[FOLLOW DAHULU SEBELUM MEMBACA]
Ayah,Abi ingin bercerita tentang hujan malam ini.Dinginnya menusuk kalbu menebus rindu.
Bisakah ayah menyeka airnya ?
Bukan air hujan yah,tetapi air mata Abi yang menetes sebab rindu ini.
- Pinterest.
Ponsel bermerek Apple milik Abi bergetar disampingnya. Ia dapat melihat jelas siapa yang menelponnya malam malam begini.
Oma kesayangan is calling-
Dengan menghirup nafasnya dalam dalam,Abi mengambil ponselnya dan menekan tombol hijau untuk mengangkat telfonnya.
"Halo cucu kesayangan Oma."
Abi mengusap air matanya yang tiba tiba saja turun,suara yang sangat ia rindukan cukup lama akhirnya ia bisa mendengar nya lagi.
"Halo,Abi?"
"Hal-halo Oma.." Jawab Abi terbata bata.
Oma tersenyum lebar. "Gimana keadaan cucu kesayangan Oma ini? Sehat kan? Makan banyak kan? Jangan sampe Oma kesana liat Abi kurus,Oma bakal kasih makan Abi yang banyak."
Abi tertawa kecil namun pelan. "Puji Tuhan Oma,Abi sehat. Disini Abi banyak makan kok,Oma ga perlu khawatir ya."
"Kabar opa,om Ester,Tante Thania,dan Adriel Aaron gimana Oma?" tanya Abi membuat Omanya berdecak.
"Tidak ingin menanyai omamu saja?"
Abi terkekeh.
"Opamu sudah tidur karena efek obat,om Ester dan keluarga nya sehat,dan soal Aaron anak itu kemarin baru sama ikut acara camping di sekolahnya." jawab Oma.
"Syukur deh,Abi seneng dengernya." Oma tersenyum.
"Oma tumben malem malem gini telfon Abi,ada apa Oma?"
"Gak tau,Oma hanya kangen aja sama Abi. Biasanya kita selalu bersama tapi sekarang udah terpisah jauh bagaikan lautan."
Perkataan bernada candaan itu membuatnya kalut. Abi menutup mulutnya agar isakan tangisnya tidak terdengar. "Abi kangen... Abi kangen Oma opa... Abi juga kangen om Tante Adriel dan Aaron... Abi kangen kalian.."
Kening Oma mengerut. Suara cucunya yang parau membuat nya sendikit cemas.
"Abi menangis,nak? Kenapa sayang?" Tanya Oma
Abi menggelengkan kepalanya. Ia tidak mungkin cerita,pasti jika Omanya tahu keadannya ia akan dibawa ke Surabaya lagi. Tidak,tentu Abi tidak ingin terpisah jauh lagi dengan keluarga nya.
"Abi.." panggil Oma lembut.
Pertahanan Abi runtuh. Abi tidak bisa menahan tangisannya lagi.
"Abi kenapa? Jangan buat Oma panik sayang!" Abi masih belum menjawab,yang didengar Oma hanya isakan tangis.
"Abi jawab Oma! Atau Oma ke Jakarta aja ya besok? Biar Abi mau cerita sama Oma." Tanpa sadar,Oma mulai berbicara dengan nada keras.
Memang sudar dari awal sejak kepindahan cucunya,ada perasaan tidak ikhlas dengan rencana cucunya yang ingin tinggal bersama dengan keluarga ayahnya.
Bukan tidak percaya dengan ibu baru Abi atau saudara tirinya itu,tetapi justru ia tidak bisa tenang jika Abi harus tinggal bersama ayahnya yang dulu rela membuang nya.
Tak salah kan jika Oma berpikiran buruk tentang Josua?
Dan sudah beberapa hari ini juga opa selalu terkena mimpi buruk tentang Abi.
"Ab-abi engga papa Oma. Oma ga perlu kesini,besok kalo Abi libur biar Abi yang ke Surabaya." Jawab Abi dengan suara terbata bata.
Oma menghela nafasnya,ia tidak ingin menekan Abi dengan cara memaksanya. "Yasudah kalo itu mau Abi,tapi Abi harus janji ya kalo ada sesuatu Abi cerita ke Oma.Jangan disembunyikan,ya?"
Disela isakannya,Abi merasa bersyukur setidaknya masih ada Oma dan Opanya yang sayang padanya ditambah keluarga dari adik ayah nya yang selalu menerima Abi dengan tangan terbuka.
"Pasti,Abi pasti langsung cerita ke Oma kok! Bye Oma, selamat malam!
"Bye kesayangan Oma, selamat malam. Tidur ya, jangan begadang!"
"Siap Oma cantik!"
Setelah sambungan telfonnya terputus,Abi menghapus sisa air matanya. Setidaknya sekarang hatinya sudah lebih tenang.
Abi teringat jika ia belum menyimpan buku diary nya yang masih diletakan di atas meja belajar.
Abi menutup buku diary hariannya yang berwarna pink bertuliskan Abira Story' lengkap dengan hiasan kecil didepan buku itu,hiasan itu Abi buat sendiri.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(Ilustrasi nya ya guys!)
Abi menghela nafasnya,mengandai andaikan apa yang tidak mungkin terjadi.
Andai ia bisa bertemu dengan Tuhan sebelum dirinya lahir,ia akan meminta agar tidak dilahirkan didunia. Dan meminta agar bunda dan ayahnya tetap bersama bahagia tanpa dirinya.