023.Kacau.

3.5K 488 41
                                        

Jangan lupa voment ya💃.

Happy Reading✨

........

Senyuman lebar terus Rena berikan pada kedua senior kesayangannya, dia sampai mematikan ponselnya agar tak diganggu siapapun.

"Kalian sekarang gimana? Udah ketemu mate belum?" tanya Rena semangat. Doni dan Siska saling lirik kemudian tersenyum rahasia.

Doni berpangku tangan kemudian menjawab "Kakak dan Siska adalah mate." jawab Doni santai.

Senyum Rena meluntur, bukankah Doni seorang Beta? Tak pernah sejarahnya Beta menjadi mate seorang Alpha. Mereka tak akan bisa memiliki keturunan karena Female Alpha hanya bisa hamil jika bersama Male Alpha.

"Bagaimana bisa? Bukankah Kak Doni adalah Beta?" tanya Rena sangsi.

"Tenang, Kak Doni Beta half Omega. Jadi kami pastinya bisa memiliki keturunan." jawab Siska.

Rena bernapas lega, syukurlah jika begitu. "Rena gimana? Udah ketemu mate kamu?" tanya Doni penasaran.

"Heem, bahkan Rena punya 3 mate sekaligus!"

Dan kali ini senyum Doni dan Siska lah yang hilang, mereka menatap Rena dengan tatapan serius. "Rena, seorang Alpha tak pernah memiliki omega lebih dari 1." ujar Doni serius.

"Tapi, Rena bisa mencium Pheromone mereka.."

Siska menggeleng "Pasti 2 diantara mereka sudah menjadi Omega-jalang, dan juga menjadi si pemilik darah kutukan?" selidik Siska, Rena langsung mengangguk. Itu Reyhan.

"Ada kak, dia Mate kedua Rena."

Siska menggeleng "Dia bukan mate kamu Rena. Jangan mau ditipu!"

"Tapi-"

"Penjelasannya seperti ini Rena, dia si pemilik darah kutukan. Dia juga Half Beta sama seperti kak Doni, dia punya kelebihan untuk membuat seorang Alpha menjadi matenya, padahal Alpha itu bukan matenya," Rena masih diam.

"Sejujurnya, si darah kutukan tak punya mate sama sekali. Ikatan dengan matenya sudah hancur setelah usia nya 17 tahun, setelah darah kutukannya aktif."

Rena tak pernah berfikir buruk seperti itu, dia terlalu positive thinking dengan orang disekitarnya, dan dia teringat dengan ucapan Faisal tentang Reyhan yang akan mencelakai Rena.

Dan Reyhan juga pernah mencegah Rena agar tidak menandainya, karena itu bisa mencelakai Rena. Tiba-tiba jantung Rena mulai berdetak semakin cepat.

Dia kembali menatap Doni dan Siska "Lalu? Apa yang akan terjadi pada Reyhan?" tanya Rena khawatir, apa yang akan Reyhan alami jika semua sudah terkuak seperti ini.

Siska memejamkan matanya dan mendesah pelan.

"Kakak harap kamu belum menandainya Rena, karena jika darahnya sudah bercampur ke tubuhmu. Maka semua takdir buruknya akan berpindah padamu." ujarnya menyesal.

Mata Rena membulat, bersamaan dengan jantungnya yang berdenyut dan menghantarkan rasa nyeri yang amat sangat. Rena memukul dadanya pelan guna menghalau rasa sakit itu.

Dia masih bisa mendengarkan penjelasan ini lebih lanjut "M-maksud..nya.." tanya Rena terengah dengan napas yang mulai memberat.

Wajah yang pucat, keringat yang mengalir turun di pelipisnya. Dia seakan mau mati merasakan rasa sakit ini.

Doni panik, dia berdiri dan memegang kedua bahu Rena saat gadis itu hampir ambruk "Rena!?" serunya.

"K-katakan..hahh..mak-sud..nya.." rintih Rena tertahan.

Siska menggigit bibirnya kuat "Kematiannya akan menjadi kematianmu dan kematianmu akan menjadi kematiannya!" seru Siska kalut.

Rena mengerang kuat "Akhh..s-sakit.." rintihnya tak tahan, kepalanya mulai pusing dan berkunang-kunang.

Sementara itu.

Faisal, Diky dan Indra tengah menatap Reyhan yang duduk di single sofa. Ada hal yang ingin dia katakan pada yang lainnya.

"Ada apa ini?" tanya Indra, dia bahkan rela meninggalkan Floristnya demi datang ke kantor Faisal.

Faisal hanya bersidekap dada "Aku akan memutus ikatanku dengan Rena." ucapan itu bagai petir disiang bolong. Faisal langsung menegakan tubuhnya dan menatap Reyhan penuh sslidik.

"Kenapa?" tanya nya tajam.

Reyhan menunduk "Aku sudah menjebak Rena, aku bukan matenya, aku sudah mencelakainya, aku hanya akan menjadi penyebabnya tewas.." bisik Reyhan pilu.

Air mata mulai menggenang di kedua manik matanya yang mulai berubah kekuningan. Mata Beta-nya.

Faisal mencengkram kuat kerah kemeja Reyhan dan menatapnya tajam "Aku sudah memperingatimu! Kau hanya akan menjadi sumber kesialan bagi Rena!" serunya emosi.

"Aku tau! Aku menyesal! Aku tak mau Rena mati ... Hiks ... Aku gak mau kematianku besok jadi kematiannya.." jerit dan tangis Reyhan pelan.

Seharusnya besok Reyhan mati, karena jantungnya yang sudah dinodai darah kutukannya, seharusnya dia mulai memutuskan ikatan dengan Rena sedari kemarin.

Tapi Reyhan terlalu serakah, pada dasarnya dia dan Rena tak akan pernah jadi Kita. Mate Rena yang asli hanyalah Faisal, bahkan Diky juga bukan Mate Rena, Diky hanyalah mencari pelarian sebagai perlindungannya.

Semua tak benar, memang sedari awal hanya Faisal lah pemilik ruang hari dan ruang hidup pada diri Rena.




























Bersambung 3 hari lagi💃

Syalalalala, udah mao end hahahahahhahahahah.

Spoiled Male Omega [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang