Alessia Kaynandara Zafira

310 116 57
                                        

Cantik, pemberontak, dan berbahaya. Tiga kata itu seolah melekat erat pada sosok Alessia Kaynandara Zafira. Dengan rambut pirang yang terurai bebas, iris mata cokelat yang tajam, serta hidung mancung yang menambah kesan angkuh, Alessia adalah definisi nyata dari seorang bad girl. Seragam putihnya yang sengaja dibuat ketat, dipadukan dengan rok lipit dua sentimeter di atas lutut, seolah menjadi seragam kebesaran yang menegaskan dominasinya.

Tak heran jika setiap langkahnya selalu menjadi magnet bagi pasang mata di sekolah. Seperti siang ini di kantin, suasana yang semula bising mendadak riuh oleh ketegangan yang diciptakan Alessia. Seorang siswi tampak gemetar di hadapannya.

"Eh, lo sengaja, ya, numpahin minuman ini ke gue?!" Bentak Alessia. Suara denting gelas jus yang ia letakkan kasar di atas meja memicu keheningan instan di sekitarnya.

"Ma-maaf, Kak... tadi aku buru-buru dan—"

"Dan apa?!" potong Alessia cepat. Ia bersedekap, dagunya terangkat tinggi saat matanya menyapu penampilan siswi itu dari atas ke bawah dengan tatapan meremehkan. "Lo rese banget jadi manusia. Gue nggak mau tahu, pokoknya lo harus beli seragam ganti buat gue sekarang!"

Alessia mengibaskan tangannya dengan gestur mengusir ke arah koperasi.

"Ta-tapi, Kak..."

"Nggak usah tapi-tapian! Pergi ke koperasi sekarang!" perintahnya mutlak, tak menerima bantahan.

"I-iya, Kak. Tunggu sebentar, aku ke koperasi dulu." Siswi itu bergegas pergi dengan langkah seribu.

"Hm, nggak pakai lama! Gue kedinginan nih," gumam Alessia ketus.

Melihat Alessia yang tengah 'beraksi', beberapa siswa laki-laki justru bersorak antusias, mencoba mencari muka di tengah keributan.

"Alessia, pakai jaket gue aja. Lo pasti dingin, kan?" teriak salah satu dari mereka.
"Ale, pakai baju gue aja nih!" sahut yang lain tak mau kalah.

Alessia hanya memutar bola matanya jengah mendengar sahutan-sahutan itu. "Tuh cewek beneran mancing emosi," gerutunya sambil memainkan kunci mobil di jemarinya.

"Udah lah, sabar aja. Lo mah emosian mulu, nggak baik buat kesehatan tahu, wkwk," sahut seorang gadis berambut sebahu yang duduk di sampingnya.

"Udah, udah. Lo mending ganti baju aja di loker. Kalau nungguin cewek tadi, yang ada lo malah masuk angin," Chloe menengahi perdebatan kecil antara Alessia dan Steffani.

Sambil berdecak kesal, Alessia akhirnya berdiri. "Hish, iya-iya. Eh, jangan lupa bilang ke cewek tadi, urusan gue sama dia belum selesai!"

Teman-temannya hanya membalas dengan acungan jempol saat Alessia melangkah pergi menuju area loker. Di dalam benaknya, ia sudah menyusun rencana untuk memastikan siswi tadi tidak akan pernah merasa nyaman lagi menginjakkan kaki di sekolah ini.

Sekali lagi, dialah Alessia Kaynandara Zafira. Sang bad girl yang tidak akan membiarkan siapa pun mencari masalah dengannya tanpa membayar harga yang setimpal. Bukan karena ia jahat sejak lahir, namun ada luka masa lalu yang membentuknya menjadi sosok seperti sekarang. Masalah cinta? Oh, tentu bukan itu alasannya. Hanya dia yang tahu rahasia di balik topengnya.

Because a bad personality is not their original nature, but it is formed because they want to be noticed.

Alessia (ON GOING)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang