"Ayah, le-pas...Sa-kit,yah..." Lirih Abi sembari melepaskan cekakan tangan ayahnya yang begitu kencang.
Josua tidak peduli akan rintihan Abi,ia hanya memikirkan bagaimana data data pentingnya bisa kembali setelah Abi dengan tidak sengaja merusak laptop miliknya dengan cara menumpahkan secangkir kopi panas yang Abi bawa untuknya.
Josua menjambak dan menarik rambut Abi,menatapnya dengan garang. "Kamu itu pembawa sial! Harusnya kamu tidak usah berada disini!" Ucap Josua penuh penekanan.
Merasa muak melihat wajah Abi yang hanya menangis,ia melepaskan tangannya dari rambut Abi dengan kasar dan mendorongnya hingga tersungkur dilantai.
"Akh!" pekik Abi merasakan sakit pada punggung nya karena terkena lingir (pinggiran) meja yang lancip itu.
"Saya tidak pernah mengharapkan anak seperti mu! Dosa apa yang telah saya lakukan sampai saya harus mempunyai anak seperti mu dan kehilangan semuanya!" Bentak Josua pada Abi.
"Ma-maafin Abi,yah..." Cicit Abi pelan menghapus air matanya.
Selesai berucap,Josua langsung meninggalkan Abi sendiri dengan membawa laptop yang telah rusak itu dan juga beberapa berkas penting menuju ruang kerjanya.
Abi membersihkan air matanya yang tersisa dan mencoba bangkit berdiri walaupun ia merasakan sakit pada punggung nya.
"Besok kita belanja lagi ya mah,harus paksa Abi ikut pasti dia se-"
"Astaga Abi!" pekik Vania memotong ucapannya tadi saat membuka pintu rumahnya.
"Apa apa Vania?" tanya Anita panik.
Vania melebarkan pintu rumahnya,membuat Anita bergegas masuk kedalam rumah untuk membantu Abi.
"Abi kenapa sayang? Ada yang sakit?" Tanya Anita khawatir.
Abi hanya tersenyum kecil.
"Kamu gakpapa kan bi?" tanya Vania tak kalah paniknya.
Abi menggelengkan kepala nya keci. "Abi gakpapa kok bund,kak."
"Kok bisa kamu sampe jatuh si bi?" tanya Anita.
"Iya,kenapa bisa sampe jatuh disini?" tanya Vania juga.
Abi diam. Ia tidak bisa menceritakan yang sebenarnya terjadi,jika ia menceritakan nya pasti ibu dan juga kakaknya akan sangat khawatir dan pastinya lagi ibunya akan meminta penjelasan kepada ayahnya yang akan menjadi sebuah keributan. Abi tidak ingin hal itu terjadi.
"Bi,kenapa?" tanya Vania membuyarkan lamunan Abi.
"Tadi cuma kepeleset aja kok,lantainya licin Abi gatau jadi jatuh deh." Jawabnya berbohong.
Ada helaan nafas lega yang dapat Abi rasakan dari sang ibu. "Lain kali hati hati ya? Jangan buat bunda sama kakak mu khawatir." ucap Anita.
"Iya bunda,maafin Abi ya." Anita mengangguk dan mengusap pipi Abi pelan.
"Lain kali jalannya gausah cepet cepet makannya." ucap Vania.
"Iya kak,Abi salah deh." kekeh Abi membuat Anita dan Vania menggeleng kan kepala nya.
"Kalo gitu bunda mau bersih bersih dulu,kamu sama kakakmu dulu ya." kata Anita pada Abi.
"Tenang aja mah,Vania pasti jagain Abi kok." ujar Vania
Anita terkekeh,"yaudah mamah tinggal ya Van,bi."
"Iya bund."
"Iya mah."
Selepas Anita pergi,Vania langsung menarik tangan Abi agar duduk disofa. Vania ingin menunjukkan sesuatu pada Abi yang telah ia beli saat berbelanja bersama dengan ibunya.
Sebenarnya tadi mereka sudah mengajak Abi untuk ikut jalan jalan di mall,namun Abi menolaknya dengan alasan ingin mengerjakan tugas. Akhirnya,Vania membelikan sesuatu sebagai oleh oleh untuk Abi.
"Apa ini kak?" Tanya Abi mengambil paper bag yang Vania sodorkan untuknya.
"Abi pasti suka,jadi Abi harus buka." jawab Vania.
Abi membuka isi paper bag itu dan matanya langsung berbinar senang. Sebuah kotak musik berwarna pink yang jika dibuka terdapat sebuah boneka kecil yang berputar.
"Ini untuk Abi kak?" Tanya Abi.
Vania mengangguk dan sontak kaget mendapatkan pelukan hangat dari Abi yang sangat kencang.
"Makasih kak Vania,Abi suka!" Ucapnya.
"Abi suka?" Abi mengangguk dan tersenyum lebar.
"Abi simpen ya?"
"Pasti Abi simpen kok kak!"
Vania merasa hatinya sangat tenang melihat senyuman milik adik tirinya yang sudah ia anggap sebagai adik kandungnya sendiri.
Sudah sangat lama ia menginginkan seorang adik namun harapannya pupus setelah kejadian kecelakaan 8 tahun lalu yang menewaskan ayah kandungnya dan juga calon adik yang sedang dikandung ibunya.
Hidup Vania sangatlah kosong,tidak ada kebahagiaan didalam hidupnya sampai akhirnya sang ibu menikah kembali,dan Tuhan mengabulkan keinginannya untuk mempunyai adik lewat Abi.
Kebahagiaan yang hampir hilang dari hidupnya sekarang sudah kembali datang dihidup Vania.
Next?
KAMU SEDANG MEMBACA
Fakesmile ( On Going )
Teen Fiction[FOLLOW DAHULU SEBELUM MEMBACA] Ayah,Abi ingin bercerita tentang hujan malam ini.Dinginnya menusuk kalbu menebus rindu. Bisakah ayah menyeka airnya ? Bukan air hujan yah,tetapi air mata Abi yang menetes sebab rindu ini. - Pinterest.
