xix. Last Chapter

4.6K 269 30
                                        

Bab terakhir,nih.... Vote, komen dan kritik serta koreksi typo2 nya ,yaa..... Happy reading😊😊
****

Mauren memandangi dua pria yang tengah bercakap akrab di kursi tepi kolam belakang rumah. Dua orang pria yang sangat ia cintai di dunia ini. Raul, sang Papa dan Icang, calon suaminya.

Tanpa sadar langkah kakinya membawa kakinya beranjak menuju mereka. Sejak kepulangannya ke rumah 2 minggu lalu, ini baru ketiga kalinya dirinya bertemu Icang. Kesibukan mereka menyiapkan pernikahan membuat kuantitas pertemuan mereka menjadi berkurang, belum lagi entah mengapa seminggu pertama Icang tak menemuinya sama sekali. Bahkan lelaki itu tidak menjemputnya ke bandara. Michael bilang bila Icang sempat dihajar oleh Raul setelah melaporkan semua yang telah terjadi. Mauren sempat ingin mengonfrontasi papanya tentang hal itu namun papanya hanya menjawab bahwa Icanglah yang datang untuk minta dihajar olehnya.

Awal minggu kedua akhirnya lelaki itu datang menemuinya setelah lebam-lebamnya benar-benar sudah pulih, lalu mengajaknya menemui pihak WO yang akan mengurusi pernikahan mereka yang hanya menghitung hari. Benar-benar Icang tak mau lagi menunda-nunda. Meski terkesan terburu-buru, ternyata Icang benar-benar sudah mulai menyiapkan semuanya sejak kepulangannya dari Inggris setelah lamaran sore itu.

Pernikahan tersebut inginnya mereka hanya sederhana dan khidmat. Namun Raul seakan ingin menebus masa lalunya yang tak bisa membuat pesta pernikahan untuk Mela, merubah semua rencana tersebut. Apalagi ini akan jadi momen sekali seumur hidup bagi mereka.

Raul setuju untuk upacara pernikahan berlangsung privat dan sederhana. Tapi ia tak ingin dihalangi untuk membuat pesta resepsi mewah. Ia ingin menjamu para sahabat, staff dan juga mitra serta pelanggan bisnis mereka.

Mauren melingkarkan lengannya ke tubuh Icang dari belakang. Tubuh Icang sedikit tersentak karena kaget, namun sedetik kemudian Icang balas mengeratkan pelukan Mauren dan mencium pipi Mauren yang berada di dekat kepalanya.

"Pantas saja Michael selalu berteriak minta tolong tiap kali kalian bertiga sedang bersama. Kasihan dia harus selalu melihat kemesraan kalian, Astaga..." komentar Raul melihat kelakuan sepasang kekasih di hadapannya itu.

Icang yang akhirnya sadar bahwa mereka bermesraan di depan Raul, segera melepaskan diri dan terlihat salah tingkah membuat Mauren dan Raul tertawa.

"Lagi ngomongin apa sih, Pa...? Bang Icang kan datang kesini buat ketemuan sama Mauren kenapa jadi papa yang memonopoli sih?" gerutu Mauren yang kini duduk di samping Icang dan sekarang mememeluk sebelah lengan Icang. Tak peduli dengan gerutuan Raul tadi.

Mauren mulai memanggil Icang dengan sebutan 'Abang' karena lelaki itu mulai protes dipanggil Om olehnya. Lelaki itu merasa ia seperti Om-Om yang memanfaatkan ABG. Belum lagi Mela juga ikut terimbas karena Mamanya Mauren itu merasa salah bila harus memanggil calon menantunya dengan panggilan kakak seperti yang biasa ia lakukan.

Kalau kata Michael hubungannya dengan Icang itu membuat semua orang bingung dengan posisi diri mereka masing-masing saat ini.

****
Tiara cantik itu terpasang di kepala Mauren lalu ditutup dengan veil lembut yang mencadari wajah cantik berpulaskan make up minimalis.

Raul yang berdiri di depan pintu kamar tak kuasa menahan laju air mata yang mengaliri wajahnya. Mela yang ikut membenahi dandanan Mauren nampak tersenyum dan memandang suaminya itu dengan penuh sayang.

"Hampir 22 tahun lalu, Icang mengemudikan mobil dengan kencang di tengah malam. Membawa papa yang panik serta mamamu yang kesakitan. Rasanya baru kemarin papa membentaki bocah itu karena papa terlalu kalut mendengar kesakitan mamamu. Bocah itu yang membantu kami mengurusmu. Dia menyayangimu dengan sepenuh hatinya. Siapa yang tahu takdir ternyata membawamu sebagai tujuan hidupnya selama ini. Papa tidak bisa tidak bahagia menyadari hal itu. Hanya dia yang selama ini papa percaya untuk menjagamu. Hanya dia yang bersedia minta dihajar tiap kali merasa gagal menjagamu. Hanya dia yang akan membahagiakanmu tak kurang dari Papa dan mama. Papa dan Mama merestui kalian..."

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 08, 2021 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

About Our HeartTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang