar juga bisik-bisik yang membicarakan Anna.
Ada cowok ganteng anjir..
Eh kayak tau deh..
Psssttt itu ganteng banget yang lewat barusan..
Itu yang disebelahnya siapa ya?
Adeknya kali..
Kalo pacarnya ahhdadas hati ini, bang..
Murid baru kayaknya..
Pake masker segala, so misterius..
Ya dan bla bla bla.. Anna dan Alan tak peduli pada cuitan-cuitan mereka yang menggosipkan mereka. Alan malah dengan sengaja menggandeng tangan Anna. Meski dihadiahi tatapan menusuk, Alan tetap mempererat pegangannya.
Langkah mereka terhenti didepan sebuah pintu bertuliskan 'Ruang Kepala Sekolah Ganteng'. Alan dan Anna kompak mengernyit heran, aneh sekaligus ngeri. Ada-ada saja kelakuan warga sini. pikir Alan.
Pintu diketuk, beberapa detik kemudian pintu terbuka dan nampaklah seorang pria muda berwajah rupawan, berpostur tinggi tegap dan memakai kemeja seadanya. Tanpa dasi dan tanpa jas. Rambutnya seperti baru dipoles pomade, terlihat mengkilap dan keren.
"Wah ada tamu, silahkan masuk.", ajak si pria pomade.
Alan masuk diikuti Anna. Mereka duduk diatas sofa yang biasa digunakan si kepala sekolah untuk menerima tamu-tamunya. Kira-kira begitulah pikir Alan.