part 14

1.5K 123 16
                                        


Warning!

.
.
.
Malam ini rose baru pulang ke dorm, tadi setelah dari dorm itzy ia pergi berkeliling, guna untuk menyegarkan pikirannya,

"jennie unni belum pulang?? " tanya rose yg baru mendudukkan dirinya di sofa,di tengah tengah lisa dan jisoo.

"belum deh kayaknya, soalnya kita juga baru sampai, iyakan lis?? "

"ha?? "lisa menoleh ke arah jisoo yg menyebut namanya

"jennie belum pulang kan?? " ulang jisoo

"mana aku tau" acuh lisa sambil mengendikkan kedua bahunya,rose hanya menghela napasnya melihat tingkah lisa.

Ceklek

"aku pulang" kata jennie setelah ia menutup pintu dorm, rose jisoo dan lisa menoleh ke arah jennie,namun rose hanya sekilas setelah itu ia fokus ke hpnya, padahal mah cuma pura pura main hp saja.

"kamu udah makan jen?? " tanya jisoo lalu jennie mengangguk,matanya melihat ke arah rose yg masih pokus dengan hp di tangannya.

"kenapa tu anak? Tadi pagi ngejar ngejar, sekarang malah cuek gitu"batin jennie masih terus memperhatikan rose yg sibuk dengan hp nya.

"jen?? Kenapa diam disitu?" tanya jisoo lagi, karna dari tadi jennie masih berdiri di depan pintu.

"eoh,,?? Tidak ada unni,, oiya jennie mandi dulu ya" jennie langsung pergi ke kamarnya yg ada di lantai dua.

Rose melihat kepergian jennie lalu ia tersenyum penuh arti,ck.

"lisa,unni,aku duluan ke kamar ya, mau mandi juga" kata rose lalu ia pergi menuju kamarnya yg ada di samping kamar jennie,tapi sebelum pergi ia sempat mengacak acak poni lisa,membuat lisa mendengus kesal, tapi lain lagi di hatinya, kalau di hatinya mah bahagia bangat dapat perlakuan begitu dari rose.

.
.

Rose mengendap endap masuk ke kamar jennie,beruntung rose karena jennie tidak mengunci pintu kamarnya.

Rose berjalan ke arah ranjang jennie lalu ia merebahkan dirinya di kasur king size milik jennie,ketika rose sudah rebahan di ranjang jennie ia menatap langit langit kamar, setelah itu ia tersenyum penuh arti, karna ia yakin jika saat ini jennie lagi mandi karna terdengar suara air dari arah kamar mandi.

Sekitar 20 menit rose menunggu akhirnya jennie keluar juga dari kamar mandi, senyuman rose makin mengembang ketika ia melihat jennie hanya menggunakan handuk.

"astaga,,,, " jennie yg baru menyadari keberadaan rose langsung berteriak kaget, karna ia mudah kaget. Namun rose hanya tersenyum melihat jennie.

"Ngapain kamu di kamarku?? " tanya jennie kesal

"suka hati ku lah mau dimana, ini kan kamar wifey ku" santai rose jennie menggeram kesal melihat rose.

"pergi gk?? "

"kenapa aku harus pergi?"

"isshh rose pergi,aku mau pakai baju"

"pakai aja, gak papa kali jika aku lihat pun, bukankah aku juga udah melihatnya sebelum sebelumnya?" jennie hanya mendengus kesal mendengar perkataan rose, lalu ia berjalan ke arah lemarinya, namun ketika ia mau membuka pintu,tiba tiba rose memeluknya dari belakang,jennie sempat menepis tangan rose agar lepas dari perutnya,namun bukannya lepas rose malah semakin mengeratkannya.

"Lepas rosie,, aku mau pakai baju" kata jennie,namun rose hanya menggeleng,kepalanya ia sandarkan ke bahu jennie dan sesekali ia mencium area leher jennie yg sangat candu baginya. Jennie sebenarnya udah gk kuat dengan perlakuan rose,tapi ia harus bisa bertahan dari godaan manusia php ini.

Rose membalikkan tubuh jennie hingga mereka berhadapan, tangannya ia eratkan tepat di pinggang jennie,sesekali ia remas, jennie dengan susah payah menahan desahannya karna ulah rose.

"pergi kemana tadi?? " tanya rose dengan suaranya yg tampak berat karna ia sudah di kuasai nafsunya, namun jennie tidak menjawab pertanyaan rose,ia malah diam.

