Yash kita sampai ke chapter 2, silahkan tinggalkan jejak berupa vote maupun komen ya🍃
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Faisal mendengus kembali, ini sudah pelamar ke 60 tapi tak ada satupun yang berhasil menarik perhatiannya, semuanya rata-rata hanya ingin menggodanya saja.
Dia berharap pelamar terakhir ini agak normalan sedikit.
Cklek.
Faisal lantas mendongak, dia sempat terpaku hanya saja dia bisa mengatur kembali ekpresi wajahnya. Dia kembali melihat resume gadis tersebut.
"Heum, Rena Runia Adijaksa. Status seorang Female Alpha. Usia 22 tahun Lulusan Sarjana Bisnis, waw. Point yang bagus." ujar Faisal panjang lebar.
Tumben sekali dia mau berujar lebih dari 2 kalimat. Rena yang mendengar pujian dibalik ucapan Faisal lantas tersenyum "Terima Kasih Pak." ucapnya sopan.
Faisal mengangguk, dia menatap Rena dengan lekat. "Apa tujuan kamu ingin menjadi Sekretaris saya?" tanya Faisal datar.
Rena tersenyum tipis "Saya mau cari Mate saya Pak. Hehehe." ujarnya langsung. Faisal membulatkan bibir mungilnya.
"Jawaban yang aneh, tapi saya suka mendengarnya. Baiklah kamu saya terima menjadi sekretaris saya, mulai hari ini kamu bisa bekerja."
Rena sudah tau ini akan terjadi, dia berdiri kemudian berjalan mendekati Faisal. "Selamat bergabung di Perusahaan ini Rena." ujar Faisal tenang sembari memberikan tangannya.
Rena mengangguk, dia menyambut tangan Faisal "Terima kasih Pak Faisal." ujar Rena lembut disertai senyum manisnya.
Deg! Deg!
Hell..itu bunyi jantung Faisal ya? Kok bisa?
Faisal terpaku sejenak, samar-samar aroma bunga mawar tercium dihidungnya. Sangat nyaman dan menenangkan "Pak Faisal, tangan saya Pak." Faisal tersentak.
Dia segera melepas genggamannya dan menggaruk tengkuknya gatal "Maaf, saya melamun." ujarnya kikuk.
Rena tersenyum kalem "Gak papa Pak. Kalau gitu saya permisi Pak, ingin meminta data dan jadwal anda dari Pak Reyhan." Faisal mengangguk.
Setelahnya Rena keluar dari dalam ruangan Faisal, masih tersisa aroma mawar tadi. Faisal mencium telapak tangannya, aroma Rena masih tersisa disana.
"Eumh..harum sekali." gumamnya senang. Baru kali ini dia mencium aroma Pheromone-
"Eh? Kenapa aku bisa mencium Pheromone-nya? Apa..jangan-jangan dia Mate ku?" gumam Faisal shock. Apa iya begitu?.
Tanpa sadar, tubuh Faisal mulai bereaksi dengan aroma milik Rena, rasa panas dan gerah mulai merasukinya.
"Eungh..sial. Dimana supressant-ku!?" ini bahaya, sifat alamiah seorang Omega saat mencium pheromone Matenya mulai bereaksi.
Faisal takut jati dirinya sebagai Male omega terbongkar, image yang selama ini dia bangun dengan susah payah akan hancur seketika.
Sedangkan itu, Rena tengah tersenyum tipis. Dia mencium telapak tangannya yang terdapat aroma Mocca milik Faisal.
"Manis sekali, ternyata mate ku adalah seorang Male omega. Itu..kabar buruk bagi Kakakku tapi tidak bagiku." Rena sudah tau.
Dia sudah tau jika Faisal adalah Matenya, pasalnya begitu Rena masuk kedalam ruangan milik Faisal, aroma manis dari Mocca langsung tercium dihidungnya.
Hampir saja Rena terbuai dan memancing dominan Alpha nya untuk keluar. Jika saja itu terjadi, maka hari ini juga Faisal akan kehilangan keperawanannya.
"Manis sekali, aku suka melihatnya merona. Akan lebih baik lagi jika manik merah jambunya terlihat."
Rena tau jika Faisal hanyalah berpura-pura menjadi Alpha, dengan sumpelan di sepatu agar dia terlihat lebih tinggi, dan sumpelan bahu agar terlihat lebih tegap.
Padahal, aslinya tinggi Faisal hanyalah 160 cm, sedangkan Rena 170 cm. Tadi saja tinggi Faisal hanya sehidung Rena, berarti sumpelan kaki itu tak membantu banyak.
"Apa diranjang, Pak Faisal akan semenarik itu?" Astaga Rena, mesum sekali kamu Naq. Ntar Indra kena serangan jantung kalau kamu terlalu agresif.
Aigu...
Tok tok.
Rena mengetuk pintu ruangan milik Reyhan pelan. "Permisi Pak, saya ingin meminta data dan jadwal milik Pak Faisal." intrupsi Rena.
Reyhan mendongak, dia menaikan kacamatanya yang melorot. Kemudian mengangguk, sekilas aroma mawar milik Rena tercium dihidung Reyhan.
Membuatnya terpaku sebentar. "Ini..jadwalnya." gumam Reyhan masih terpaku.
Rena mengangguk. "Terima kasih Pak Rey." ujarnya lembut disertai senyum manisnya. Semakin membuat Rey membeku.
Bahkan setelah Rena keluar, Rey masih membeku.
"Duh, gara-gara Pak Faisal nih. Pheromone-ku bisa dicium orang!" gumam Rena ssbal, dia akan menyuntikan supressant penekan pheromone miliknya.
Semua terpicu karena seorang Faisal, aromanya bisa dicium orang gara-gara Faisal yang membuatnya bergairah!.
Bersambung🍃.
Jangan lupa vote dan komen ya🍃.
KAMU SEDANG MEMBACA
Spoiled Male Omega [END]
DragosteFaisal hanya menghindari takdirnya sebagai Male Omega, dengan berpura-pura menjadi Alpha dan menyembunyikan jati dirinya. Tapi siapa sangka, seorang gadis cantik nan mempesona mengetahui segalanya, gadis yang tak lain adalah Matenya sendiri. Seorang...
![Spoiled Male Omega [END]](https://img.wattpad.com/cover/269482697-64-k452178.jpg)