Akhir adalah awal.

7.5K 580 57
                                        

Suasana duka masih terasa di pemakaman hari ini, gundukan tanah merah yang masih basah disertai dengan rintikan gerimis yang turun.

Menambah suasana sedih disana.

Nisan bertuliskan nama Rena Runia Adijaksa terukir, disertai dengan tangisan pilu 2 orang yang amat mencintainya.

Faisal, tak henti-hentinya menangis. Bahkan dia pingsan beberapa kali karena duka mendalam yang dirasakannya, tanda ikatan dilehernya tetap ada.

Menandakan jik mereka benar-benar sudah menjadi Destiny mate dan tak akan terganggu gugat dimasa yang akan datang.

Hanya bersisa beberapa orang, Doni, Siska, Fani, Budi, Reyhan, Indra dan Faisal. Diky sudah tak sadarkan diri dengan pendarahan dikakinya. Dia shock batin sampai membuat kandungannya terganggu.

"Rena..hiks..kamu ninggalin aku Rena...huhuuuuu kamu j-jahat..hiks..a-aku gabisa kalau g-gak ada..hiks..kamu..hiks..huhuuu..huaaaaaaaaaa Renaaaaaaa" tangisan itu semakin kuat.

Bahkan terdengar sangat menyayat hati.

Indra sudah lemas, dia hanya duduk bersimpuh di sebelah gundukan itu, air mata sudah tak terhitung berapa banyak jumlahnya. Isakan terus terdengar dari sela bibirnya.

"Rena..hiks..Rena pergi..hiks..Rena udah pergi..hiks..Rena ingkar janji..hiks..Renaa..hhuaaaaaa Renaaa..hiks..Renaaaaa." tangisnya lagi.

Baju hitam yang mereka pakai menambah kedan berkabung yang mendalam. Sesekali Indra akan mengernyit menahan sakit diperutnya.

"Rendra..hiks..tau kalau ibunya pergi Ren..hiks..dia sedih tau kalau kamu pergi..hiks..huhuuuu Renaaaaa..hiks..RENAAAAAA..HUAAAA.." Indra gak bisa, dia gak sanggup lagi.

Kepalanya terasa berat, Fani yang ada disana sadar akan perubahan pada Indra lantas berlari cepat, dia menahan tubuh Indra yang hampir jatuh.

"Astaga, Kak Indra!? Bud aku bawa kak Indra dulu ya, kamu tunggu sini!" seru Fani khawatir, entahlah, dia hanya merasa khawatir pada pria ini.

Pria yang sudah dia perkosa beberapa minggu yang lalu. Pria yang sudah membuat hatinya goyah pada Budi, yang notabenenya adalah Destiny matenya.

Lagipula, Budi juga sedang mengandung bayinya. Budi hanya memandang nanar Fani yang nampak sangat khawatir pada omega itu.

Dia meremat pakaiannya kuat, sekilas tatapan penuh permusuhan Budi berikan pada Indra yang ada digendongan Fani.

Reyhan sudah tak sanggup lagi berbicara, dia hanya memandang kosong makam Rena dengan hati yang sudah mati.

Dia mengangkat tangannya ke wajah dan melihat cincin pemberian Rena, seharusnya, minggu depan mereka menikah. Tapi akibat darah kutukan ini, semua hancur.

Ujung mata Reyhan berkedut, air mata kembali menggenang. Reyhan menciumi cincin ditangannya dan menangis keras disana.

Hancur, hidupnya sudah hancur sejak kepergian Rena dari hidupnya.

"Renaa..hiks.." tangisnya dengan suara yang tercekat.

Dia sudah kehilangan cintanya, kehilangan matenya. Reyhan dan Faisal, sudah kehilangan alasan mereka untuk hidup.

Sementara itu, Doni hanya dia memandangi pemandangan itu, sudah dia duga hal ini akan terjadi.

Dia akan memulai rencana yang Rena katakan padanya kemarin.

"Aku tau Kak Doni itu kebalikannya dari Reyhan."

"Maksud kamu?"

Rena tersenyum manis "Kakak pemilik darah istimewa, darah kakak memiliki kekuatan yang sangat menarik." Doni menegang, bagaimana Rena tau.

Spoiled Male Omega [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang