32

2.4K 345 31
                                        

"jeffrey ngajak gue jalan besok

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"jeffrey ngajak gue jalan besok."

iya, rose yang diajak jeffrey buat ketemuan. gatau mau klarifikasi atau ngejelasin apa yang dia lakuin sama naya di bar.

"ga, gue ga setuju." timpal ryujin yang masih sibuk makan seblak.

"kok gitu? siapa tau aja jeffrey ngajak ketemuan gue mau minta maaf." bales rose yang gaenak kalo nolak ketemuan sama jeffrey.

posisi juga disitu rose baru putus sama jeffrey, belum juga ada satu minggu. pasti masih sayang banget.

"ming lo izinin gue ketemu sama jeffrey ga?" tanya rose ke aming yang diem gatau mau jawab apa.

ryujin yang sengaja nyenggol tangannya aming buat kode kalo 'jangan izinin' rose ketemu sama jeffrey.

"iya, gue izinin." bales aming reflek.

ryujin yang langsung melotot ke aming karena diizinin, sedangkan rose senyum makasih ke aming karna ngizinin ketemu jeffrey.

"tapi kalo lo balik kerumah nangis nangis, gausah balik. tinggal di gubuk aja." sindir ryujin yang langsung bawa seblaknya kabur ke kamar.

"ngambek lagi."

"oh iya ming, gue baru inget." ujar rose ke aming sambil megang bahunya.

"apaan?"

"waktu lo izin ke gue, pas yang ada jeffrey juga, katanya mamah lo lahiran kan? cewe apa cowo adek lo?" tanya rose yang baru inget inget kalo aming pernah bilang mamah nya lahiran.

mampus, itukan cuma alasan biar gue bisa cabut main sama jeffrey.

"keguguran, hehe." bales aming seadanya.

"HAH? BENERAN?"

"kok lo baru kasitau gue sekarang?" tanya rose yang kaget gegara mamahnya aming keguguran.

"i—iya, gue baru sempet kasitau lo." bales aming yang nyengir dikit. padahal 100% boong, itu alasan aja biar aming bisa cabut tanpa kena omelan rose.




J a n a r e s




rose yang diajak ketemu sana Jeffrey di kafe deket rumah rose, katanya sih Jeffrey gamau rose capek capek ke tempat jauh. pret.

rose yang masuk kafe langsung ngeliat Jeffrey senyum ke arahnya, tapi rose gabales karena masih kesel mungkin ya.

"kenapa ngajak ketemuan gue?"

"kok make gue sih," tanya Jeffrey yang agak gasuka. tapi apa peduli rose yang udah gada hubungan apa apa.

"kita udah putus jeff," peringat rose yang udah muak dan gamau basa basi lagi.

"itu cuma keputusan kamu, kita jadian keputusan nya sama sama kan? putusnya juga harus sama sama, gabisa cuma kamu yang mutusin." jelas Jeffrey yang masih mau dapet kesempatan dari rose.

"Jeff, aku tau aku ga kayak naya, yang mau di pegang cowok mana aja. dan aku juga bukan cewek sembarang yang mau dipegang pegang sama co—"

"Jadi kamu anggep aku brengsek?" elak Jeffrey karena out of topic.

"of course you are!"

"kamu ciuman sama naya didepan aku, mabok berdua, katanya mau janjian ketemuan malah kamu enak enakan di bar? dan yang dateng buat aku aming, bukan kamu Jeff."

"aku tau aku salah, tapi aku kelepasan rose. kasih aku kesempatan. Im so sorry for that night." jujur Jeffrey.

"No, no i can't." hela napas berat rose yang buat Jeffrey ilang harapan.

"aku tau kamu masih sayang sama aku kan?" tanya Jeffrey jelas.

"jelas masih. tapi kamu yang ngerusak semuanya jeff, coba kamu di po—"

belum selesai rose ngomong, jeffrey langsung berdiri meluk rose erat. "iya aku tau, aku buang kesempatan berlian dari kamu cuma buat mabok mabokan dan kelepasan."

"aku tau aku brengsek, aku buat kamu nangis, aku buat kamu ilang feeling dari aku, aku buat hubungan kita rusak gini, tapi tolong maafin aku? kasih aku lembaran kertas kamu yang baru karena hasil dikertas sebelumnya jelek." jelas jeffrey yang tulus minta kesempatan ulang.

rose yang agak kaget denger Jeffrey ngeluarin unek-unek dari dalem hatinya, sebenernya rose mau kasih lagi tapi—

"aku janji gabakal ulang kejadiannya, kalo keulang, kamu boleh putusin aku. seleganya, dan tolong buang kertas yang kamu kasih baru ke aku, karena itu jelek. aku ga bisa jadi pacar kamu."

rose malah nangis dipelukan Jeffrey, tolong sebenernya rose masih sayang banget malah sama Jeffrey, pengen peluk Jeffrey, manja manja lagi, keliling kota. jujur, punya Jeffrey is almost the best things in the world. tapi inget, almost is never enough.

"kok nangis, cantik?" ujar Jeffrey yang narik pelan muka rose dipegang dagunya sambil ngusap pelan air matanya.

"kamu puitis banget, kan sedih." ujar rose sambil nangis bibirnya manyun.

"astaga, gemes."

jujur rose salting langsung mukul dada Jeffrey.

"kok malah mukul, akunya dikasih kesempatan lagi ga?" tanya Jeffrey yang natap rose tulus.

"iya aku kasih, tapi janji jangan ulangin, aku benci banget." ujar rose yang nunjuk nunjuk muka Jeffrey.

"iyaa cantik, kamu mau aku cium?"

"pipi?" tanya rose yang ngelap air matanya sambil dongak liat Jeffrey.

"bibir lah,"

Jeffrey yang langsung cium bibirnya rose, ga pake lumatan, cuma ciuman lembut Jeffrey ke rose yang nandain masih sayang.

"pulang?" tanya rose yang nutup mukanya karena salah tingkah.

"kok ditutup gitu mukanya?" tanya Jeffrey ketawa kecil.

"salting tauu!" ucap rose sambil ngambek ke Jeffrey.

"ayo bocil pulang, besok lagi mainnya ya." ujar Jeffrey yang elus elus kepalanya rose sambil megang pinggangnya.

"ih, gue bukan bocil."

"iya iya, istriku."

"JEFFREY!"






















































































©TAEYONGSITES

𝐉anares.Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang