"Aera-ya, mau ikut gue ke cafe nggak pulang nanti?" tanya Soojin.
Kedua gadis berparas cantik itu saat ini sedang berada di kantin kampus setelah selesai mata kuliah kedua untuk hari ini.
"Si Jaemin mau kemana emang?"
"Ada ekstrakurikuler dia sampe malem kayanya soalnya mau ada meeting club dance juga" jawab Soojin.
"Paket komplit banget ya abang lo"
Soojin mencebikkan bibirnya mendengar penuturan Aera. Dia nggak tau aja seberapa gilanya saudara kembar gadis itu.
"Lo nggak pengen ikutan kegiatan kampus gitu? Satu doang ge masa nggak mau sih" tanya Aera
"Lo udah tau jawaban gue Ra, buat apa gue ikut begituan"
"Lumayan Jin, apalagi kalo sampe cinlok. Ngebayanginnya aja udah seneng banget gue" seru Aera yang kegirangan sendiri dengan pemikirannya.
"Cinlok pala lu! Hidup ini nggak semulus drama yang kita tonton Ra, lo kira ntar gue masuk bagian dari mereka trus ada yang diem-diem naksir gitu? Trus gue jadi rebutan gitu dari cowok-cowok bucin yang naksir gue?"
"Realiatis aja napa sih, kalo yang naksir modelan Song Joong Ki mah nggak nolak gue" lanjut Soojin.
Perhatian seluruh penghuni kantin kini teralihkan saat sekelompok anak lelaki memasuki kantin, tak terkecuali Soojin dan Aera.
Decakkan kagum dari para mahasiswi di kantin mengiringi langkah mereka.
Ten, Doyoung, Jungwoo, Jaehyun dan Lucas berjalan kearah meja kedua gadis tersebut.
Pandangan mata Soojin sempat bertemu dengan mata Ten untuk sesaat, namun gadis itu langsung memalingkan wajah sekedar menatap keluar kantin yang terlihat dari balik pintu kaca.
Bayangan Ten bersama seorang gadis beberapa waktu lalu kini kembali mampir dipikiran Soojin, salah satu sudut bibir gadis itu terangkat. Tersenyum meremehkan. Tidak habis pikir dengan lelaki yang pernah sekali memujinya cantik itu.
Soojin menggeleng pelan, kemudian menyuap makanan yang dipesannya tadi.
Aera menyenggol pelan lengan Soojin menggunakan sikunya, membuat sang empunya menoleh dengan tatapan bertanya. Gadis itu mengendikkan dagunya yang reflek diikuti arah pandang Soojin.
Doyoung dan Ten berdiri dihadapan mereka. Rupanya, yang lain duduk di bangku seberang Soojin.
"Soojin-ah, tugas dari Pak Chanyeol udah gue kirim. Gue juga udah kirim ke alamat email lo kalo lo butuh sekedar disimpen" ujar Doyoung.
Dapat Soojin rasakan sepasang mata yang terus menatapnya, namun enggan Soojin balas.
Gadis itu hanya mengangguk "Gomawo, sunbae"
Pria itu tersenyun kemudian duduk bersama dengan teman-temannya.
Sungguh, Soojin risih dengan tatapan Ten yang kini terang-terangan mengarah padanya bahkan saat lelaki itu tengah duduk diseberang kiri Soojin.
Aera mengernyit bingung, ia menatap Soojin dan Ten secara bergantian.
Ada yang aneh.
"Tumben lo sama si Ten diem aja"
"Terus mau lo apa? Gue harus kayang didepan dia?" sarkas Soojin.
"Biasanya kan tiada hari tanpa ribut lo berdua, gue aja capek liatnya"
"Kalo nggak dipancing juga nggak bakal ribut gue"
Aera mengendikkan bahunya, tak mau membahas lebih lanjut.
Saat pandangan matanya tak sengaja bertemu dengan Jaehyun, Aera termangu selama beberapa detik saat Jaehyun tersenyum lebar kearahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sunbae! [END] √
Fanfic"Ngapa lo cengar-cengir, gila lo ya!" sahut Ten. "Santai njing, lo ngegas mulu dari tadi" "Lo yang santai anjing" "Nggak usah bawa-bawa anjing lo njing" "Ngaca dong lo, lo duluan yang nyebut anjing" "Diem deh lo cabe Thailand!" Ten mengatupkan bibir...
![Sunbae! [END] √](https://img.wattpad.com/cover/267763055-64-k712366.jpg)