4.Confused

64.9K 6.9K 2.6K
                                        

Hi, kita ketemu lagi! Cepet ya, kan? Kasih emot ❤️❤️❤️ buat Akdas sama Dhafira dulu, sini!

Di bab kemarin pada sensi sama Prita ya, Bun. Padahal dia nggak ngapa-ngapain 🙂

Sebelum baca, jangan lupa follow aku di sini Agustus29
Instagram : Agustus29_
Tiktok : Agustus29_ (Yes, aku bikin konten di sana)

Seperti biasa, 1.5k votes + 2k komentar untuk bab ini yuk! Makasih🥰

Saat bangun, jarum jam baru saja menyentuh angka empat

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Saat bangun, jarum jam baru saja menyentuh angka empat. Akdas mengernyit. Rasanya dia sudah lama tertidur. Namun nyatanya belum ada satu jam, tetapi matanya sudah terbangun saja. Melirik sisi kirinya, dia mendapati Dhafira yang tertidur menghadapnya.

Walau selalu diawali tidur memunggungi, ujung-ujungnya pasti seperti ini. Nyaris setiap malam. Lalu anehnya, menjelang bangun perempuan itu pasti berbalik ke posisi semula.

Pria itu mengusap wajahnya dengan kasar, lalu beranjak. Memungut boneka jelek yang sudah terkapar di lantai, untuk dikembalikan pada si pemilik yang masih terlelap. Namun sebelum itu, kepalan tangannya bergerak meninju wajah si kecil yang tidak bersalah itu.

Menempatkan boneka jelek itu tepat di depan wajah pemiliknya, yang sempat membuat Dhafira mengernyit dalam tidurnya. Bahkan tangannya langsung merayap ke sana. Seolah tahu jika benda yang dipegangnya adalah boneka kesayangannya, masih dengan mata tertutup perempuan itu mendekapnya di dada.

Akdas hanya menatapnya tanpa berkata apa-apa, dan memilih masuk ke kamar mandi.

Setelah menyelesaikan kegiatannya di kamar mandi, Akdas pun keluar dengan handuk kecil untuk mengeringkan wajah. Tangannya bergerak melepas kancing piamanya, sambil berjalan menuju walk in closet. Mengambil satu set pakaian olahraga dari lemarinya, dan memakainya dengan cepat.

Usai itu, tak berlama-lama lagi dia keluar. Melirik ranjangnya yang ditempati dua makhluk kecil, perlahan bibirnya tersungging naik. Hanya sekilas, karena selanjutnya yang dilakukannya adalah keluar dari kamar dan turun ke lantai satu. Mengisi sebuah botol minum dengan air hangat, sebelum akhirnya sosok itu lenyap di balik sebuah pintu.

***

Gawat! Dia kesiangan!

Dhafira langsung meloncat dari kasur ketika mendapati jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi. Dia ada kelas jam sembilan, dan dia tidak ingin terlambat.

Maka dari itu, setelah merampas handuk dari stand hanger, perempuan itu langsung membuka kamar mandi dan menjerit saat menemukan Akdas di dalamnya.

"M—mas?! Maaf, maaf!" Dengan badan yang sudah memunggungi, perempuan itu meminta maaf pada sosok Akdas yang tengah menalikan jubah mandinya.

"Masuk aja, saya udah selesai," balas Akdas yang sama sekali tak terpengaruh, bahkan saat pintu kamar mandi ada yang membukanya.

Unimaginable MarriageCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang