Rose berjalan dengan kaki sebelah yang menyeret, kakinya masih jauh dari kata sembuh, karna injankan eommanya jennie cukup parah karna menggunakan heels, dengan perlahan rose membuka pintu kamar jennie,kepalanya masuk setengah untuk melihat jennie udah tidur atau belum, dan jennie udah tidur.
Rose berjalan pelan ke arah jennie yg tertidur pulas, percuma juga jikq ia mau berjalan cepat, ia takkan bisa karna kakinya yg masih sakit.
Rose berdiri di samping ranjangnya jennie,menatap wajah jennie dengan lekat, berharap jika perkataan jennie tadi siang tidak benar benar ia lakukan.
"aku harap apa yg kamu katakan tadi siang tidak benar J" kata rose lalu ia berjongkok di samping ranjang jennie,posisinya pas di hadapan perut jennie. Rose sudah mengangkat tangannya mau mengelus perutnya jennie,tapi tidak jadi karna ia takut itu akan membangunkan jennie,jadi ia hanya diam melihat jennie ug sedang tertidur.
"kamu baik baik ya sayang di perut eomma mu, jangan nakal, jangan buat eomma kesakitan ya?? Appa sayang sama kamu nak, cepatlah hadir kedunia ini, maafkan appa yg menghadirkanmu dengan cara yg salah" kata rose,akhirnya ia memberanikan diri untuk mengelus perutnya jennie berharap anaknya di dalam bisa merasakannya, tak sadar airmatanya jatuh. Lalu ia menghapus airmatanya dan segera pergi dari kamar jennie.
Setelah rose pergi dari kamar jennie,jennie membuka matanya,ia melihat ke arah pintu kamarnya yg sudah tertutup rapat. Perlahan airmatanya turun, ia menangis terisak seorang diri di kamarnya, betapa jahatnya ia pada rose setelah kehamilannya.
.
.
Pagi harinya rose menuruni tangga dengan hati hati, lalu ia berjalan ke arah meja makan.
"eoh,,,? Kamu sudah disinu J? Aku pikir kamu masih tidur" kata rose mencoba melupakan masalahnya dengan jennie.
"kamu mau kopi chaeng?? " tawar lisa, lalu rose mengangguk dan tersenyum,lalu ia duduk di hadapan jennie,ia takut untuk duduk di samping jennie seperti biasa, rose takut jennie merasa tidak nyaman berada di dekatnya.
"ini chaeng" kata lisa sambil menaruh kopi yg ia buat di depan rose, rose melihat lisa lalu ia tersenyum.
"makasih lalisa" senyum rose, lisa juga membalas senyuman itu dan megangguk.
"gimana kaki kamu? Masih sakit? " tanya lisa lalu ia duduk di samping rose tepat di hadapan jisoo yg duduk di samping jennie.
"udah agak mendingan,tapi masih ngilu"
Lisa mengangguk mengerti,"kamu mau aku ambil makanan? " tanya lisa lagi,lalu rose mengangguk
"khemmm" dehem jennie dengan keras,daritadi ia memperhatikan rose dan lisa yg layaknya sepasang kekasih.lisa dan rose melihat ke arah jennie.rose melihat tatapan dingin jennie padanya.
"ah,,, lis,, biar aku saja yg ambil" kata rose lalu ia segera mengambil makanan untuknya yg sudah tersedia di atas meja.
Mereka mulai makan dengan tenang.
"kita latihan kan hari ini?? " tanya lisa lalu mereka menggangguk.
"kata pelatih kita, kitq latihan vocal aja dulu sambil menunggu kaki rose membaik" kata jisoo, lalu lisa megangguk mengerti mendengarnya.
"maafin aku ya, unni, lisa, gara gara aku latihan kita jadi di tunda tunda" kata rose yang merasa tidak enak hati pada member lain.
"ini bukan salah kamu kok chaeyoung,sudahlah tidak usah merasa sedih begitu, kita kitq gak papa kok iya kan?? " tanya jisoo pada lisa dan jennie lalu mereka menggangguk.
.
.
Jennie berjalan dengan gontai di koridor rumah sakit, ia datang ke rumah sakit satu jam yg lalu setelah mereka selesai latihan, rencananya ia akan menggugurkan kandungannya tapi entah kenapa pas di depan ruangan dokter spesialis kandungan, jennie malah diam mematung.
Ia tidak jadi masuk karena ia tiba tiba saja teringat pada rose, akhirnya ia memutuskan untuk pulang tanpa masuk ke ruangan dokter yang tadi sudah ada janji dengannya.
.
.
Pintu kamar rose terbuka dan masuklah jennie,ia berjalan ke arah ranjang rose,ia tatap wajah rose yg sudah tertidur,wajar saja jika ia sudah tidur sekarang sudah jam 1 dini hari.
Perlahan jennie naik ke atas ranjang rose dan merebahkan dirinya di hadapan rose yg sudah tertidur pulas. Jennie peluk perlahan tubuh rose mencari kenyamanan yg beberapa minggu ini ia rindukan.
"maafin aku rosie" gumam jennie memandang wajah polos rose saat tidur.ia elus perlahan wajah rose.
Cup
Jennie kecup sekilas bibir rose,lalu ia eratkan kembali pelukannya pada rose,hingga ia ikut tertidur di samping rose.
See you later
KAMU SEDANG MEMBACA
My secret sister (complete)
Historia Cortamenceritakan tentang persaudaraan rose blackpink dan ryujin itzy yg tidak banyak orang mengetahuinya, hanya blackpink dan itzy yg tau soal itu demi pekerjaan masing masing.. disini juga menceritakan tentang cinta antara Jennie-Rose-lisa-Jisoo.. nt...