Melihat jennie hanya diam rose menarik handuk jennie hingga jatuh kebawah, sekarang jennie sudah full naked.
"Rosie kamu apaan sih?? " kesal jennie hendak mengambil handuknya kembali namun di tahan sama rose.

"kamu kemana aja??" tanya rose lagi

"bukan urusanmu" ketus jennie,lalu rose tersenyum melihat jennie.

"aakkkhhhh" desah jennie ketika rose meremas dadanya,,,

"kemana aja??hmmm???" tanya rose lagi dengan lembut, namun kali ini ia tidak menunggu jennie untuk menjawab karna ia tau, jennie tidak akan mau menjawabnya begitu saja.

Rose malah melumat bibir jennie,lidahnya mencoba masuk untuk menjelajahi mulut jennie lebih dalam. Tangannya tidak tinggal diam, satu tangannya meremas remas dada jennie dan satu tangan lagi mengelus elus vagina jennie,hingga pada akhirnya pertahan jennie yg sudah ia bangun dengan kokoh runtuh seketika karna perbuatan rose.
Jennie sudah mengalungkan tangannya di leher rose,sesekali ia menjabak rambut belakang rose untuk menyalurkan gairahnya.

.
.

Derit suara ranjang semakin terdengar jelas karna ulah kedua manusia yg sedang di penuhi dengan nafsu, apalagi rose ia terlihat masih bersemangat untuk menjamah setiap inci tubuh jennie,ia tidak mau terlewat sedikit pun.

"sshhhh,,, hubby,,, aku capek" rengek jennie,ia benaran sudah tidak bertenga karna ulah rose, mereka udah beberapa kali pelepasan tapi rose tidak pernah puas dengan apa yg ia dapat. Sampai pagi pun ia sanggup jika bersama jennie.

"bentar lagi wifey,,, aku belum puasss" kata rose masih terus menggenjot jennie.

"tapi ini udah 2 jam lebih aku melayanimu hubby"

"bentar lagi ya" kata rose lalu ia kembali melumat bibir jennie agar tidak kembali merengek minta berhenti.

"kamu pergi kemana tadi?? " tanya rose lagi sambil merapikan rambut jennie yg menghalangi wajahnya, jangan lupakan di bawahnya yg masih terus bekerja mencari kepuasaannya.

"ke rumah eomma"

"ngapain??? "

"tidak ada,eomma hanya rindu denganku,,, akkhh, pelan pelan hubby" desah jennie karna rose yg menggenjotnya makin kasar,ntah kenapa setiap rose mendengar eommanya jennie ia selalu emosi.

.
.

Sinar matahari masuk melalui celah celah gorden kamar jennie,hingga rose membuka matanya karna merasa silau, lalu ia melihat ke sebelahnya dimana jennie masih tertidur, ia tampak masih pulas, mungkin ia mimpi indah,
Rose tersenyum melihat wajah jennie,apalagi bibirnya yg membengkak karna ulahnya semalam,

Cup

Rose mengecup sekilas bibir jennie,lalu ia berdiri dari ranjang dengan hati hati agar tidak membangunkan jennie.
.
.

Setelah selesai mandi rose pergi ke dapur, dan disitu sudah ada lisa dan jisoo

Cup

Rose mengecup sekilas pipi lisa membuat lisa kaget.

"apasih chaeng? Ngangetin aja" kesal lisa namun rose hanya tersenyum dan mengacak rambut lisa, lalu ia melihat ke arah jisoo yg juga melihatnya.

"pagi unniku yg paling cantik" senyum rose

"kamu kenapa? Bahagia bangat kayaknya?? " bingung jisoo yg melihat rose terus tersenyum.

"ada deh" kata rose lalu ia berjalan ke arah jisoo yg lagi menata makanan di atas meja.

Cup

"chaeyoung??ihhh masih pagi tau, main cium cium aja" kesak jisoo karna rose yg mencium pipinya,

"itu hadiah dariku unni, karna aku lagi bahagia" senyum rose namun jisok hanya menggeleng melihat tingkah rose.



Maaf ya gk jadi double up,
Lagi sibuk soalnya, lebih tepatnya sih sok sibuk, hihi.

Oiya ini juga alasan kenapa jarang di up, karna mengandung 19+,maklum lah ya, lagi puasa.

Oiya kalo kalian gk vote sama koment berarti ff ini gk menarik, dan gk perlu di lanjutin lagi kalau kayak gitu kan?

My secret sister  (complete)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang