13. Save Her

41 18 4
                                    

Setelah menyelamatkannya pada malam itu, aku sekarang jarang bertemu dia.

"Apakah dia mengenali aku pada malam itu?" Aku berpikir rasanya tidak mungkin seorang cewek bad girl akan berterimakasih karena telah diselamatkan. Lebih baik diam saja daripada terus-terusan bertemunya.

Seminggu ini memang tidak banyak yang bisa dilakukan para siswa kecuali belajar. Minggu depan sudah ujian. Para siswa ambisius pasti sudah menyiapkan diri untuk mengikuti ujian tersebut.

Aku, Galih, dan Alex ikut belajar karena paksaan Dygta. Dygta tidak ingin nilai ujianku turun dan diomeli bundaku. Ada baiknya juga sih. Kami berempat belajar di rumahku karena kebetulan adikku sedang libur sekolah.

Galih membuka buku matematikanya lalu berkata, "ya ampun, soal matematika kayak gini kok susah banget sih?" Raut muka yang gusar sangat terlihat oleh kami dan membuat kami tertawa.

"Itu karena lo gak pernah belajar matematika dari dasarnya," ejek Dygta.

Mendengar hal itu, membuat wajah Galih tambah kesal. Lalu tiba-tiba saja Dygta mengubah topik pembicaraan itu, "Do, lo ya yang bilang ke Alessia kalau kita pacaran?" Mata Dygta lalu berdelik tajam ke arah Nando.

Nando meletakan penanya di atas meja, lalu berkata, "Alessia? Kapan lo temu sama dia?"

Saat hendak menjawab pertanyaan Nando, tiba-tiba suara dehaman keras dari Alex memotong pembicaraan itu.

"Nah lo, kali ini TUMBEN banget manggil Alessia pake nama, bro. Biasanya 'cewek bad girl' itu."

Lalu Galih dengan seenaknya langsung menendang kaki Alex yang sedang duduk di atas kursi.

"Ya, lo mah, emang si Alessia itu harus dipanggil 'cewek bad girl' terus?"tandas Galih.

Seakan mengabaikan ucapan kedua lelaki itu, Dygta menatap ke arah Nando lalu berkata, "Waktu gue jenguk dia di rumah sakit, soalnya guru BK nyuruh gue jenguk dia. Terus tiba-tiba aja dia bilang gue pacarnya lo. Kan kaget gue jadinya!"

Nando lalu mengangguk dan berkata, "oh, gak kok, gue gak pernah bilang apa-apa sama dia."

Merasa mengerti, mereka berempat lalu melanjutkan aktivitas mereka, yaitu belajar.

Hari senin tiba, para siswa harus siap mengikuti ujian semester gasal dan menerima hasil ujian sesuai dengan usaha yang mereka lakukan.

***
Ujian selesai. Hari Jumat selepas ujian Nando, Alex, dan Galih berencana untuk latihan basket karena minggu depan mereka akan mengikuti pertandingan basket.

Saat mereka membicarakan hal itu, tiba-tiba seorang cewek datang di antara kerumunan siswa dan membagikan sebuah kertas yang terlihat seperti undangan.

Setelah membagikan undangan tersebut, cewek itu berkata," Guys, jangan lupa datang ya! Buat cowok-cowok dresscode nya gue bebasin. Nah, buat yang cewek sesuai yang tertera di undangan ya. So, malam besok gue sangat menanti kehadiran kalian semua di party gue ya."

Nando bisa melihat dengan jelas betapa antusiasnya para siswa itu untuk datang ke pesta itu. Tapi tidak dengannya, dia tidak begitu tertarik dengan hal itu.

"Lo datang gak bro?"tanya Galih pada Alex.

Alex yang mendengar pertanyaan dari Galih itu langsung cengengesan dan berkata, "gue? Pasti datang bro. Banyak cewek bening pasti disana. Apalagi teman yang ngundang itu." Lalu mata Alex menatap sekilas ke arah tiga cewek yang sedang membagikan undangan itu.

"Yang gak datang nih pasti sih Nando, bro. Dia mah pasti gak mau ketemu sama 'cewek bad girl' itu hahaha."

"Memang nggak, ogah banget ikutan party gak jelas kayak gitu."

Alessia (ON GOING)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang