Play Sungjae - Im missing you 🎶
Suara derap kaki yang berlarian itu mengundang perhatian orang-orang disepanjang koridor rumah sakit. Dari kejauhan mereka menyingkir dengan sendirinya seakan tak mau tertabrak kedua orang yang tengah berlari bersamaan itu.
Jemari Soojin bertaut dengan Ten, seraya berlari seakan jalan milik mereka. Sebenarnya Ten bisa lebih cepat dari ini, namun pria itu memilih tetap berada selangkah dibelakang Soojin agar bisa menjaganya kalau-kalau gadis itu terjatuh lagi.
Diujung lorong, didepan pintu ruang ICU banyak orang berdiri menunggunya.
Mama dan ayah yang duduk dikursi tunggu sembari menggendong Ian. Aera, Jeno, Haechan, Renjun, dan teman-teman Ten yang lain berdiri menatap kedatangan mereka.
"Ayah.." lirihnya.
Gadis itu merengkuh kedua lengan ayahnya dengan nafas yang masih terengah. Kedua matanya berkaca ketika ayah menganggukan kepala dan tersenyum menatapnya. Dikecupnya kening sang putri semata wayang itu sedangkan sebelah tanganya mengusap kepala Ten.
Ten dan Soojin memasuki ruang ICU setelah mengenakan pakaian steril.
Degupan kencang dijantungnya seakan meledek langkah kakinya yang kini melambat. Ia berhenti sejenak untuk mengambil nafas, melirik Ten yang kini tersenyum kepadanya.
Pria itu berjalan dibelakang Soojin yang kini dengan hati-hati melangkah mendekati ranjang Jaemin, seolah suara langkah kakinya mampu meruntuhkan bangunan ini.
Pria itu, masih dengan keadaan yang sama dimata Soojin. Hanya saja, alat monitor jantungnya sudah dilepas.
Deg deg
Deg deg
Dalam hati Soojin berdoa semoga suara jantungnya tidak dapat didengar oleh kedua pria itu.
Langkah kakinya semakin mendekati ranjang, menatap sejenak pria yang masih terpejam kini.
Sebelah tangannya terulur mengusap pelan pipi kiri Jaemin.
Nafasnya tercekat kala pria yang tengah terbaring itu membuka mata, dengan gerakan perlahan tangan kirinya yang terbebas dari infus itu meraih jemari Soojin dipipinya. Melirik sang adik yang kini masih menatapnya dengan mata yang berkaca.
Mulut Soojin terbuka, namun tak mampu mengeluarkan barang sekata. Senyuman diwajah Jaemin membuat air matanya luruh membasahi pipi.
Gadis itu bertumpu pada kedua lututnya, menyembunyikan wajah dilengan Jaemin seraya menangis tersedu. Lega rasanya melihat Jaemin yang kini telah membuka mata dari tidur lelapnya.
Gadis itu masih menangis, saat Ten mengusap pundak kirinya.
Ten tersenyum hangat, mengusap pelan rambut Jaemin yang menutupi kening lalu mengecupnya. Meskipun pria itu kakak dari kekasihnya namun bagi Ten, Jaemin tetaplah adiknya.
"Gomawo Jaemin-ah, and wellcome back" ucap pria itu.
Kamu berhasil Na Jaemin, terima kasih sudah memilih kembali.
Soojin mengangkat kepala, menghapus air mata diwajahnya. Digenggamnya tangan Jaemin seraya menatap saudara kembarnya yang kini tengah menampakkan gigi itu. Ia terlalu lemah untuk berbicara, sejak tadi ia hanya tersenyum dan terkekeh dengan orang-orang yang masuk menemuinya.
"Lo dengerin gue nggak, gue pernah bilang Jeno ngatain lo anjing" ucap Soojin
Kedua alis Jaemin terangkat, kemudian menggeleng pelan sebagai jawaban. Ia tak pernah mendengarnya, ia bahkan tak tau apa-apa. Meskipun pria itu koma, bukan berarti ia mampu mendengarkan semua orang yang berbicara padanya. Jaemin bahkan tak merasa jika dirinya terpejam selama 8 hari.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sunbae! [END] √
Fanfiction"Ngapa lo cengar-cengir, gila lo ya!" sahut Ten. "Santai njing, lo ngegas mulu dari tadi" "Lo yang santai anjing" "Nggak usah bawa-bawa anjing lo njing" "Ngaca dong lo, lo duluan yang nyebut anjing" "Diem deh lo cabe Thailand!" Ten mengatupkan bibir...
![Sunbae! [END] √](https://img.wattpad.com/cover/267763055-64-k712366.jpg)