Jam sudah menunjukkan pukul 09.00. Suasana kelas yang mulanya tenang perlahan ricuh karena waktu yang tersisa untuk pengumpulan lembar tes fisika adalah 10 menit lagi. Dari sekian banyak siswa di kelas itu, yang menjadi sorot perhatian adalah seorang anak cowok berambut cokelat dengan bola mata hitam. Dia adalah wakil ketua osis sekaligus kapten tim basket SMA Adiyaksa yang dikenal cuek, dingin, dan termasuk salah satu the most wanted di sekolah. Di 10 menit terakhir, anak cowok itu pun mulai menoleh ke kanan, ke arah seorang anak cewek berambut hitam dengan kacamata yang khas dipakainya.
"Eh Na! Jawaban nomor 5 sama 7 apaan?" ujarnya pelan kepada anak cewek itu.
"Belum semuanya." balas anak cewek itu.
"Eh, Ki nomor 5 sama 7 apa jawabannya?" tanyanya pada seorang anak cowok yang duduk di belakangnya dengan pelan.
"Nomor 5 A, nomor 7 kagak tau." ujarnya dengan singkat.
Waktu tes pun selesai, ia segera mengumpulkan lembar tesnya itu kepada guru mata pelajaran fisika. Wajah pasrah sudah terlihat dari anak cowok itu. Benar salah dari jawaban tes itu tidak menjadi fokusnya lagi, yang penting ujian fisika yang menyiksa itu selesai baginya.
Tak lama kemudian istirahat tiba, anak cowok itu segera menghampiri anak cewek yang berkacamata itu.
"Eh Riana, Main pegi aja lo!Lo tuh sumpah pelit amat ya sama sepupu lo sendiri. Gue minta jawaban nomor 5 sama 7 aja lo nggak ngasih." kata anak cowok itu kepada anak perempuan yang berkacamata itu yang ternyata bernama Riana.
"Astaga Nando, suudzon amat sama gue. Kan tadi gue udah bilang, gue belum selesai dan ya gue gak tau jawabannya. Hmm, udah dicatat dosa suudzon lo sama malaikat." kata Riana kepada Nando, anak cowok itu.
"Terserah deh. Kali ini gue nggak yakin dapat nilai tinggi."
"Yee, salah lo sendiri yang sibuk main basket padahal ada ujian."
Dia Nando Alaric Louis.
Cowok yang dikenal sebagai wakil ketua osis dan kapten basket yang paling cuek terhadap kepada cewek yang terlihat menyukainya. Dia hanya dekat dengan 1 anak cewek di sekolah itu, yaitu Riana-sepupunya sendiri. Karena hal itu, membuat cewek lain berfikiran negatif kalau ia dan Riana itu berpacaran. Namun, ternyata tidak.
Dia itu paling anti sama cewek yang banyak gaya dan mendekatinya hanya karena wajahnya saja. Dia juga belum ingin berpacaran, karena dengan berpacaran tentunya bisa membuat lubang lain di hatinya jika terjadi perpisahan.
karena baginya cinta yang ada di dunia itu bersifat semu, tidak ada yang abadi apalagi yang namanya cinta kebetulan.

KAMU SEDANG MEMBACA
Alessia (ON GOING)
Teen FictionAlessia, siswi SMA tingkat akhir yang dalam satu waktu menghadapi banyak masalah. Pertama, dia dijodohkan papanya dengan seorang CEO muda. Kedua, dia mendapat teror dari seseorang yang merupakan masa lalunya. Ketiga, hubungan keluarga papa Alessia y...