bonchapt; dance competition

416 48 2
                                    

Hari ini adalah hari kompetisinya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hari ini adalah hari kompetisinya. Semua anak dance club sedang pemanasan, termasuk Yuna dan lelaki yang sekarang sudah menjadi kekasihnyaㅡJisung.

Keadaan tegang menghiasi ruang tunggu mereka. Pasalnya hanya tinggal dua nomor lagi, lalu mereka akan tampil.

Yuna berlatih bersama Jisung. Seperti biasa, entah itu latihan atau tidak, tarian mereka selalu berhasil memukau orang-orang.

Dua pelatih mereka tersenyum bangga.

"Wah! Penampilan yang sangat baik ya!. Next kita punya tim nomor 037!"

Hanya tinggal satu nomor lagi, mereka akan tampil. Yuna mengusap tangannya dengan gugup.

Klek

Salah satu staff disana membuka pintu ruang tunggu mereka, "Untuk tim nomor 038 ayo langsung ke backstage ya!"

Kedua pelatih mereka mengangguk, menyuruh anak didik mereka pergi ke belakang panggung.

Musik hiphop terdengar sepanjang perjalanan. Itu adalah musik tim 037 yang sepertinya menampilkan dance hiphop.

Sesampainya di belakang panggung, mereka semua latihan ulang. Walaupun hanya sekedar menghapal dan tidak menggunakan power.

Selang dua menit, akhirnya tim mereka di panggil.

"Goodluck! Just do your best!" Chung Ha menyemangati mereka. Semua anggota dance club tersenyum, walaupun kenyataannya mereka sangat gugup.

Jisung mengusap tangan kekasihnya dengan pelan, "Kita bakal menang."

Yuna tersenyum kecil. Gadis itu mengangguk.

Semua anak dance club memasuki area panggung. Musik terdengar, Somi, Yeonjun, dan Karina bergerak terlebih dahulu.

Disusul dengan lompatan tingginya Chaeryeong. Yuna kemudian berjalan ke tengah, demikianpun dengan Yuqi.

Yuqi berperan sebagai sang ibu yang tidak memiliki kasih sayang terhadap anaknya. Felix datang dari pojok samping, lalu mereka berdua menari.

Bukan menari biasa, mereka seakan-akan sedang bertengkar. Ya, itu salah satu poin dari tema tari mereka.

Felix berperan sebagai sang ayah yang tidak peduli keluarga, kerjanya hanya marah-marah dan menghamburkan uang.

Setelah itu, keduanya bubar. Menandakan bahwa kedua orang tua sang pemeran utama telah bercerai.

Yuna menari dengan luwes, gerakannya menandakkan kesedihan yang mendalam. Gadis itu sangat menghayati.

Minju, yang berperan sebagai teman Yuna pun datang. Mereka berdua mulai menari bahagia, pertanda bahwa Minju berhasil menghibur Yuna.

Tiba-tiba Minju mundur, menghilang dari pandangan Yuna. Menandakan bahwa Minju telah berkhianat.

Wrong NumberTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang