016.Sadar.

4.5K 644 30
                                        

Kenapa sih, kenapa..kenapa begitu beratnya untuk kalian neken bintang, kalau gitu caranya mah buat apa juga aku rajin update. Mending aku rajin ngetik tapi gak aku publish.
....

Rena sudah sadar dari tidur lelapnya, hal pertama yang menyambutnya adalah raut polos dari seorang Faisal yang tertidur disebelahnya.

Faisal memang tidur disebelahnya, memeluknya erat dan membiarkan wajahnya terbenam didada Rena.

Rena tersenyum tipis, dia mengelus rambut keabuan Faisal dengan tangan kirinya yang tak diinfus. "Manis banget sih.." gumam Rena gemas, tangannya beralih pada perut rata Faisal.

Perasaan hangat menjalar dihati Rena, diperut ini ada anaknya dengan Faisal. Dia senang dengan fakta itu, Rena mencium pelan pucuk kepala Faisal, dia tak bisa mengacuhkan Faisal terlalu lama.

Aroma Faisal sudah menjadi candu bagi Rena. "Aku sayang banget sama kamu, banget, apalagi sekarang bakalan ada Faisal sama Rena Junior..aku gak ngebayangin betapa seksinya kamu nanti.." bisik Rena.

Faisal tak terganggu, dia masih nyenyak dalam tidurnya. Kebo banget Pakmil satu ini.

Tapi ada yang aneh, kenapa Rena merasa ada yang basah. Dia menunduk guna melihat apa benda yang basah itu, setelah tau, matanya sontak melotot.

Faisal kini memakai kemeja tanpa memakai celana, dia lebih nyaman tidur seperti ini apalagi kini dia tidur sambil meluk Rena. Kemejanya hanya menutupi setengah pahanya saja.

"Astaga, kamu mimpiin apa Faisal, kok bisa sampe cum, bahkan cairan kamu keluar banyak.." Rena gak habis pikir.

Faisal mesum juga ya, dia mimpiin apa sih, pasti mimpi yang iya-iya nih.

Perlahan Rena melepas pelukan Faisal, kemudian mencabut paksa infus dipunggung tangannya. Tak memperdulikan banyaknya darah yang keluar, Rena turun lalu menggendong Faisal perlahan.

"Pasti risih, biar aku mandiin dulu." gumamnya, Rena berjalan ke kamar mandi. Sekilas dia melihat Reyhan dan Indra tertidur diranjang mereka.

Dengan tangan yang masih diinfus "Terus ini lakik kenapa gak tidur dikamarnya, gak diinfus pula." gerutu Rena sebal, dia menciumi pipi gembul Faisal dengan gemas.

Saat Faisal tidur dia bebas melakukan apa saja, Faisal tak akan sadar. Tapi jika saat Faisal sadar, dia bakalan jadi agresif, bawaan bayi memang mengerikan ih.

Napsunya tinggi.

Perlahan Rena memasukan Faisal ke dalam bathup, kemudian melepaskan kemeja putih Faisal dan juga celana dalamnya yang sudah basah.

Terlihat junior Faisal menegak keatas, Rena tersenyum lembut. "Pasti kamu mimpiin kamu diposisi atas kan. Heum, tau aku tau." gumam Rena geli.

Wajah Faisal mulai memerah dengan napas berat yang keluar, cairan keluar semakin banyak dari liangnya. Rena bahkan belum memasukan air ke dalam bathup.

"Eungh, kamu mancing aku Faisal." gumam Rena sembari masuk kedalam bathup.

Dia mengurut junior Faisal agar melemas, baru juga disentuh sedikit udah muncrat aja cairannya "Eungh..ahhh..." desah Faisal lega setelah mengeluarkan cairannya.

Rena tertawa pelan, wajahnya kena muncratan sperma dari Faisal, dia menyekanya perlahan. "Gajadi main ah, kamu udah cum." gumam Rena kemudian berdiri dan hendak keluar.

Tapi Faisal menahan ujung pakaian rumah sakitnya, matanya terbuka perlahan dan menatap sayu Rena yang hanya terdiam. Senyum simpul Faisal berikan.

Dia menegakan tubuhnya dan menarik tubuh Rena, lantas memeluknya erat "Rena..hahhh..aku mimpi indah..hehe..aku diatas kamu.." adu Faisal masih setengah sadar.

Dia mendusel dileher Rena, kemudian melanjutkan tidurnya, Rena mengerjab pelan kemudian tertawa pelan "Duh, manisnya. Benerkan yang aku tebak." kekehnya pelan.

Rena melepas pelukan Faisal, dan melanjutkan kegiatannya guna memandikan Faisal.

.
.
.
.

Pagi hari menyapa, Rena tak lagi tertidur setelah selesai memandikan Faisal. Rena memakaikan Faisal baju yang orang tua Faisal antarkan.

Terhitung sudah 5 jam Rena terbangun, sejak dia sadar jam 3 pagi dini hari tadi. Rena sudah mandi, dia juga sudah meminta suster untuk cepat mengantarkan sarapan sebelum 3 orang kesayangannya bangun.

Rena juga sudah selesai membersihkan tubuh Reyhan, dia hanya mengelapnya dengan air hangat begitu juga dengan Indra.

Rena berjalan mendekati gorden panjang menjuntai sampai lantai, lalu menyibaknya pelan. Matahari pagi langsung masuk ke dalam ruang inap mereka.

Rena berjalan ke arah saklar lampu, dia mematikan lampu agar tak terlalu panas. Walau ada Ac sekalipun.

Begitu lampu mati, ke 3 orang itu langsung bangun, mereka mengerjab pelan lalu meregangkan otot-otot mereka. Dengan semangat Rena berdiri ditengah ruangan.

"Selamat pagiiii~" sapanya riang dan penuh semangat

Awalnya mereka gak konek, tapi setelah beberapa saat. Mata mereka langsung melotot tak percaya "RENA!?" teriak mereka bersamaan.

Rena tertawa pelan "Pagi kalian, ayo turun dan kita akan sarapan." ajaknya lembut.

Mereka masih terdiam, 1 hari saja Rena pingsan mereka sudah serindu ini, bagaimana jika Rena pergi selama-lama-lama-lama-lama-lama nya.

Mereka bakalan bundir keknya.


























Bersambung.

Tauk ah, ngambek aku sama kalian.

Spoiled Male Omega [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang