Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

3. PDKT ALA NANANG

256 38 23
                                        

"Kenalin, gue Iqbal

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kenalin, gue Iqbal. Lo mau gak jadi pacar gue?"

"SIANYING!!"

Dan yang teriak itu pastinya tidak lain dan tidak bukan adalah Raihan.

"Bal, lo masih waras, kan?", tanya Sandi.

Ipan menepuk jidat, Angga geleng-geleng kepala. Sedangkan Anna diam dengan wajah datar, sama sekali tak terpengaruh dengan pertanyaan Iqbal.

"Sembarangan kalo ngomong, gue masih 1000000% waras ya.", ucap Iqbal sedikit kesal, tapi ketika menatap Anna ia kembali tersenyum manis.

"Heh, curut! Kenapa makin hari lo malah makin gini, sih?", Raihan benar-benar gemas melihat kelakuan teman sekelasnya itu. Kalau saja dia bukan sepupu kepala sekolah, sudah Raihan getok kepalanya dari kemarin-kemarin.

Iqbal mengernyit heran, "Maksud lo apa sih, Han? Gue lagi menyatakan perasaan gue sama Anna. Plis jangan ganggu lah.."

"SIANYING!!", tangan Raihan sudah mengepal, bersiap untuk mendaratkan sebuah geplakan ke kepala Iqbal, namun buru-buru ditahan oleh Sandi.

"Udah, Han. Udah. Jangan digeplak, Han. Sabar! Inget dia sepupunya pak Rafa. Bisa abis lo entar.."

Nafasnya memburu, namun sekuat tenaga ia menahan tangannya agar tak menyentuh Iqbal sekesal apapun saat ini. Raihan memilih untuk keluar daripada nanti dia kelepasan menggeplak Iqbal.

"Gimana yang tadi?", tanya Iqbal. Anna tau kalau itu pertanyaan untuknya, tapi ia tak sedikitpun tertarik dengan lelaki didepannya ini.

Anna memasang kembali headsetnya dan membiarkan Iqbal dengan rasa penasarannya. "Anna, lo mau gak jadi pacar gue? Lo mau kan?"

Ipan merasa sedikit kasihan pada Iqbal yang diabaikan oleh teman sebangkunya itu. "Bal, udahlah men--"

"Suuuuttt! Diem, Pan. Gue nanya Anna, ya, bukan nanya sama lo.", Ipan akhirnya menyerah dan memilih memainkan ponselnya.

"Anna, ih!", Iqbal menarik sebelah headset yang menyangkut ditelinga Anna, tanpa sadar sang empunya mulai merasa kesal.

"Apa, sih?!", ucap Anna sedikit keras.

"Lo mau gak jadi pacar gue?!", ujar Iqbal sama-sama keras.

Anna memijit keningnya, sebenarnya apa tujuan orang ini. "Siapa tadi nama lo?"

Iqbal nyengir semangat, "Iqbal. Nama gue Iqbal Febrian!"

"Oke. Iqbal Febrian, gue pertegas. GUE.GAK.MAU.JADI.PACAR.LO!"

Seketika semangatnya meredup, "Kok gitu sih, lo harus mau jadi pacar gue dong."

"Gak."

"Lo kok nyebelin sih?!", Iqbal tak terima begitu saja. Namun Anna tetap tak peduli sama sekali. Ia malah bangkit, lalu berjalan melewati Iqbal tanpa rasa bersalah sama sekali.

ANNA dan IQBALCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang