part 17

1.3K 133 7
                                        


Triple,, demi kalian yg udah pada baik baik banget mau vote sama komen. Lovdeh....

Rose terbaring lemah di kamarnya,bahkan ia masih pake infus untuk menambah tenaganya,ia sangat lemah makanya perlu bantuan dari infus. Lukanya sudah di obati, kakinya yg di injak eommanya jennie juga udah di obati dan di perban, karna lukanya yg cukup parah akibat injakan yg di berikan eommanya jennie.

Sejak kejadian dua hari yang lalu, dimana rose di pukuli oleh bodygardnya eomma jennie,ia tak pernah keluar dari kamar, ia masih lemah, sulit rasanya untuk bergerak, dan yg mengantarkannya makanan lisa dan jisoo gantian, jennie belum pernah datang untuk sekedar melihat gimana keadaannya, membuat rose sedih, jujur saja ia sangat mengharapkan kehadiran jennie di sisinya saat ini.

Ceklek

Pintu kamarnya terbuka, dan masuklah orang yg dua hari ini di tunggu tunggu rose, yaitu jennie. Rose sangat bersyukur karna akhirnya jennie datang untuk menjeguknya.

"duduk jen" kata rose sambil menggeser sedikit tubuhnya agar jennie bisa duduk di samping ranjangnya.

"tidak perlu, aku kesini hanya sebentar" kata jennie penuh dengan hawa dingin.

"mmm,, iyalah, makasih udah datang untuk melihatku"

"tidak perlu terlalu berharap banyak padaku rose" rose?? Kenapa bukan rosie lagi? Pikir rose ketika ia mendengar perkataan jennie.

"iya jen,, oh iya gimana keadaan bayi kita, baik baik aja kan? Kamu minum susunya kan? " tanya rose antusias,namun jennie hanya berdecak kesal.

"aku kesini untuk membahas tentang kandunganku"

Rose tampak antusias untuk mendengarkan jennie yg akan membicarakan calon anak mereka, bahkan ia merasa jauh lebih baik setelah jennie datang ke kamarnya.
"kamu udah periksa? Kenapa tidak mengajakku? Biar kita periksa bersama"

"diamlah rose, aku belum selesai bicara, tapi kamu malah banyak komentar" bentak jennie membuat rose terdiam.
"aku akan menggugurkan kandunganku" lanjut jennie membuat rose membulatkan matanya karna kaget mendengar perkataan jennie.

"ta tapi ke k kenapa J?? " kata rose terbata bata

"aku masih ingin meneruskan bisnis eommaku yg ada di paris, kamu tau sendirikan dari dulu aku memimpikan untuk tinggal disana" jrlas jennie.

"tapi jen,, anak yg ada di rahimmu tidak tau apa apa, kenapa kau tega ingin membunuhnya?" kata rose yg hampir menagis, ia mencoba sekuat tenaga untuk bangkit dari kasurnya dan berlutut di hadapan jennie,membuat jennie kaget dengan tingkah rose.

"apa yg kamu lakukan rose? Berdirilah"suruh jennie berusah membantu rose untuk berdiri, namun rose menggeleng.

"aku mohon J,, tolong jangan gugurkan kandunganmu,, jika memang kamu tidak menginginkannya, setidaknya sampai ia lahir, setelah itu, dia akan bersamaku, dan aku juga tidak akan memberitahunya jika kamu ibunya" kata rose sambil terisak, jennnie menarik napasnya sejenak melihat rose yg berlutut di kakinya, lalu ia membuangnya kasar.

Tanpa menjawab rose jennie segera berbalik dan pergi dari kamar rose.

.
.

Jennie berdiri di membelakangi pintu kamar rose, ia juga menangis, sebenarnya ia tidak tega melihat rose orang yg ia cintai seperti ini, tapi mau gimana lagi? Ia sangat menginginkan bisnis yg di janjikan eommanya.

"loh jen?? Kamu ngapain di depan kamar rose? "tanya jisoo yg baru keluar dari kamarnya dan ingin pergi ke dapur,

Jennie segera menghapus airmatanya dan berbalik untuk melihat jisoo. Lalu ia tersenyum dan menggeleng.
"tidak ada unni" bohong jennie,sebenarnya jisoo tau jika jennie sedang berbohong tapi ia tidak mau untuk ikut campur.

"pikirkan baik baik jen,jangan sampai kamu menyesal nantinya hanya karna ego mu" kata jisoo, ntah ia tau atau tidak apa yg sedang di pikirkan jennie,tapi ia rasa ia harus berkata demikian pada jennie.

"unni mau ke dapur mau masak, kamu mau makan apa? Hmm?"tanya jisoo lalu jennie menggeleng

"tidak ada unni"

"benarkah?? Bagaimana dengan calon keponakanku itu? Apa dia menginginkan sesuatu?" tanya jisoo sambil melihat perut jennie yg masih rata, sebenarnya bohong jika jennie tidak menginginkan sesuatu,tapi ia tahan, ia tidak mau untuk mengabulkannya, kan ia niatnya ingin menggugurkan kandungannya.

"tidak unni, yasudah aku ke kamar dulu ya" kata jennie lalu ia pergi ke kamarnya,jisoo menghela napasnya melihat jennie yg memasuki kamarnya.

"jangan sampai kamu menyesak jen" gumam jisoo. Ia sangat kasihan melihat rose yg di abaikan oleh jennie.ia tidak tau gimana nantinya hubungan mereka. Yg terpenting ia hanya berharap yg terbaik untuk mereka berempat.

.
.

Jennie terus jalan mondar mandir di kamarnya,ia gelisah, sangat gelisah, ia selalu teringat gimana tadi rose memohon padanya untuk tidak menggugurkan kandungannya. Jika di pikir pikir juga, apa salah calon anaknya yg salah itu jennie dan rose yg sudah di lewat batas, hingga menghasilkan buah.

Mata jennie beralih ke arah cincin rose yg tertinggal di kamarnya,ia meletakkannya di atas meja setelah ia bersihkan kemarin.
"siapa yg harus aku pilih rosie?? " gumam jennie.










Udahlah segitu aja pokoknya udah triple, haha.

Lemes bngt author

My secret sister  (complete)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang