12. Feel Bad

97 50 29
                                    

Tidak semua hal mesti diperlihatkan pada dunia. Sisakanlah sebuah misteri.

~ Author

***

Minggu, 06.40

Waktu yang tepat bagi Alessia untuk olahraga di sekitar rumahnya. Saat hendak keluar dari rumah, Alessia melihat sebuah pesan dari Alvaro.

"Alessia, siang ini temui saya di resto Witch Blow! Ada yang mau saya bicarakan ke kamu."

Alessia sekedar membaca pesan itu, ia lalu keluar dan mulai berolahraga.

Pagi itu berlalu sangat singkat, waktu pun sudah menunjukkan pukul 13.00 WIB. Alessia dengan terpaksa mengganti pakaiannya untuk menemui Alvaro yang sangat "malas" ia temui.

Selesai bersiap, Alessia lalu ke garasi dan langsung keluar mengendarai mobilnya. Tak lama kemudian, Alessia tiba di restoran itu. Disana ia sudah melihat Alvaro yang tengah menunggu kedatangannya.

Alvaro tersenyum canggung pada Alessia. Namun, Alessia hanya menampilkan wajah dinginnya pada Alvaro.

"Al, kamu kenapa menghindar dari aku?"

"Nggak, gue nggak gak menghindar dari lo kok. Bukannya lo ya yang menghilang tanpa kabar."

"Maksud kamu apa? Aku bahkan hampir tiap hari menelpon dan memberi pesan ke kamu tapi tak ada satupun yang kamu respon."

"Kan gue kayak gitu gara-gara lo."

"Hah? Maksudnya gimana Al?

"Ingat gak waktu kamu janjian makan malam sama gue? Malamnya ada yang jemput gue dan dia bilang kalau dia itu supir lo. Dan tiba-tiba aja gue hampir dibunuh tuh orang. Lo kalau gak mau menepati janji ga usah bikin janji deh. Tinggal lo bilang aja kalau acara malam itu batal, gue pasti gak akan hampir meninggal."

Butuh waktu beberapa detik untuk Alvaro menyadari perkataan Alessia tersebut.

"Nggak Al, aku udah ngabarin kamu kalau acara makan malam itu batal. Dan -"

"Gue nggak terima pesan apapun dari lo Alvaro. Lo kalau mau ngeles ga usah berlebihan deh. Dan gue ngerasa kita nggak akan cocok apalagi karena paksaan seperti ini."

"Dengerin penjelasan aku Al-"

"Ga usah dijelasin."

Alessia pun segera pergi dari kafe itu.

Hari itu menjadi hari yang melelahkan bagi Alessia. Dibalik itu, sudah hampir seminggu ini Alessia tidak melihat Nando. Orang yang sebelumnya menerornya pun sekarang tidak menerornya lagi.

Minggu berlalu, hari senin yang menjadi hari tantangan para siswa tiba. Para siswa Adiyaksa melaksanakan ujian semester gasal. Untuk sementara kehidupan Alessia berjalan tenang. Teman-teman geng Alessia pun setia menemani Alessia.

Hari jumat tiba, hari dimana para siswa Adiyaksa melaksanakan ujian terakhir mereka. Setelah ujian, Delya mengundang seluruh siswa Adiyaksa untuk menghadiri pesta ulangtahunnya. Kebetulan dia merayakan acara itu pada malam minggu ini.

"Guys, jangan lupa datang ya! Buat cowok-cowok dresscode nya gue bebasin. Nah, buat yang cewek sesuai yang tertera di undangan ya. So, malam besok gue sangat menanti kehadiran kalian semua di party gue ya."

Semua siswa begitu ramai membicarakan pakaian dan kado yang akan mereka hadiahkan pada Delya. Delya pun kembali bergabung ke teman-temannya.

"Chloe, jangan lupa datang ke party gue."

Chloe memegang bahu Delya lalu, "Iya-iya gue pasti datang."

Bel pulang sekolah berbunyi, Delya sudah pulang duluan karena dijemput mamanya. Alessia, Chloe, dan Angel memutuskan untuk pergi ke mall bersama. Mereka ingin membeli kado buat Delya.

Alessia (ON GOING)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang