Vote dan komen jangan lupa ya.
.......
Faisal dan Reyhan sedari tadi asik berceloteh dan sesekali Rena akan menanggapinya. Rena sedikit heran, kenapa Indra diam saja sedari tadi.
"Kak Indra, kakak kok diam aja?"
Indra tersentak "Hah? Apa? Enggak, gak papa kok." jawabnya kikuk.
Rena curiga, pasti ada sesuatu yang terjadi selama dia pingsan. Tatapan matanya menajam, aura intimidasi seorang Alpha menguar pekat disekitar mereka.
"Kak Indra, kemari." panggil Rena dengan intonasi yang sangat datar. Aura disekitar mereka mendingin seketika. Reyhan dan Faisal melirik Indra tak suka.
Apalagi saat Indra berjalan mendekat dan duduk dipangkuan Rena. Tangan mereka sontak mengepal kuat karena rasa cemburu yang terasa menyakiti hati mereka.
Indra menatap lirih Rena, mata merah jambunya mulai berkaca-kaca "Rena..Indra..j-jadi..b-benalu ya..hiks.." ujarnya terbata dengan air mata yang meluruh jatuh.
Tatapan dingin Rena melembut, dia memeluk Indra erat dan mengelus punggungnya.
"Siapa yang bilang gitu? Indra gak benalu kok, mau gimana pun Indra adalah tanggung jawab Rena, Rena udah janji bakalan jagain Indra.." bisiknya menenangkan.
Indra semakin menangis, dia meremat kuat baju rumah sakit yang Rena pakai "K-kata F-faisal..hiks..I-indra bukan...hiks..kakak yang baik..hiks.." adunya sambil terisak.
Rena langsung menatap Faisal tajam, Faisal hanya membalas tatapan Rena dengan tatapan santainya "Kenapa kamu bilang kayak gitu sama Kakak aku Faisal?" tanya Rena langsung.
Faisal mengedikan bahunya "Memang itu kenyataannya, dia hanya menjadi beban dihidup kamu! Dia seharusnya hidup bersama matenya bukan bergantung lagi padamu, kamu lupa kalau udah ada 2 omega yang harus kamu jaga? Kamu sanggup jaga 3 omega?" cetus Faisal.
Rena menggeram pelan "Tapi ucapan kamu pada Indra itu keterlaluan Faisal! Dia bukan benalu!" sentaknya emosi.
Faisa jadinya ikutan emosi "Siapa yang bilang dia benalu! Aku cuma bilang dia bukan kakak yang baik karena kamu harus bertanggung jawab atas kehamilannya! Kenapa bukan matenya yang bertanggung jawab!" seru Faisal marah.
"Kamu gatau masalahnya Faisal, jadi jaga ucapanmu!"
"Halah, bilang saja kalau dia memang bukan kakak yang baik!"
"FAISAL!"
Teriakan itu mengheningkan suasana, Faisal termangu, Reyhan meringsut takut sedangkan Indra? Diam-diam tersenyum mendengar keributan antara dua mate itu.
"KAMU GAK BERHAK BILANG KAYAK GITU! MAU BAGAIMANAPUN INDRA ADALAH SAUDARAKU!"
Faisal mendecih lirih, dia berdiri dan menatap Rena dengan mata yang sudah berurai air mata "TAPI AKU MATEMU!! KENAPA KAMU PERLAKUKAN AKU SE GAK ADIL INI!! KAMU LEBIH MENTINGIN REYHAN YANG JELAS-JELAS BAKALAN BUAT KAMU BAHAYA! KAMU TUDUH AKU UNTUK UCAPAN YANG GAK AKU KATAKAN!!..hiks..AKU MEMBENCIMU RENA!! AKU SANGAT MENBENCIMU!!" jeritnya prustasi.
Deg! Deg!
Rena menahan nyeri didadanya, kali ini rasanya sangat amat menyakitkan, seperti terbakar dan seolah jantungnya bisa meledak kapan saja.
"Rena!?"
"Rena! Rena kamu gak papa!?"
Baik Reyhan maupun Indra panik, tubuh Rena langsung mendingin disertai wajah pucat pasinya. Keringat menetes dari pelipisnya.
Faisal sendiri tengah mengatur napasnya setelah selesai berteriak, dia masih diam saja saat melihat Rena mulai kehilangan kesadaran.
Senyum nanar terbentuk diwajahnya "Aku membencimu! Sampai kau matipun aku tetap membencimu!!"
"Akhh!!" Rena meremat selimut didekatnya, Indra langsung turun dari tubuh Rena dan berlari keluar kamar, bahkan dia mencabut paksa infusnya.
Reyhan berdiri disebelah Rena dan berusaha menenangkannya, Rena seperti orang yang tenggelam, tak bisa bernapas, oksigen disekitarnya seperti habis.
Reyhan panik, dia menoleh menatap Faisal yang berjalan keluar "TARIK UCAPANMU LAGI FAISAL!" teriaknya histeris.
Dia tak bisa melihat Rena menderita seperti ini, dia tak sanggup. Faisal meliri sekilas, decihan dingin terdengar.
"Tidak, aku memang membencinya. Bahkan sangat membencinya." ujarnya dingin kemudian keluar dari kamar inap tersebut.
Rena memandang kepergian Faisal dengan mata penuh kesakitannya, dia menggenggam erat tangan Reyhan kemudian menariknya kuat.
"R-rena.."
Rena memeluk leher Reyhan, kemudian menggigitnya kuat, membuat tanda kepemilikan disana "Eungh...Rena, jangan lakukan Rena..hiks..kamu bisa celaka..." lirih Reyhan sembari berusaha melepas pelukan Rena.
Dapat Rena rasakan sesuatu mengalir ke tenggorokannya, darah kutukan Reyhan sudah menyatu ke tubuhnya.
"T-tak..hahhh..masalah..k-kalau a-aku mati..hahhh..s-s-setidaknya..k-kamu..hahh..su-dah..a-ku..t-tandai..Arghh!!..a-aku..u-udah..gak..t-tahan.."
Reyhan panik, dia menangis semakin histeris apalagi saat mata Rena mulai terpejam dan napasnya mulai menghilang.
Tubuh Rena melemah, begitu juga dengan ikatannya dengan Faisal. Sudah berulang kali Faisal mengatakan kata terlarang itu, benci.
Bahkan Rena sekalipun tak pernah mengatakan kata terlarang yang bisa menyiksa Faisal. Sudah berulang kali Rena marah dan kecewa, tapi tak sekalipun dia mengatakan kata kecewa.
Tapi kenapa Faisal tega, apa dia tak mencintai Rena? Apa cinta Faisal hanya sebatas cinta Mate saja? Bukan cinta antar pasangan selamanya?
"M-maafin..aku..Faisal.."
Denyut nadinya melemah..
Bersambung✨
Kata ringan bagi Ryn berbeda dengan kata Ringan kalian heheh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Spoiled Male Omega [END]
RomanceFaisal hanya menghindari takdirnya sebagai Male Omega, dengan berpura-pura menjadi Alpha dan menyembunyikan jati dirinya. Tapi siapa sangka, seorang gadis cantik nan mempesona mengetahui segalanya, gadis yang tak lain adalah Matenya sendiri. Seorang...
![Spoiled Male Omega [END]](https://img.wattpad.com/cover/269482697-64-k452178.jpg)